
Sampai diruangan Ibra, dia langsung masuk kedalam kamar mandinya dan menuntaskan sendiri jagung supernya. Sementara Indah kini tengah duduk termenung, masih terbayang-bayang apa yang sudah dilalui mereka berdua tadi.
"Astagfirullah,, apa yang sedang aku pikirkan?! bahkan aku,,, aku masih terbayang-bayang betapa besarnya! astagfirullah,,, Astagfirullah,,,, astagfirullah,,," ucap indah berkali-kali guna mengusir pikiran kotornya.
kotor sekali, sangat kotor mencemari pikiran indah. Bahkan Indah sempat terpikir pasti itu terasa sangat nikmat karena ukurannya yang luar biasa.
"Hey!! pagi-pagi udah ngelamun aja! nanti kesambet setan ganteng loh!" ucap David membuyarkan lamunan Indah
"Dih! mana ada begitu!" sahut indah yang kemudian mengambil buku dan menghidupkan laptopnya
"Ini setan gantengnya" ucap David menunjuk dirinya sendiri dan Indah terkekeh dengan menggelengkan kepala
"Oh iya ndah, pak boss udah di ruangannya ya?!" tanya David
"Udah,,, tapi kayaknya dia gak bisa di ganggu deh. Lagi badmood dia" ucap Indah
"Ohh,,, gitu!. Ya sudah nanti saja aku ke ruangannya. Nih aku bawain cappucino biar semangat kerjanya!" ucap David
"Makasih yahh teman,,,," ucap Indah saat menerima pemberian David
"Hanya teman nih?" tanya David dengan cengengesan
"Hem,,," sahut Indah
"Hmm,,, patah deh hati Abang!" ucap David dibuat-buat, padahal hatinya sangat sakit karena hanya di anggap teman
"Sudah sana kerja! nanti dipotong gaji baru tau rasa kamu!" ucap Indah
"Baiklah,,,, aku ke ruangaku dulu ya" ucap David dan indah mengangguk
Kemudian David melangkah kan kakinya meninggalkan Indah dimeja kerjanya
"Sedihnya,,, dia hanya menganggap ku teman!" batin David, Kemudian Indah berkutat pada pekerjaan nya setelah kepergian David.
Sementara itu,,,
Ibra yang sudah terlihat lebih segar sekarang, setelah menuntaskan jagung supernya, ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Perbincangan mereka terlihat serius, tak lama Ibra pun mematikan sambungan telfonnya dan memfokuskan diri pada pekerjaannya.
Beberapa menit kemudian,,,
"Apa pak Ibra ada di dalam?" tanya seorang wanita kepada Indah
"Iya,,, anda siapa ya?!" tanya Indah
"Saya Viola, saya kesini sudah ada janji dengan pak Ibra. Apa saya bisa bertemu sekarang?" tanya Viola
"Sebentar" jawab Indah yang kemudian beranjak dan masuk keruangan Ibra untuk memberitahu jika ada orang mencarinya. Tanpa basa basi, Ibra menyuruh Indah mempersilahkan Viola masuk kedalam ruangannya.
"Silahkan masuk,,," ucap Indah dan Viola, wanita cantik berperawakan bak model catwalk masuk kedalam ruangan Ibra.
"CK!! dasar pria mesum!!! gak bisa banget sehari gak mesumin wanita!! Tiap hari ada ajaaaaaa wanita yang cariin dia!! astagfirullah,,, dosa apa ya aku dulu bisa nikah sama pria seperti dia!" batin Indah meratap.
Tanpa sadar, Indah sudah terbawa arus cemburu.
"Mana gelangnya?" tanya Viola
"Ini" ucap Ibra
"Hem,,, sepertinya ini milik wanita spesial hingga kau menyuruh ku datang kesini! padahal kau bisa menyuruh David mengantarnya!" ucap Viola
__ADS_1
"Tidak perlu kepo! cukup kerjakan tugasmu saja!" jawab Ibra
"Baiklah,,, kapan akan kau ambil nanti?" tanya Vio
"Besok!" jawab Ibra
"What?! kau gila ya!! mana bisa secepat itu hah?! kau ingin membuatku tidak tidur semalaman?!" ucap Viola meledak
"Lusa aku harus ke California, kau hanya punya waktu besok untuk membenarkannya! aku akan membayar mu mahal vio jika kau menyelesaikan besok! jika tidak, aku akan menutup usaha perhiasan mu itu!!!" sarkas Ibra
"CK! benar-benar menyusahkan!" sungut Vio
"Terserah!" jawab Ibra
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang!" ucap Vio dengan kesal
"Ya! cepat kerjakan tugasmu! jangan sampai telat!" jawab Ibra
"Ya!" jawab Vio yang kemudian menyimpan gelang Indah didalam tasnya, lalu dia keluar dari ruangan Ibra dengan wajah masam. Bagaimana tidak, dia hanya di beri waktu sedikit untuk membenarkan gelang yang patah.
"Dia pikir, semudah itu apa!!" dumelan Viola terdengar jelas di telinga Indah
Indah tenganga mendengar ocehan Vio yang terdengar olehnya. Pikiran Indah pun langsung negatif thinking terhadap Ibra
"Pasti pak Ibra meminta dia untuk melayaninya! dia tawarkan uang yang banyak, tapi ditolaknya! CK! benar-benar mesum!!" ucap Indah
"Siapa yang mesum?!"
