
Indah terbangun saat mendengar suara adzan subuh berkumandang. Perlahan dia membuka mata dan mengalahkan rasa ngantuk nya sendiri. Rasanya masih berat, namun indah tidak ingin terlambat menjalankan ibadah subuhnya seperti biasa.
"Aaaaaaaaaaaaaa!!!"
Teriakan Indah menggema keras saat melihat Ibra yang saat itu tidur di sampingnya dengan memeluk guling. Sontak Indah menjauh dengan mata yang langsung terbuka lebar.
"Pakkk Ibraaaaaaa!!!! iiihhhhh mesummmm!!!! Bangunnn!!!" teriak Indah
"Ada apa sih ndah?! kenapa malem-malem teriak-teriak hah?! aku masih ngantuk!" jawab Ibra yang kemudian menutup kepalanya dengan bantal.
Indah merasa kesal sendiri, bisa-bisa nya mereka tidur satu ranjang meski dipisahkan oleh dua guling di tengah. Tapi tetap saja mereka tidur berdua. Indah mengingat-ingat, semalam dia tidur di dekat pintu, tapi kenapa sekarang dia bisa tidur di tempat tidur
Ceklekkkk Ceklekkkk
Sontak Indah semakin terkejut saat melihat pintu terbuka dan mami Ibra berdiri kaget melihat Indah dan Ibra tidur satu ranjang
"Astagaaaaaaa!!!!" teriak mami Ibra yang kemudian menghampiri Indah dan juga Ibra
"Ibraaa bangunnnn!!" teriak mami
Terpaksa Ibra bangun setelah mendengar keributan didalam kamar nya
"Bisa gak sih, gak teriak-teriak malem-malem gini?" ucap Ibra dengan malas
"Malam katamu?! ini sudah pagi!! dan kenapa kalian bisa tidur satu ranjang begini hah?!" Teriak sang mami
"Bu,,, ini,,, gak seperti yang ibu bayangkan. Semalam,,, saya tidak tidur di sini, tapi saya,,,,"
"Aku yang membawanya tidur di sini.. Aku kasihan melihatnya tidur di lantai mi" jawab Ibra dengan enteng
"Terus kau tidur disini juga semalaman?!" tanya mami
"Enggak,,,,! aku tidur di sofa, tapi,,, gak enak, jadi aku pindah ke sini juga. Tapikan dipisah guling mi" jawab Ibra masih dalam mode ngantuk nya
Indah membulat saat mendengar pengakuan dari boss mesumnya itu
"Ini benar-benar gak bisa dibiarkan!! kalian berdua sudah berbuat zina! kalian harus menikah hari ini!" ucap Mami
"APA?!" ucap Indah dan Ibra bersaman dengan mulut tenganga
"Mi,,, gak bisa gitu dong mi,,!! kami gak ngelakuin apa-apa kok!! beneran!! aku gak nyentuh indah!" ucap Ibra mengelak
"Meskipun! tapi kalian sudah tidur bersama! padahal kalian belum menikah!! mami gak mau tau! sebelum terjadi hal lebih jauh! kalian berdua harus segera menikah!! hari ini juga mami akan mengatakan pada keluarmu Ndah!" ucap mami yang kemudian pergi meninggalkan Indah dan Ibra yang masih terduduk di tempat tidur
__ADS_1
"Ini semua gara-gara bapak!!" Sarkas Indah
"Kau menyalahkan ku?! ini semua gara-gara kamu!" Jawab Ibra tak ingin kalah dengan Indah
"Pokoknya aku gak mau nikah sama pak Ibra!! Titik!!" Ucap Indah yang kemudian turun dari tempat tidur
" Memang kau pikir aku mau menikah denganmu hah?!" Jawab Ibra namun tidak terdengar oleh Indah yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menjalankan ibadah subuhnya, indah segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk segera pulang. Indah benar-benar tidak ingin menikah dengan Ibra, namun mami Ibra tidak peduli dan dia akan tetap menemui keluarga Indah hari itu.
