Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Takut Dosa


__ADS_3

Sepulang nya dari dokter, Indah meminta Ibra mengantarkan nya ke rumah keluarga Indah untuk mengambil barang-barang nya. Indah memutuskan untuk kembali tinggal di apartemen karena kondisinya sudah lebih baik meski nanti dirinya akan tetap menutupi matanya jika berdekatan dengan suaminya. Indah merasa sudah tidak kuat lagi jika harus berjauhan setiap malam, karena baginya pelukan hangat Ibra membuatnya tidur lebih nyenyak.


"Sudah semua sayang?" tanya Ibra melihat Indah yang berada di dalam kamarnya


"Udah mas,,," jawab Indah


"Sini mas bawakan" jawab Ibra menarik koper Indah kedepan. Tentunya keduanya juga sudah membicarakan hal itu kepada kedua orang tua Indah, dan mereka sama sekali tidak keberatan. Toh Indah tinggal bersama suaminya.


Sampainya di apartemen, Ibra memasukkan Koper itu kedalam Kamar diikuti Indah dibelakangnya. Ibra mengambil kain hitam Indah dan menutupkan pada matanya


"Istirahat lah, mas akan temani kamu beristirahat" ucap Ibra menuntun Indah untuk berbaring di tempat tidur.


"Ribet banget ya mas" ucap Indah dengan tersenyum


"Gak papa, kita nikmati saja setiap prosesnya, yang penting kita selalu sama-sama" ucap Ibra saat Indah sudah berbaring berbantalkan lengan kekarnya.


Jari-jari lentik Indah membelai lembut da da bidang Ibra, meninggalkan rasa geli menggelitik


"Jangan menggoda,,, takut mas lepas kendali nanti" ucap Ibra merem melek saat jari-jari nakal itu tak berhenti menggodanya. Sementara indah dengan jahilnya malah tidak menghentikan tingkahnya


"Nantangin nih?!" ucap menangkap tangan Indah yang menyenggol sedikit kepala belut


"Haha,,, gak mas! canda ajaaa!" ucap Indah dengan tersenyum geli


"Nda, Besok mas ke Jakarta. Kamu gak papa kan disini sama Kina?" ucap Ibra dengan membelai lembut wajah istrinya


"Iya mas gak papa. Berapa hari?" tanya Indah


"Cuma 2 hari, mas pergi sama Zack dan Dores. Emm,,, sebelum besok berangkat, mas boleh gak bertamu, mau jengukin Utut,, hehee" jawab Ibra malu-malu. Sebab tak tahan sudah di pancing Indah terlanjur bangun dan butuh lawan untuk diajak gelut


"Boleh, gak dikunci kok mas. Asal jenguknya pelan-pelan ya, jangan brutal. Kasian Utut keguncangan keras" ucap Indah dan disambut baik oleh Ibra.


"Siapppp Sayang!! Utut, papa jenguk yahhh" ucap Ibra yang seperdetik kemudian sudah memancing Indah untuk diajak bergelut.


Tentunya mereka sudah berkonsultasi dengan dokter terkait hal ini. Boleh saja melakukan hubungan asalkan kondisi janin sudah kuat dan kondisi ibu juga fit. Selama Istirahat beberapa hari kondisi Indah juga sudah stabil tidak ada keluhan lain selain muntah jika menatap suaminya terlalu dekat.


Mendaki gunung lewati lembah, Sungai mengalir indah ke samudera. Bersama kekasih bertualang berdua. Sapuan, sentuhan, gempuran lembut begitu terasa. Menyalurkan semua rasa rindu menggelora. Meski tak bisa segemas seperti biasa, namun cukup membuat Ibra puas walau tak bisa lama.


Mumpung Kinara masih berada di kantor dan diapartement itu hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


"Lelah?"


"Sedikit" jawab Indah dengan tersenyum setelah pergulatan cinta mereka


"Terimakasih sudah boleh menjenguk Utut" ucap Ibra saat mengecup kening Indah


Keduanya beristirahat sejenak, menetralkan kembali nafas yang masih terengah. Meski hanya sebentar sudah membuat keduanya bahagia.


