
Setelah kejadian Kinara membuat teh rasa air laut, kinara bertekad kuat untuk bisa memasak. Kinara sangat malu jadi bahan tertawaan orang dirumah terutama Ibra dan juga mami, sementara David dan Indah mana berani mentertawakan kinara.
Setiap pagi, dan sore hari jika kinara tidak ada pekerjaan lain, dia segera turun kebawah untuk ikut memasak bersama Indah dan juga mami, agar dia bisa dengan cepat bisa membuat masakan untuk suaminya tercinta. Masih terngiang-ngiang di otak kinara atas ucapan kakaknya.
"Perut kenyang, ranjang di goyang!"
Keduanya belum bisa terrealisasi dengan baik, karena David harus berpuasa selama seminggu ini dan Kinara juga tengah sibuk kuliah juga privat masaknya bersama mami dan kakak iparnya. Banyak makanan yang kinara pelajari, dan kinara pun mengikuti cara-cara Indah memperlakukan kakaknya.
Sementara itu, Ibra dan David disibukkan dengan pemulihan perusahaan yang di tinggalkan papi. Setelah hasil rapat pemegang saham beberapa hari lalu, mereka memutuskan untuk tetap berada didalam perusahaan itu. Mendapat keyakinan penuh dari Ibra membuat mereka mengurungkan niatnya untuk menjual saham mereka. Mereka semua Percaya dengan kemampuan Ibra dalam memimpin perusahaan itu. Kali ini David bukan bertindak sebagai asistennya lagi, melainkan wakil CEO sehingga david memiliki wewenang mengambil keputusan, jika Ibra tidak ada di tempat.
"Bagaimana ikan gurame nya kina?" tanya Indah kepada Adik iparnya
"Nyungsep kak! wah,,, gagal lagi nih! dia gak bisa terbang kak!" jawab Kina sebal melihat ikan gurame yang tidak membentuk ikan terbang.
"Hihihi besok coba lagi" kekeh mami melihat wajah putrinya cemberut
"Gak papa modelnya gitu, yang penting kan rasanya" ucap Indah
"Agak gosong sedikit tapi,,, kina malu,,," wajah kinara menjadi sedih
"Assalamualaikum" terdengar suara Ibra masuk bersama david dan menghampiri mereka di dapur
"Wa'alaikumsalam" jawab Semua orang
Lalu Ibra dan David duduk di meja makan untuk ikut makan siang bersama hari itu.
"Wahh,, masak banyak lagi nih" ucap Ibra melihat makanan yang cukup bermacam-macam diatas meja
"Iya mas,, ini kinara lagi lohh yang masak" jawab Indah
"Ayo kita makan bersama" sahut mami
Indah mengeluarkan ikan gurame terbangnya di atas meja, tapi Kinara tidak juga membawa hasil karya tangannya karena malu
"Loh, mana ikan kina tadi?" tanya Mami
"Gak usah di makan mi,,, itu aja punya kak Indah" jawab Kina
"Loh kenapa yank?" tanya David
__ADS_1
"Gak enak, gosong" jawab Kinara
"Bawa sini, nanti kak David yang makan" ucap David dengan lembut
Kinara ragu, tapi tetap menurut untuk mengeluarkan ikan gorengnya. Benar saja, ikan gurame itu hampir gosong dan bentuknya pun tidak lah secantik buatan Indah. Ibra sudah hampir tertawa jika saja Indah tidak mencubit paha suaminya
"Ahh gak gosong kok, sini duduk" ucap David memundurkan satu kursi dan mempersilahkan Kina duduk
Semua mulai mengambil makanan mereka, begitu juga David yang dilayani oleh kinara seperti yang dilakukan Indah terhadap Ibra. David mengambil ikan goreng yang dibuat kinara, namun wajah kinara nampak ragu
"Jangan di makan kak,," ucap Kinara namun david tetap memakannya
"Enak kok, gurih" jawab David yang dengan lahapnya menikmati ikan goreng kinara.
Mami tersenyum melihat sikap David yang menghargai jerih payah istrinya, begitu juga Ibra dan Indah. Meski rasanya sedikit pahit, tapi David tidak ingin melihat istrinya sedih.
Selesai makan siang bersama, mereka menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat siang sebelum kembali ke kantor. Saat David dan kinara masuk kedalam kamar, David melihat meja belajar kinara cukup berantakan.
"Belum selesai tugasnya?"tanya David
"Sedikit lagi kak, Target kina minggu depan selesai " jawab kinara yang sudah duduk di pangkuan suaminya
"Iya,,, honeymoon yuk kak" ajak kinara
"Kemana?"tanya David
"Ke Bali" jawab Kinara
"Bali? kenapa di Bali?" Tanya David
"Gak papa, pengen aja kesana" jawab kinara
"Boleh, setelah pulang honeymoon kita mampir kerumah ibu mau?" tanya David dan kinara mengangguk
"Jadi,,, unnboxingnya di bali nih?!" tanya Kinara
"Duh,, lama banget dong, belum sembuh ya?!" tanya David
"Udah,,, " jawab Kinara malu-malu
__ADS_1
Seringai David tiba-tiba terlihat, pikiran nya sudah menjurus ke hal messum, mana lagi selama seminggu david sudah menahannya, Rasanya sudah ingin meledak saat itu juga.
Dengan cepat David menarik kinara dan menyatukan mereka. Yang biasanya David kalem penuh kelembutan, kini terasa lebih beringasan dan menggebu. Kinara pun tidak dapat mengimbangi permainannya kali ini. Sepersekian detik kemudian Kinara sudah kehilangan pakaian atasnya.
"Ohh Ya ampun,,,,! apa dia akan melakukannya siang ini juga?! Aku sangat malu jika harus melakukannya di waktu terang" batin kinara saja
Kini berpindah, David sudah mengungkung kinara di bawahnya tanpa melepas penyatuan mereka. David gerah, karena kinara tak kunjung melepaskan kemejanya. Lalu David melepas sendiri pakaiannya dan kinara terlihat tegang seketika. Padahal dia sudah sering melihat David tanpa memakai kaos,tapi,, kali ini terlihat berbeda. Kinara benar-benar terpesona sekarang
"Yakin,, mau,, sekarang kak?" tanya Kinara memberanikan diri bertanya
"Iya,,, aku sudah tidak tahan" jawab David
penuh percaya diri
Tok
Tok
"Maaf Tuan,,, Tuan Ibra sudah menunggu anda di bawah"
David langsung terduduk lesu, misinya gagal . Ingin mengumpat tapi itu sebuah tuntutan pekerjaan. Kinara bangun dan mengusap wajah suaminya
"Pergilah,,, ?" ucap kinara mengerti keinginan suaminya
"Sepertinya kita memang butuh honeymoon sayang. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku, dan kita akan menghabiskan waktu yang banyak hanya berdua" kecup David di kening istrinya
"Sepertinya begitu,,," jawab kinara
"Beristirahatlah, nanti malam kita belah duren ya" David mengkerlingkan mata kirinya dengan nakal
.
.
.
.
.
__ADS_1