
Malam menjelang,,,,
Ibra sudah bersiap untuk pergi kerumah keluarga Indah, ia pun segera mengambil ponsel dan juga kunci mobil dan keluar dari kamar nya
"Mau kemana kak?" tanya Kina
"Kerumah kak Indah, kak Ibra akan nginep disana beberapa hari sebelum kak Ibra pergi ke Jakarta nanti" jawab Ibra
"Jadi aku disini sendiri dong! aku kan takut kak!" ucap Kina
"Ikut aja, nanti tidur sama putri" jawab Ibra
Tapi Kina teringat jika besok rencananya Kina akan membuatkan sarapan untuk David. Ia tidak mau ditikung wanita lain untuk mendapatkan perhatian dari David.
"Gak deh! Kina disini aja kak. Lagian besok Kina ada kerjaan pagi-pagi" jawab kina
"Ya sudah, kamu hati-hati, kalau ada apa-apa langsung hubungi kakak" ucap Ibra
"Oke!" jawab Kina
Kemudian Ibra keluar dari apartemen sementara Kina kembali pada aktivitas, mempelajari resep makanan yang akan dibuatnya besok untuk sarapan bersama David
Sampainya Ibra dirumah keluarga Indah, Ibra disambut hangat keluarga yang tengah berkumpul diruang keluarga. Namun Ibra tidak bisa duduk berdekatan dengan Indah dan lebih memilih duduk bersama pak Idris.
"Mas sudah makan?" tanya Indah
"Sudah tadi sama Kina" jawab Ibra
"Adikmu gak ikut kesini?" tanya Ibu ayu
"Gak Bu, kina mau di apartemen sendiri katanya, tadi sudah saya ajak, tapi gak mau" jawab Ibra
Semua pun berbincang hangat malam itu sambil ngeteh semakin menghangatkan suasana. Meski duduk berjauhan, namun sesekali tatapan Indah dan Ibra bertemu, senyum penuh makna dan selalu tersirat dari sorot mata keduanya. Hingga obrolan itu tak terasa sudah cukup malam, dan keluarga akan beristirahat malam. Indah pun mengajak Ibra untuk beristirahat di kamar mereka.
"Sebentar ya mas" ucap Indah yang kemudian mengambil kain hitam miliknya dan akan mengikatkan menutupi kedua matanya
"Tunggu" ucap Ibra menahan Indah
"Ada apa mas? kita kan sudah akan tidur" ucap Indah yang kemudian duduk tak jauh dari Ibra duduk
Lalu Ibra mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya dan memberikan nya kepada Indah. Sontak saja Indah kaget saat melihat Ibra menunjukkan buku Nikah kepadanya.
"Mas,,,,," Ucap Indah dengan wajah kagetnya
__ADS_1
"Iya, mas sudah mengurus surat nikah kita secara hukum. Tinggal ditandatangani saja" ucap Ibra
"Tapi mas,,, kok bisa secepat ini?" tanya Indah mengambil buku nikah milik Istri
"Ini bukti keseriusan ku padamu nda, sebenarnya buku ini sudah aku urus hanya saja belum selesai prosesnya. Sekarang kita bisa menandatangani buku ini" ucap Ibra
Indah tersenyum, begitu bahagia karena Ibra sudah mengurus pernikahan mereka secara hukum dan agama. Kemudian Indah mengambil bolpoin lalu bergantian menandatangani buku nikah mereka.
"Jadi udah beneran legal ini,,, udah sah bener jadi Nyonya Ibrahim" ucap Ibra dan Indah tersenyum malu-malu
"Makasih ya mas" ucap Indah
"Tidak perlu berterima kasih, karena ini kewajiban ku sebagai suami dan calon papa. Dengan begini status pernikahan kita juga jelas. Dan setelah kita menandatangani buku nikah ini, apapun yang terjadi kedepannya, sebesar apapun badai ataupun ujian menerpa rumah tangga kita, berjanjilah untuk tetap bersamaku!" ucap Ibra penuh keseriusan
"Aku,,, aku gak bisa berjanji mas, karena aku takut ingkar, tapi,,,, aku akan berusaha bertahan semampu hatiku" jawab Indah
"Iya" jawab Ibra
Lalu Indah menyimpan buku Nikah mereka dan setelah itu Indah menutup matanya lalu ikut membaringkan dirinya disamping Ibra. Keduanya saling merapat, memeluk dan merasakan kehangatan cinta malam itu.
