
Kata apa yang pantas untuk Indah katakan pagi ini?.
Saat sudah terbangun dari tidurnya, Indah kembali teringat apa yang sudah ia lakukan semalam bersama Ibra. Lebih memalukan lagi, Indah yang semalam meminta bahkan memohon pada Ibra untuk menyentuhnya berkali-kali. Wajah Indah tiba-tiba memerah, dan ia pun menenggelamkan wajahnya lagi namun membentur dada bidang Ibra dan membuat Ibra terbangun
"Indah ada apa?" tanya Ibra kaget dan langsung menekan saklar lampu utama disampingnya.
"Gak papa mas" jawab Indah kaget saat Ibra malah bangun
"Kenapa wajahmu merah begitu?!" tanya Ibra saat Indah mendongak dan menatap Ibra
"Ah, gak papa mas!" ucap Jawab Indah yang langsung menunduk menyembunyikan rasa malunya
"Puuftt,,, jangan bilang soal semalam?! cie cieeee yang ketagihan!" ucap Ibra malah menggoda Indah
"Apa-apaan sih mas!! ngeselinnnn bangettt!" ucap Indah dibuat semakin malu. Indah mengubur dalam-dalam wajahnya di dada bidang Ibra dan tidak ingin menampakkan sedikitpun wajahnya.
"Ehh,,, udah subuh ini, ayah pasti nunggu mas ke masjid! ayo mandi nda!" ucap Ibra saat mendengar suara adzan subuh berkumandang.
Terpaksa Indah mengangkat wajahnya dan Ibra beranjak tanpa menggunakan apapun tanpa malu.
"Cieee cieee ketagihan jagung super Abang!" ucap Ibra dengan menunjukkan kenakalannya
"CEPET MANDI SANAAAA!!" Sungut Indah menutup wajahnya kedalam bantal.
Ibra tertawa terbahak-bahak, kemudian berlari ke kamar mandi. Sementara Indah masih bergelut dengan selimut dan rasanya tidak ingin melihat suaminya lagi karena malu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ibra sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Indah tengah menyiapkan pakaiannya.
"Terimakasih istri" ucap Ibra kembali mencolek pinggang Indah
"CK! Mesum banget!" ucap Indah yang kemudian berlalu pergi ke kamar mandi sementara Ibra sudah bersiap ke masjid bersama Ayah mertuanya.
Ibra dan pak Idris baru saja sampai dirumah, sementara indah dan ibu Ayu tengah menyiapkan sarapan.
"Ibu gak jualan hari ini?"
"Enggak, memangnya kamu gak tau, kedai kita lagi di,,,,," ibu ayu langsung diam ketika keceplosan bicara
"Lagi di apa Bu?!" tanya Indah penasaran
"Direnovasi" jawab pak Idris saat menghampiri Indah dan Ibu
"Renovasi?!"
"Iya, suamimu yang merenovasi kedai kita" jawab pak Idris.
__ADS_1
Indah terdiam dan selanjutnya mencari keberadaan Ibra
"Dimana mas Ibra yah?" tanya Indah
"Di mobil" jawab Ayah
Kemudian Indah menyusul Ibra yang masih berada didepan rumah dan tengah memeriksa mesin mobilnya
"Lagi apa mas?" tanya Indah
"Ohh,, indah,,, ini mas cuma ngecek mesin aja. Ada apa?" tanya Ibra
"Mas Ibra bantuin ayah renovasi kedai ya?" tanya Indah
Ibra menghentikan kegiatannya dan menatap Indah yang berdiri disampingnya
"Iya,," jawab Ibra singkat
Indah terdiam sesaat dan keduanya saling menatap.
"Kenapa mas lakukan itu?" tanya Indah
"Aku,,, aku hanya ingin membantu ayah mengembangkan usaha" jawab Ibra sedikit gugup. Tidak mungkin dia akan mengaku begitu saja, jika semua itu dilakukan demi Indah.
"Terimakasih mas,,," ucap Indah dengan senyuman
"Karena sudah membantu keluargaku" jawab Indah
"Iya,,," jawab Ibra tersenyum kaku
"Apa mas mencintai ku, jadi mas membantu keluargaku?!" ucap Indah dengan menelisik
Deg!
"CK! apa yang yang kamu katakan nda?! bagaimana bisa secepat itu kamu menyimpulkan hah?!" ucap Ibra
"Yahh,,, siapa tau ajaaaa kan,, mas udah bucin sama aku! hahaha" ucap Indah dengan tawa renyah namun dihatinya sedikit tercubit atas jawaban Ibra
"Kalau iya bagaimana?!" Ucap Ibra menatap Indah begitu dekat
Indah terdiam, hanya bulu mata lentik ya bergerak lucu beberapa kali. Namun belum lama mereka bersitatap, Indah begitu kaget dan langsung sedikit berteriak
"Maaasss Ibraaa!!"
"Astagfirullah! ada apa nda?! bisa gak sih, gak teriak? kaya toa masjid aja suaramu" ucap Ibra sedikit menjauh
__ADS_1
"Ini,,, ini,,,," ucap Indah kaget saat mendekat pada Ibra dan menyentuh leher Ibra yang terdapat tanda merah kebiruan.
"Astagfirullah!" ucap Indah menutup mulutnya
"Kenapa kaget ?! ini kan buatan mu nda!" ucap Ibra dengan terlihat begitu senang.
"Benar-benar MEMALUKAN!!" Ucap Indah menutup wajahnya dengan tangan dan berlari masuk kedalam rumah.
"Heyy,,!! sudah melakukan harus tanggung jawab nda!" ucap Ibra namun tidak ada jawaban dari Indah karena dia sudah tidak terlihat lagi.
Ibra terkekeh geli melihat indah yang sangat malu setelah apa yang dia lakukan padanya semalam.
"Indah,,, Indah,,,, menggemaskan sekali!" ucap Ibra yang kemudian berjalan masuk kedalam rumah.
Indah dan keluarganya pun sarapan bersama dan Indah sengaja duduk di samping Ibra untuk menutupi Ibra agar tidak terlalu terlihat. Setelah mereka selesai sarapan, Keduanya pun pamit pulang dan akan bersiap ke kantor.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya sudah sampai di apartemen Ibra
"Mas,,, pake ini" ucap Indah saat memberikan foundation
"Untuk apa?! aku gak perlu pake ginian!" ucap Ibra
"Itu,,, untuk nutupin itu mass!" ucap Indah menunjuk pada leher Ibra
"Ah! ini? mau nutup ini?" Ibra mempertegas
"Iya! malu mas aku!" ucap Indah
"Biarkan saja! biar semua orang tau istriku ganas di ranjang!" ucap Ibra dengan kekehan nya
"CK! memangnya siapa yang tau mas punya istri?!" ucap Indah
"David! yang lain pasti nebak-nebak bekas cpang siapa ini!!" jawab Ibra dengan santai
"Siniin mas,!! jangan buat gaduh sekantor!" ucap Indah namun Ibra mengelak. Dia tidak ingin tanda itu di tutupi. Sementara Indah tidak ingin ada yang tau dan berusaha memberikan foundation pada kulit Ibra
"No Indah! I like this! jangan paksa aku menutupi nya!" ucap Ibra menolak
"Terserah!"
Jawab Indah Kesal, marah, tapi pasrah dan menyerah!
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,, 🤍