"Ayo kita berangkat! nunggu apa lagi?!" sarkas mami
"Tapi mi,,," ucap Ibra menolak
"Gak ada tapi-tapian!! kau harus bertanggung jawab dengan kelakuan mu!!" ucap Mami
Tidak ada pilihan lain, Ibra pun terpaksa mengikuti maminya menemui keluarga Indah pagi itu. Tentu saja didalam mobil terjadi perang dingin antara ketiga orang itu. Bagaimana tidak, mami telah memaksa keduanya untuk menikah pagi itu.
Sampainya di depan rumah Indah,,,,
Indah mengajak Mami dan juga Ibra masuk kedalam rumahnya. Terlihat disana Ibu dan ayah indah tengah bersiap untuk ke kedai pagi itu
"Assalamualaikum,,,"
"Terimakasih Bu,,," jawab mami
Indah pamit kedalam sebentar untuk meletakkan pakaian kotornya di kamarnya.
"Mau minum apa?" tanya Ibu ayu
"Apapun boleh" jawab mami
"Sebentar ya"
Kemudian ibu ayu masuk kedalam dan membuatkan minuman untuk tamu-tamu nya.
"Ada apa ya Bu?" tanya ayah Indah
"Begini pak, kedatangan kami kemari untuk,,," Ibra mencubit paha maminya untuk tidak mengatakan hal yang tidak Ibra inginkan
"Untuk apa ya Bu?" tanya ayah Indah
"Untuk menikahkan Ibra dan Indah pak" ucap mami Ibra
__ADS_1
Jediaaarrrrr
Rasa disambar petir dipagi hari yang cerah. Padahal tidak mendung, tapi rasanya begitu mengagetkan
"Nikah?!" ucap ibu Ayu yang baru saja keluar dari dalam dengan membawa nampan
"Iya Bu,,,, sebelumnya saya meminta maaf atas kelakuan putra saya terhadap indah. Tapi Ibra bersedia bertanggung jawab demi menjaga nama baik Indah"
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya ayah Indah dibuat bingung
"Semalam,,, mereka berdua tidur bersama!" ucap mami
"APAAAAAA??!" Ucap Ayah dan ibu Indah bersamaan
"B,,, bagaimana bisa?" ucap ibu Indah yang sudah hampir pingsan mendengarnya
"Pak,, Bu,,, sebenarnya,,,,"
"Sebenarnya,,, anak saya sudah lama menyimpan perasaan terhadap indah, namun dia takut mengatakannya. Hingga semalam terjadilah hal itu pak,, Bu,,. Saya sebagai orang tua sangat malu. Dan demi menghindari hal yang jauh lebih buruk, saya berfikir alangkah lebih baiknya jika mereka dinikahkan saja? toh mereka sudah dewasa bukan?" ucap mami tidak ingin memberikan kesempatan untuk ibra bicara.
"Tapi,,, tapi,,," ucap ibu Indah
"Kalau memang seperti itu kejadiannya, memang sebaiknya keduanya harus segera dinikahkan!! saya merasa gagal mendidik anak saya!!" ucap pak idris dengan penyesalan
"Tidak pak! Indah tidak bersalah, tapi putra saya yang bersalah! dia yang harus dipersalahkan dalam hal ini!! dia yang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh Indah!! dia tiba-tiba pulang dan dengan seenaknya tidur meniduri indah!" ucap mami mendramatisir keadaan
Ibra tidak bisa berkutik, dia pun hanya bisa menghela nafas kasar saja saat itu, sementara indah juga tidak bisa mengelak, ini salahnya juga masuk kedalam pusaran gelombang keluarga Ibra dan inilah akibatnya jika dia bermain api.
"Jadi kapan mereka akan dinikahkan?" tanya Ibu Ayu
" Hari ini juga Bu" jawab mami
Deg!
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,, 🤍
__ADS_1