Sementara itu, Kinara dan David baru saja sampai di apartemen Ibra, David ikut masuk kedalam apartemen Ibra karena ingin mengambil berkas yang diminta Ibra tadi pagi sebelum pergi bersama Indah, dan baru bisa ia ambil saat itu karena kesibukannya yang lain.


"Kak David mau minum apa?" tanya Kina


"Gak usah repot-repot, aku cuma mau ambil berkas aja. Tolong ambilkan berkas kolega, kata tuan ada diatas meja kerjanya,," ucap David


"Tunggu sebentar ya" jawab Kinara


Lalu Kinara berjalan menuju meja kerja Ibra yang tak jauh dari kamar Ibra.


"Jangan nakal mas,,, geli ihhh!!" ucap Indah terdengar samar di telinga Kinara


Deg!


"Geliii mas,,, nakal banget sihhhhh!!" ucap Indah lagi seperti sedikit kesal karena terdengar dari nada suaranya. Terdengar gelegar tawa Ibra didalam sana


Kinara ingin cepat-cepat mengambil berkas diatas meja kerja Ibra dan ingin keluar dari apartemen itu.


"Pasti kak Ibra lupa pasang peredam suara di kamar!" batin Kinara.


Saat Kina berbalik, ia dikagetkan dengan keberadaan David dibelakangnya


Dug!


"Astaga!!" ucap Kinara kaget


"Kamu lama banget sih?!" ucap David


"Ssssstttt!!!!" Kina memberi kode diam pada David.


"Ada apa sih?!" sungut David

__ADS_1


"Kecilkan suara Kakak! jangan menggangu kesenangan orang!!" Ucap Kinara memberi kode kearah pintu kamar Ibra


"Ayolah sayang,,,, sekali lagi,,,, janji bentar aja! masih kangen sama Utut" terdengar suara Ibra memohon dan membuat Kinara dan juga David membulat bersama


"OHH,, MY,, GOD!" Ucap Kina yang sontak saja David menutup mulut kina dan menariknya menjauh dari ruangan itu


"Apaan sih kak?!" ucap Kinara melepaskan diri dari David


"Kamu bakal Dewasa sebelum waktunya!" ucap David


"CK! aku udah DEWASA kali! usiaku udah lebih 17tahun! aku bukan ABG lagi! lagian mereka saja yang ceroboh gak dihidupkan peredam suara kamar itu!" ucap Kinara


David menggeleng-gelengkan, lalu mengambil berkas ditangan Kinara.


"Aku pulang" ucap David akan berlalu pergi


Gemuruh hebat melanda David, bukan karena cemburu, namun gilanya David ingin melahap Kinara yang terus saja mengajaknya beradu mulut. David tidak ingin melakukan hal gila yang bisa membuatnya terjerumus kedalam lembah dosa. Dia memilih untuk segera pergi dari tempat itu, sebelum benteng pertahanannya goyah. Sementara Kinara lebih memilih ke kamar dan menghidupkan head set dengan musik yang keras agar tidak mendengar obrolan absurd dari kamar sebelah.


"Nasib jomblo gini banget!! mau punya pacar, tapi kak Ibra gak akan mungkin izinin aku pacaran! huffftt,,, nasib,,, nasib,,,,!!" ucap Kinara merana.


Sementara David masih berada didalam mobil yang terparkir diparkiran apartemen Ibra. David menggeleng-gelengkan kepala saat bayangan Kinara terus saja berputar-putar dipikirannya. Belum lagi mulut nya yang tak henti mengajaknya berargumen, ingin sekali digigit dan dilahapnya tanpa ampun, andai saja melakukan itu bukan dosa.


"Astagfirullah,,!! otakku konslet gara-gara tuan dan Indah ini,,,!!" ucap David memijit mijit keningnya sendiri yang terasa pening.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,, 💕


Mana nih dukungan readersnya uni??


kok sepi bangetttt😑


Sedihhh deh jadinya😪

__ADS_1


__ADS_2