Deg!
Indah menoleh dan melihat Ibra sudah berdiri tegak didekat indah dengan tangan bersedekap dan tatapan tajam menusuk. Indah tercengang dan kaget ketika melihat Ibra yang sudah berada di sana
"Kamu bilang aku mesum?!" tanya Ibra
"Iya!" jawab Indah
Sekali tarik, tangan Ibra sudah menyeret indah dan membawanya masuk kedalam ruangannya. Indah yang masih dalam mode kaget pun mengikuti langkah Ibra yang membawanya kedalam ruangannya. Tanpa disadari indah, Ibra membawanya ke kamar pribadi nya dan tersadar saat ibra menghempaskan Indah ke tempat tidur.
Indah melihat di sekeliling tempat itu, lalu berkisrut mundur saat Ibra merangkak naik keatas tempat tidur itu juga
"Bapak mau apa?" ucap Indah gemetar
"Kamu bilang aku mesum kan?! aku akan mesumin kamu! apalagi?!" ucap Ibra menakut-nakuti Indah dengan seringai nakalnya
"No!! Bapak gak boleh menyentuh saya!!" ucap Indah
"Kenapa tidak boleh?! kau istriku! dan aku berhak atas dirimu!" ucap Ibra yang kemudian menarik kaki indah dan membuatnya terperosok dibawah Kungkungan Ibra.
"Aaaaa" teriak Indah saat kakinya ditarik dengan kuat
"Bapak bilang,,, tidak akan pernah menyentuh saya! tapi,, kenapa bapak melanggar itu?!" ucap Indah terbata karena Ibra sudah semakin dekat pada wajahnya
"Karena kamu yang terus memancing ku!" ucap Ibra
"Tidak! aku tidak pernah memancing!" Elak Indah
"Penolakan mu itu yang membuatku semakin terpancing!! " Ucap Ibra
Bruuukkkkkkkkkk
__ADS_1
Ibra terjatuh, dan hampir terjengkang kebelakang saat tanpa persiapan, mendapat dorongan keras dari Indah, kesempatan itu tidak disia-siakan Indah untuk melepaskan diri dari boss sekaligus suami mesum nya.
Namun belum sempat indah turun, Ibra sudah kembali menarik kaki nya hingga kini Indah berada dibawah Ibra dengan posisi tengkurap.
"Apa kau suka dengan gaya seperti ini, hem?!" ucap Ibra berbisik ditelinga Indah
"Aaaaa,,," teriak Indah saat mendapat remasan nakal dari belakang
"Gak pak! tolong lepaskan saya!" ucap Indah
"Tidak semudah itu istriku,,,karena kamu sudah berani mengatai suamimu sendiri, maka kamu harus mendapat hukuman!" bisik Ibra membuat indah bergidik ngeri.
Kemudian dengan perlahan, Ibra melepaskan hijab Indah dengan posisi masih mengunci indah. Lalu Ibra menenggelamkan wajahnya ke samping Indah dan membuat indah geli sekaligus mengantarkan getar-getar aneh yang baru pertama kali dia rasakan.
"Geli masssssss!" ucap Indah saat merasakan gesekan menggelikan dari ujung hidung Ibra pada kulit lehernya
Ibra tak bergeming, dia terus saja mengendus, meniup dan menyentuh area itu dengan hidung mancungnya. Sangat wangi dan membuat Ibra mabuk kepayang
"Aaaaaa" teriak Indah saat merasakan kulitnya seperti dihisap kuat meninggalkan rasa sakit dan juga nikmat secara bersamaan. Tiba-tiba Indah merasa kehilangan kendali, meminta lebih dari sekedar itu.
"Bagaimana?!" tanya Ibra
"Lepaskan,,,,, aku mas,,,!" ucap Indah memelas namun sebenarnya ingin lebih.
Indah tidak ingin menyerah begitu saja kepada Ibra, meski tidak dipungkiri sentuhan itu membuatnya terbuai. Tapi Indah tidak mau setelah Ibra mendapat semuanya, bisa saja dia mencampakkannya seperti Wanita-wanita nya.
"Masih berani mengatai suamimu?!" tanya Ibra
"Enggak! janji gak akan bicara seperti itu lagi" ucap Indah dengan sungguh-sungguh
"Bagus!! mas pegang janjimu!" ucap Ibra yang kemudian melepas Indah begitu saja
Begitu dilepaskan, indah langsung duduk dan mengambil hijab dan memakainya.
"Kenapa pakai hijab terus sih?! , kita sudah menikah, bahkan kamu tidak perlu memakainya saat bersamaku diarea tertutup" ucap Ibra
Indah hanya diam dan kesal saat menatap Ibra,
"Jangan mengatai ku di dalam hati! atau aku akan hukum kamu lebih dari yang tadi!" ucap Ibra memasang raut wajah sangar
"Gak kok!" sahut Indah yang langsung turun dari tempat tidur
"Mau kemana kamu?!" tanya Ibra
"Kerja!" jawab Indah yang kemudian memilih keluar dari ruangan Ibra Sementara Ibra masih duduk di tempat tidur nya dan menatap kepergian indah
Begitu Indah membuka pintu
Deg!
.
.
.
.
Bersambung,,,, 💕
__ADS_1