Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ke Kantor Suami


__ADS_3

Ibra dan Indah sudah sampai dirumah sakit, keduanya pun berjalan beriringan menuju ke ruangan Kinara dirawat. Melihat jari jemari lentik indah sebelah kiri yang kosong, ingin sekali tangan kekar itu meraihnya dan menggenggam nya erat. Namun rasa itu langsung ditepis Ibra agar segera menghilang.


Ceklekkkk


"Assalamualaikum" ucap Ibra saat membuka pintu VIP


"Wa'alaikumsalam" jawab Kinara dan juga mami bersamaan


Indah tersenyum ramah saat ikut masuk kedalam ruangan itu


"Kak Indah ya?" ucap Kinara begitu senang


Indah masuk dan menyalami mertuanya dan juga adik iparnya


"Iya,,,, bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Indah


"Sudah lebih baik kak,, akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan kak Indah. Cantik" ucap Kinara


"Kamu juga cantik,,, oh iya ini kakak bawakan bubur ayam. Semoga kamu suka" ucap Indah


"Mami, aku mau makan" ucap Kinara


"Baiklah,," jawab mami


"Ini Indah bawakan sarapan juga untuk mami" ucap Indah


"Terimakasih,, kalian sudah sarapan?" tanya mami


"Sudah mi, tadi kami sarapan dirumah" jawab Indah yang kemudian duduk di sebelah Ibra


"Kak Indah kok mau sih nikah sama kak Ibra?! dia itu kan ngeselin?!" ucap Kinara dan sukses membuat indah kaget


"Kinaaaaa!!" ucap Mami


"Hehe,,, kan emang kak Ibra itu ngeselin mi!" ucap Kinara


Sekilas Indah melirik kearah Ibra yang terlihat bermuka masam.


"Kau ini, jika ada kakakmu, kalian selalu bertengkar, giliran gak ada ditanyaain terus!" ucap Mami dan hanya terdengar kekehan Kinara


"Bagaimana perjalanan kak Indah? apa menyenangkan?" tanya Kinara lagi


"Lumayan melelahkan, tapi demi kamu gak masalah, kak Indah mabuk perjalanan sedikittt" jawab Indah


"Terimakasih sudah menjenguk ku" ucap Kinara


"He'em,,, kamu harus cepat sembuh" ucap Indah

__ADS_1


"Aku sudah sembuh kok,, iya kan mami?" tanya Kinara dan mami hanya mengangguk dengan wajah haru.


Sebenarnya mami merasa sedih, Kinara mengidap sakit yang serius, dokter sudah memvonis, dia tidak akan bisa sembuh total dan akan sering keluar masuk rumah sakit jika Kinara terlalu stress bahkan perlahan bisa menghapus memori ingatan Kinara secara perlahan. Namun demi Kinara, mami akan melakukan segala nya


Waktu menjelang siang,,,


Ibra pamit akan ke kantornya sebentar kepada mami, Kinara dan juga Indah. Namun sang mami yang ingin Ibra dan indah lebih dekat sebisa mungkin menyuruh Ibra dan Indah pergi berdua bagaimana pun caranya. Tekad mami dan ibu Ayu sudah bulat, untuk menyatukan kedua anak mereka.


"Ajaklah Indah, dia kan belum pernah melihat kantormu" ucap mami


"Aku hanya sebentar mi" ucap Ibra


"Iya,, apa salahnya diajak? toh dia juga sekertaris mu kan? lagian ini kan pertama kalinya Indah ke Turki, ajak dia keliling kota juga" ucap mami


"Indah bisa disini saja mi sama mami dan Kina" jawab Indah


"No,,,! kamu ikut saja dengan Ibra, biar mami yang menjaga Kina. Nanti kalian bisa kesini malam, bergantian jaga dengan mami" ucap mami


"Ya sudah, ayo nda" ucap Ibra


Kemudian Indah pamit kepada mami dan juga Kinara untuk ikut Ibra ke kantornya. Keduanya pun berjalan menuju ke mobil Ibra yang terparkir di depan rumah sakit.


"Apa ada rapat mas?" tanya Indah


"Tidak, aku hanya ingin mengambil dokumen dan juga memeriksa beberapa laporan" jawab Ibra ketika mereka sudah berada didalam mobil.


