Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Hanya Orang Asing


__ADS_3

"Indah" panggil Ibra saat pertemuan nya bersama Khalisa sudah selesai, dan Khalisa pun sudah pergi dari kantor itu.


"Iya pak,, sebentar" ucap Indah yang kemudian segera menghampiri Ibra


"Ada apa pak?" tanya Indah datar


"Nanti malam kamu ikut aku makan malam dirumah Keluarga Hutama" ucap Ibra


"Kenapa harus saya pak? kan ada David!" jawab Indah menolak keras


Ibra yang tengah memeriksa laporan didepannya pun berhenti lalu menatap kearah indah yang berada didepannya. Setelah itu Ibra bangkit dan berjalan menghampiri indah


"Aku kan menyuruhmu ikut bukan David!" jawab Ibra


"Saya gak bisa!" jawab Indah


"Kenapa? apa kau cemburu dengan Khalisa?!" tanya Ibra sengaja memancing kemarahan Indah


"Cemburu?! ah yang benar saja!! mana mungkin saya cemburu pak! lagian untuk apa saya cemburu?! toh tidak ada hubungan serius apapun diantara kita! kita hanya orang asing yang tidak sengaja bertemu!" jawab indah sedikit ketus


"Orang Asing?!"


Ntah kenapa mendengar kata orang asing membuat Ibra kesal. Apa dia sudah merasa getar-getar cinta hingga Ibra tidak mau di sebut orang asing? ntahlah, yang jelas Ibra tidak suka jika Indah mengatakan mereka adalah orang asing, sementara mereka berdua sudah menikah bahkan tinggal bersama selama beberapa hari terakhir ini.


"Orang asing?!" ucap Ibra


"Iya! kita memang hanya orang asing pak yang tanpa diduga dan direncana kita menikah!! itu pun juga akan berakhir sebentar lag,,,,,,,"


Belum sampai Indah menyelesaikan ucapannya, Ibra sudah membungkam mulut pedas wanita dihadapannya itu dengan bibirnya. Tidak ada ampun sedikitpun, Ibra melesak masuk ketika mendapat cela untuk semakin dalam menguasainya.


Indah dibuat sesak, bahkan pasokan udara pun seperti direbut dan dikuasai oleh pria Casanova yang begitu ahli menguasainya. Pukulan-pukulan indah tidak berdampak sama sekali pada Ibra, Tenaganya terlalu kuat hingga Ibra membuat Indah kalah pada akhirnya.


Rasa kebas luar biasa dirasakan Indah saat Ibra melepaskannya setelah beberapa menit mereka saling beradu. Keduanya pun terengah- engah saling berebut oksigen dengan wajah sama-sama memerah


Plaaakkkkk


Tamparan keras melayang mulus di wajah putih Ibra membuatnya tertoleh kesamping begitu saja. Tidak ada kata terucap, Indah langsung pergi meninggalkan Ibra setelah menamparnya dengan cukup keras. Sementara Ibra masih tertegun saat sadar merasakan pipinya panas akibat tamparan Indah.


Indah berlari ke toilet, mencuci wajahnya dan berkumur beberapa kali saat ia kembali mengingat apa yang sudah dilakukan Ibra kepadanya. Indah menatap dirinya sendiri di cermin, bibirnya terlihat lebih bengkak, dari biasanya. Ini adalah pertama kalinya seorang pria melakukan hal itu kepadanya.


"Aku membencimu mas!!" ucap Indah yang kemudian kembali mencuci wajahnya


Ibra terduduk di sofa, dia terdiam dan kembali teringat kegilaan yang baru saja dia lakukan kepada Indah. Ibra tidak habis fikir kenapa dirinya bisa segila itu hanya karena Indah mengatakan jika mereka orang asing.


Perlahan Ibra memegangi bibirnya sendiri saat kembali teringat begitu manisnya rasa yang sempat beberapa menit ia rasakan bersama Indah. Ada rasa bersalah, namun jiwa devil nya lebih berkuasa saat itu. Ini adalah pertama kalinya Ibra mau melakukan hal itu bersama seorang wanita. Selama ini dirinya tidak pernah mau melakukan hal itu kepada wanita bayarannya, meski mereka melakukan hal lebih dari itu.