"Mas beneran mau nahan itu?" ucap Indah saat merasakan gerakan halus dibawah selimutnya
"Mau bagaimana lagi? daripada kenapa- kenapa sama kamu dan anak kita? mas gak papa, mas rela kayak gini aja untuk sementara" jawab Ibra
"Kalau gak tahan ngomong aja mas,,,"
"Kalau ngomong memangnya dikasih?" tanya Ibra menjawil dagu Istrinya
"Emmm,,, dikasih gak yah???? dikasih lah, daripada jajan diluar! tapi nunggu Indah udah pulih dulu ya" jawab Indah
"Ga yang! udah tobat ini, gak mau jajan diluar lagi. Ini aja udah nikmat banget, bikin nagih terus!!" ucap Ibra dengan menggoda sedikit milik Indah
"Beneran ya mas?!" ucap Indah
"Iyah! beneran! udah ketemu pawang yang tepat, tobat beneran ini!" jawab Ibra menatap Indah dengan keseriusan
Indah tersenyum kemudian mengecup Ibra sedikit lama. Ibra menyambut baik dan keduanya saling menyalurkan rasa tanpa has rat menggelora. Hanya ada rasa manis sebagai pengantar mimpi indah malam ini. Keduanya pun sudah tampak terlelap dengan saling memeluk satu sama lain.
.
Pagi menjelang,,,,,,,
Kina tengah mengubrek dapur membuat makanan sambil melihat di sebuah Chanel YTB salah satu chef. Cukup riweh karena Ini kali pertama kina benar-benar memasak, meski hanya memasak nasi goreng biasa, kina sangat berusaha.
__ADS_1
"Aduhh,,, agak asin,,,! gimana dong ini?!" ucap kina sedikit panik karena keasinan. kemudian Kina menambahkan gula pada nasi gorengnya lalu kembali mengaduknya sampai rata.
"Ahh,,,! kok jadi aneh rasanya!! aaarrgghhh,,, susah banget sih!!" Kina mengusap keningnya yang berkeringat dan masih bingung apa yang salah dengan masakannya.
"Kebanyakan garem jadi asin, dikasih gula jadi aneh! kayak gini mana kak David bakal suka?! yang ada dia bakal kabur deh!" ucap Kina sedikit putus asa.
Kemudian Kina menambahkan nasi lagi pada nasi gorengnya. Dan rasanya sedikit lumayan bisa di makan. Karena sudah hampir telat, Kina segera berkemas dan bersiap untuk ke kantor pagi itu.
Sementara itu,,,
Indah sedang membantu Ibra bersiap untuk ke kantor. Indah memasangkan dasi dengan mata tertutup kain hitam namun tidak mengurangi kecekatannya dalam membantu suaminya bersiap.
"Mas,, nanti siang pulang kerumah?" tanya Indah
"Kayaknya enggak yang, kamu ke kedai aja gimana? nanti mas kesana. Kebetulan ada meeting sama klien gak jauh dari kedai ayah" jawab Ibra
"Ohh gitu, ya udah nanti siang Indah kesana ya, sekalian dibawain makan siang?"tanya Indah lagi
"Makan siang untuk Ayah dan ibu aja, mas pasti makan bareng klien nanti. Gak papa kan?" ucap Ibra
"Ah iya gak papa mas" jawab Indah
Lalu Ibra mengecup pipi Indah, dan menggenggam tangannya
"Terimakasih"
"Sama-sama mas" Jawab Indah
Ibra melahap siranum sebentar, setelah itu melepaskan Indah. Kemudian Indah melepaskan kain penutup matanya dan mengambil jarak aman dari Ibra, lalu keduanya pun keluar dari kamar menuju ke meja makan untuk sarapan bersama keluarga. Setelah selesai sarapan bersama Ibra pamit untuk pergi kekantor kepada Istri dan kedua mertuanya.
Sementara itu, kina sudah sampai dilantai atas, saat akan memberikan kotak bekal yang dibawanya untuk David, Kina melihat dari pintu yang tidak tertutup rapat, David tengah menikmati nasi goreng dari kotak makanan berwarna biru muda. Hati kina menciut, dia terlambat datang sehingga David memilih untuk menikmati makanan lain. Lalu Kina memasukkan kembali kotak makanan yang dibawanya kedalam tas dan berjalan lesu menuju ke meja kerjanya.
"Aku terlambat,,,,"
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,
__ADS_1
Tumpuk bunga donggggg🌹😍, kopi juga buleeeeee☕😍