Indah ingin sekali bertanya pada Ibra, kenapa dia jarang memberi kabar kepadanya, namun lidahnya kelu untuk bertanya. Lagian Indah tidak ingin Ibra merasa besar kepala, KeGRan jika dia menanyakan hal itu pada Ibra. Begitu juga dengan Ibra, ingin bertanya apa selama dia tinggal, indah merindukannya atau tidak, apa saja yang dilakukan Indah selama Ibra tidak ada? meski Ibra sedikit tau kegiatan Indah di kantor Dari orangnya, namun tidak semua aktivitas Indah bisa ia jangkau. Tidak ingin Indah besar kepala, Ibra pun menahan diri untuk tidak bertanya itu kepada Indah.


Lalu mereka berjalan masuk kedalam kantor. Tentu saja kedatangan mereka berdua bersama membuat tanda tanya besar pada semua orang yang melihat. Pasalnya Ibra tidak pernah datang berdua bersama wanita, bahkan Ibra tidak mengizinkan wanita manapun ikut kedalam mobilnya. Termasuk Sofia, sekertaris nya sendiri.


Sapa dan hormat dilakukan oleh setiap pegawai yang melihat kedatangan Ibra.


"Selamat siang Tuan" ucap Sofia dengan ramah


"Berikan laporan yang aku minta" ucap Ibra


"Sudah ada di meja tuan" jawab Sofia


"Oke" jawab Ibra singkat


Kemudian Ibra masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Indah. Tentu saja Sofia sangat penasaran melihat seorang wanita yang dibawa oleh Ibra.


"Siapa wanita itu?" ucap Sofia


Ibra duduk di meja kerjanya, sementara indah memilih duduk di sofa tamu untuk menunggu Ibra bekerja.


"Nda,,, coba kamu kesini" ucap Ibra dan indah menurut.

__ADS_1


"Ada apa mas?" tanya Indah


"Periksa ulang laporan ini" ucap Ibra menyodorkan beberapa lembar laporan kepada Indah. Tentu Indah mengerti Karena itu juga pekerjaan nya. Sementara Ibra tengah memeriksa dokumen yang tengah dipegangnya.


Indah terlihat serius ketika memeriksa laporan didepan meja Ibra. Tidak ingin ada yang salah, beberapa kali Indah memeriksanya tanpa ada yang terlewat


"Sepertinya gak ada masalah mas dengan laporannya, datanya lengkap, nilainya juga " ucap Indah


"Oke" sahut Ibra


Tak lama kemudian sofia masuk kedalam ruangan Ibra dengan membawakan makanan makan siang untuk Ibra dan tamunya. Sofia sedikit terkejut saat melihat Indah tengah memeriksa laporan yang diberikan tadi kepada Ibra.


"Apa dia akan menggantikan aku sebagai sekertaris tuan? ahh yang benar saja!" batin Sofia takut jika posisinya sebagai sekertaris akan di gantikan oleh orang lain


"Tuan, ini makan siang anda,," ucap Sofia


"Letakkan saja di sana" jawab Ibra


Kemudian Sofia meletakkan makanan yang ia bawa di meja makan.


"Ada yang bisa saya bantu lagi tuan?" tanya Sofia


"Tidak, cukup persiapkan rapat untuk besok" ucap Ibra


"Baik tuan" Kemudian Sofia keluar dari ruangan Ibra


Setelah Sofia keluar, Ibra mengajak Indah untuk makan siang bersama. Indah masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci tangannya,


Deg!


Indah terkaget ketika berbalik ada Ibra yang juga berdiri tegak dibelakangnya dan hampir saja mereka bertabrakan.


"Mas" ucap Indah


"Indah" Ucap Ibra


Indah memutus kontak mata mereka, dia melangkah ke kanan, Ibra ke kiri, Indah berganti ke kiri, Ibra ke kanan hingga keduanya sama-sama tidak bisa bergerak maju karena saling menabrak


"Minggir masss! indah mau lewat" ucap Indah setengah meninggi.


Indah tidak mau sampai Ibra tau bagaimana kondisi jantungnya yang seperti sedang konser itu.


"Lewat saja!" jawab Ibra


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,, 🤍


__ADS_2