Indah sudah kembali ke meja kerjanya setelah cukup lama menenangkan dirinya.


.

__ADS_1


Jam kerja telah usai, indah yang masih merasa kesal kepada Ibra memilih pulang lebih dulu. Indah belum siap untuk menatap wajah itu lagi, apalagi setelah kejadian siang tadi. Indah memilih menaiki taksi dan segera kembali ke apartemen mereka. Sementara Ibra yang baru menyelesaikan pekerjaannya, segera berberes dan ingin segera pulang.


Saat Ibra keluar dari ruangannya, dia hanya bertemu dengan David yang juga baru saja keluar dari ruangannya . Keduanya terdiam ketika sama-sama melihat meja kerja Indah sudah kosong


"Sore tuan" sapa David


"Hem,,, Oh iya Vid, Nanti tanggal 20 kamu ikut denganku ke California" ucap Ibra


"Tanggal 20 tuan?" tanya David


"Iya, aku akan meninjau lokasi proyek baruku" ucap Ibra


"Sampai tanggal berapa tuan?"


"Tanggal 24" jawab Ibra


"Maaf tuan, sepertinya saya tidak bisa ikut"


"Kenapa?"


"Karena saya harus mengantar adik saya berobat ke Jakarta tuan, dan kami sudah mendapatkan jadwal di tanggal 22 sampai 23 nanti. Ibu saya tidak mungkin pergi mengantar adik, karena ibu saya tidak bisa melakukan perjalanan jauh" jawab David


"Hmm,, ya sudah kalau begitu" ucap Ibra menghela nafas kasar


"Maaf tuan"


"Tidak masalah" jawab Ibra yang kemudian pergi meninggalkan David.


.


Sampainya di apartemen,,,,


Ibra masuk kedalam apartemen dan terlihat apartemen itu sangat sepi. Ibra mencari-cari keberadaan Indah, disetiap sudut ruangan namun tidak menemukannya. Lalu Ibra memberanikan diri untuk membuka kamar Indah namun kamar itu terkunci


Tok


Tok


Tok


Beberapa kali Ibra mengetuk pintu namun tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.


"Indah! buka pintunya!" ucap Ibra


"Indah!"


"Buka pintunya! atau aku dobrak pintu kamarmu!" ucap Ibra


Ceklekkkk

__ADS_1


Indah membuka pintu dengan wajah cemberut


"Ada apa mas?" jawab Indah malas menatap Ibra


"Kenapa kau pulang lebih awal?!" tanya Ibra


"Jam kerja sudah selesai, apa yang saya tunggu?" jawab Indah


"Nih!" ucap Ibra memberikan paperbag merah maroon kepada Indah


"Apa ini?!" tanya Indah


"Pakai itu untuk makan malam nanti!" ucap Ibra


"Gak! gak mau ikut!" jawab Indah


"Oh!! benar kamu gak mau ikut?!" tanya Ibra meyakinkan Indah


"Ya" jawab indah


"Oke! tidak masalah! aku juga tidak akan pergi malam ini! aku akan di apartemen saja dan menghabiskan waktu berdua denganmu!"


"Seperti tadi siang,,,!" bisik Ibra sukses membuat Indah mendelik


"Mas Pikir,,,,,"


"Apa?! hanya ada 2 pilihan! ikut aku pergi atau kita akan mengulang yang tadi siang! bahkan akan lebih dari itu!" ucap Ibra dengan menantang


Indah semakin kesal, dia tidak ada pilihan lain selain kedua pilihan yang diberikan oleh Ibra. Daripada Indah mengulang hal tadi siang, lebih baik dia memilih untuk ikut pergi bersamanya


"Ya, aku ikut pergi!" jawab Indah yang kemudian berbalik masuk lagi ke dalam kamarnya dengan kesal


Duaarrrrr


Indah membanting pintu dan membuat Ibra kaget


"Astagfirullah!!" ucap Ibra mengusap dadanya sendiri


.


.


.


.


Bersambung....


Yuk Follow IG nya uni😘

__ADS_1


Banyak teman banyak Rejeki😍


Instagram : @uniramadhani.id


__ADS_2