
Setelah mengantarkan Kina ke apartemen Ibra, David menumpang sholat subuh sebentar sebelum ia akan pulang. Saat David sudah akan pulang, Kina pun menahan David untuk sarapan bersama.
"Aku pulang dulu Kina" ucap David
"Kita sarapan dulu ya kak, aku udah siapin sarapan untuk kita" jawab Kina saat tengah menata makanan diatas meja.
"Memang kamu bisa masak?" tanya David
"Kalau cuma buat ginian, aku juga bisa kak! cuma kalau masak beneran,,, yahh gak bisa hehehe!! ini itung-itung buat bales kebaikan kak David karena udah temenin aku semalem. Aku gak mau punya hutang budi" jawab Kina
David kemudian duduk dan keduanya menikmati sarapan yang dibuat oleh Kinara.
Tidak ada yang bicara, keduanya pun fokus menghabiskan sarapan mereka. Namun sesekali David mencuri pandang pada gadis yang duduk disebelahnya. Setelah selesai, David pun berpamitan kepada Kinara.
"Makasih sarapannya, aku pamit pulang" ucap David
"Iya, Oh iya nanti kalau sudah ada kabar keberadaan kak Ibra dari pak Adam, kasih tau Kina ya kak" ucap Kina dan di angguki David.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, hati-hati"
Lalu David pun keluar dari apartemen Ibra dengan senyum kecil, sementara Kina akan segera membereskan dapur setelah kekacauan yang dibuatnya.
"Untung aja kak David gak lihat ini semua, kalau lihat,,, malu banget aku!" ucap Kina mengeluarkan perkakas dapur yang disembunyikan di dalam lemari. Lalu Kina mencuci semua perkakas itu sebelum Indah pulang dan Kina takut Indah akan mengamuk jika melihat dapurnya berantakan karena ulahnya. Jujur saja, ini kali pertama Kina membuat sarapan seumur hidupnya.
Sementara itu di rumah sakit,,,,,
Sepertinya kebahagiaan yang belum lama di rasakan Ibra, kini sedikit terusik. Bagaimana tidak, sekembalinya Ibra dari mengambil ponsel di mobil dan ia pun tak lupa memberi kabar kepada Kina adiknya, keluarga Indah dan juga mami jika Indah tengah dirawat dirumah sakit. Ibra pun juga mengabarkan jika saat ini Indah tengah hamil muda. Kabar itu begitu membawa kebahagiaan untuk semua keluarga.
Kini Ibra dirundung nestapa, ketika Ibra mendekati Indah malah Indah berlari kekamar mandi dan muntah-muntah tak jelas.
"Sayang,,,,, kamu gak papa kan?!" ucap Ibra dari luar kamar mandi dengan perasaan khawatir
"Mas pergi!" ucap Indah dari dalam kamar mandi
__ADS_1
"Pergi?! apa maksudnya?!" batin Ibra.
Ibra masih diam didepan pintu kamar mandi memikirkan ucapan Indah, sementara indah fikir Ibra sudah pergi dan ia pun membuka pintu kamar mandi.
Ceklekkkk
"Sayang,,,,"
Indah kembali menutup mulut dan hidung saat melihat Ibra didepannya. Kemudian Indah kembali menutup pintu kamar mandi dan terdengar ia kembali muntah-muntah didalam.
"Astagfirullah! ada apa ini?!" ucap Ibra yang kemudian mencari dokter untuk memeriksa kondisi Indah saat itu.
Tak lama kemudian Ibra datang bersama dokter kandungan, namun Ibra tidak berani mendekat karena takut Indah akan kembali muntah-muntah. Sementara Indah terlihat begitu pucat, dan tak berani melihat kearah Ibra yang tengah duduk di sofa.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Ibra kepada dokter
"Kondisinya sudah membaik pak, hanya saja ibu sedikit lemas akibat morning sick. Tidak perlu khawatir, istirahat yang cukup, dan ditunjang dengan makanan bergizi juga vitamin agar kondisinya tetap stabil" jawab Dokter
"Tapi dok, Istri saya selalu muntah jika saya dekati, bagaimana bisa begitu?!" tanya Ibra sementara Indah hanya diam dan tidak ingin melihat Ibra
Dokter tersenyum kecil melihat kecemasan Ibra
"Wajar apanya dok?! gimana saya bisa tenang, istri saya tidak mau melihat saya?!" ucap Ibra gusar
"Setiap ibu hamil mengalami hal-hal yang menurut nalar orang biasa itu sedikit aneh. Tapi itulah Ibu hamil pak, pengaruh hormon pada kehamilan yang membuat istri Anda seperti itu."
"Sampai kapan dok?" tanya Ibra lagi
"Kalau itu tidak bisa di pastikan waktunya, namun biasanya hal seperti itu akan berakhir setelah melewati 3 bulan pertama"
"Apa dok?! 3 Bukannnnn?!" ucap Ibra kaget
" Ini masa-masa ngidam dan juga perubahan hormon pada ibu hamil yang sangat signifikan. Ibu hamil tidak bisa di prediksi situasi hatinya pak, kadang cepat sekali emosi, kadang sedih sendiri, kadang ini dan itu, semua bisa terjadi pada ibu hamil meski tidak sama setiap yang dialami ibu hamil. Jadi,,,, sabar ya pak, menghadapi ibu hamil" ucap dokter dengan tersenyum ramah
Ibra terperanga mendengar penjelasan dokter, tidak mungkin jika dirinya tidak menyentuh Indah selama itu, bagaimana mungkin, disaat lagi sayang-sayangnya dia harus meneguk pahitnya perpisahan yang dikarenakan hormon kehamilan Indah yang tidak ingin berdekatan dengan Ibra.
"Haruskah kau menyiksa papamu nak?! mana tahan,,, papa berpuasa 3 bulan lamanya?! belum lahir saja sudah begini,,,,, papa menderita nakkkkk" jeritan hati Ibra saat hanya bisa menatap Indah dari kejauhan.
__ADS_1
Sementara Indah hanya diam, ingin menatap suaminya, namun Indah tidak sanggup untuk menatapnya. Tak lama kemudian Ayah dan ibu Indah sampai di rumah sakit,
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab Ibra dan Indah
"Gimana kondisimu sayang?" tanya ibu ayu
"Sudah lebih baik Bu" jawab Indah
"Ibu dan ayah seneng banget denger berita bahagia ini, sebentar lagi kami akan dipanggil kakek dan nenek. Sehat-sehat ya cu" ucap ibu Indah saat mengusap perut Indah
"Aamiin" jawab Indah
Pak Idris sedikit heran, karena Ibra duduk di sofa dan sedikit lebih jauh dari bed. Lalu pak Idris duduk di samping Ibra
"Kamu kenapa?" tanya pak Idris
"Indah gak mau didekati Ibra yah,,," jawab Ibra
"Maksudmu?" tanya pak Idris
"Kata dokter karena hormon kehamilan, Indah selalu muntah setiap didekat Ibra. Baru pagi ini sebenarnya yah. Semalem enggak. Dan kata dokter hal seperti ini bisa sampai 3 bulan" ucap Ibra mengadu
"Ohh begitu,, Jadi itu yang membuatmu sedih?!" tanya pak Idris dan Ibra mengangguk
"Kamu yang Sabar ya,,, " ucap pak Idris dan di angguki oleh Ibra.
Karena kondisi Indah yang tidak ingin berdekatan dengan Ibra, terpaksa keduanya harus terpisah. Jalan tengah yang diambil adalah Indah akan menginap dirumah kedua orang tuanya selama fase tiga bulan pertama kehamilannya sementara Ibra akan tetap tinggal di apartemen nya.
Namun sepertinya Ibra keberatan jika harus terpisah jauh seperti itu, Karena cintanya baru saja diraih, masak harus LDR dalam waktu yang cukup lama. Ibra pun menyusun rencana matang agar tetap bisa menemani Indah disaat-saat kehamilannya. Meski harus mencuri-curi waktu.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,, 💕