
Ibra sudah sampai di apartemen nya, dengan badan sempoyongan ia pun menekan password dan masuk kedalam. Suasana malam itu terasa begitu sepi, karena sang mami sudah pasti tidur di kamarnya. Lalu Ibra berjalan dengan memegangi tembok untuk menuntunnya sampai kedalam kamarnya.
Ceklekkkk
Ibra membuka pintu dan masuk kedalam kamar yang terlihat tamaran. Kemudian ia melepas sepatu dan juga pakaiannya menyisakan boxer pendek miliknya. Setelah itu Ibra akan berjalan menuju kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang masih terasa begitu panas, gejolak jiwa kelaki-lakiannya dipaksa bangun akibat pengaruh obat dari wanita yang tidak dikenalnya.
Langkah Ibra terhenti saat melihat seorang wanita tengah tertidur pulas dibalik selimut coklat tebal miliknya. Samar-samar Ibra mendekat dan memperhatikan siapa wanita yang berani meniduri tempat tidurnya. Beberapa kali Ibra menggelengkan kepala, mengingat siapa wanita itu, namun terlihat asing bagi Ibra. Dia tidak bisa mengenali dengan baik jika itu adalah Indah.
"Apa itu indah?!" ucap Ibra semakin dekat dan memperhatikan wanita itu
Sangat jauh berbeda, wanita dihadapannya yang kini tengah terlelap terlihat lebih cantik dari Indah, dengan rambut panjangnya yang terurai, wajahnya cantik dan damai, begitu mempesona saat lampu tidur remang-remang memberi kesan exotic
"Kau,,, siapa cantikk,,,," ucap Ibra malah merancau saat dirinya tergoda untuk semakin mendekat.
Tangan Ibra terulur menyentuh wajah ayu wanita yang berada dihadapannya. Sontak Indah terbangun ketika merasa sentuhan hangat mengusik tidurnya. Indah tersentak saat melihat Ibra kini tengah memandangi nya begitu dalam, ditambah dirinya tidak mengenakan pakaian sama sekali, hanya mengenakan boxer pendek miliknya saja
"Astagfirullah!! pak Ibra!!" Sarkas Indah yang langsung akan bangun dan teriak
"Aaaa,,,,," belum terlalu keras teriakan Indah, Ibra sudah menutup mulut indah dengan tangannya. Kini Indah semakin takut karena Ibra berada diatas tubuhnya.
"DIAM!!" ucap Ibra dengan nada tinggi dan tatapan kemarahan
Indah diam, dan namun tak berhenti untuk berontak. Indah sangat takut jika Ibra nekad melakukan perbuatan buruk kepadanya. Indah terus meronta namun Ibra masih tetap tak bergeming diatas Indah. Lalu Ibra berpindah mengangkat tangan indah diatas kepala, dan panas tubuhnya semakin membara saat melihat wajah cantik Indah malam itu, belum lagi karena gerakan indah berontak seakan menggoda Ibra untuk berlaku lebih. Keduanya bernafas memburu, peluh keringat sudah bercucuran. Indah begitu takut saat melihat tatapan Ibra seolah akan memakannya
Tiba-tiba saja, Ibra seperti dikuasai sesuatu dan menyerang indah begitu dadakan. Indah menolak dan ia terus menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan seiring Ibra ingin melahapnya
"Tolongggg,,,,, Tolongggg" Teriak Indah dimalam yang sunyi itu
Ibra hanya mampu menjangkau pipi kanan dan pipi kiri Indah karena indah tak berhenti menggerakkan kepalanya
"Pakkk!! sadar pak!!!!" Ucap Indah namun sepertinya Ibra tuli hingga tidak melepaskan Indah sedikitpun
Terdengar samar-samar teriakan indah minta tolong, Mami Ibra terbangun dan beranjak dari tempat tidurnya. Dengan cepat mami Ibra berjalan menuju ke kamar putranya
"Tolongggggggg"
__ADS_1
Mami Ibra membulat saat melihat seorang pria tengah mengungkung Indah dibawahnya. Dengan cepat mami Ibra mengambil sapu dan menghampiri tempat tidur indah
Buk
Buk
Buk
"Krng ajr! beraninya kau berbuat mesum disini!! rasakan ini hah!!! rasakan!!!" Ucap Mami indah membabi-buta memukuli punggung putranya
Ibra berteriak seiring kerasnya pukulan mami mengenai punggungnya, hingga beberapa kali pukulan keras membuat Ibra tumbang menindih indah dibawahnya.
Bruukkkkkkkk
"Uuhhhhhh" Ringis indah saat ditindih tubuh kekar Ibra yang begitu terasa berat.
"I,,,b,,uu to,,long,,," ucap Indah merasa sesak
Buru-buru mami Ibra menjatuhkan sapu yang di bawanya, lalu dia naik keatas tempat tidur besar itu dan mendorong tubuh kekar pria yang menindih indah hingga sesak. Alangkah terkejutnya mami Ibra saat melihat ternyata pria itu tak lain dan tak bukan adalah putranya sendiri
Indah langsung duduk dan terlihat masih ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi. Untung saja mami Ibra datang tepat waktu, jika tidak maka ntah apa yang akan terjadi diantara indah dan juga Ibra malam ini.
"Kamu gak papa?" tanya mami memastikan kondisi Indah
"Pergelangan tangan indah sedikit sakit bu, akibat di cengkraman kuat oleh pak Ibra" ucap Indah memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah
"Astaga!!! anak ini!!!" Ucap mami kesal terhadap Ibra
"Hey bangun!!! dasar anak nakal!!" Sarkas mami membangunkan Ibra namun Ibra sama sekali tidak bergerak, Mami mengulang lagi memanggil Ibra namun dia masih saja tidak bergerak. Hingga mami menyentuh tubuh Ibra dan begitu terkejutnya mami saat merasakan panas dari tubuh putranya
"Astaga!! dia panas sekali ndah!" ucap mami
"Panas?" ucap Indah
"Iya!" Jawab mami
__ADS_1
Lalu mami turun dan berpindah posisi membetulkan Ibra dengan posisi tidur yang benar. Indah tidak tinggal diam, ia pun mengambil air untuk mengompres Ibra setelah mengenakan hijabnya kembali.
"Ini Bu,,," ucap Indah
Mami Ibra mengompres kening Ibra dan sedikit kasihan melihat putranya terbaring lemah begitu.
"Kira-kira pak Ibra kenapa ya Bu?" tanya indah yang sindrom khawatir seperti mami Ibra
"Ntahlah, mungkin saja dia demam" jawab mami
"Demam? tapi,,,," indah berfikir sejenak dan mengingat saat Ibra berada diatas dirinya, indah bisa merasakan senjata pusaka Kramat itu begitu keras. Kobaran gejolak pun begitu terlihat pada kilat mata Ibra.
"Tapi apa ndah?" tanya mami
"Em,, tidak papa Bu" ucap Indah tidak ingin mengatakannya kepada mami Ibra
"Panas,,,, panas,,,," ucap Ibra mengigau saat masih merasakan hawa panas didalam dirinya
Mami segera mengambil kain kompres dan kembali meletakan pada kening Ibra
"Panas,,, panas,,,," ucap Ibra lagi
Kedua wanita beda generasi itu sama-sama bingung, Ibra masih saja berkata panas padahal suhu kamar itu begitu dingin, belum lagi mami Ibra sudah mengompresnya sedari tadi
Tanpa sadar Ibra menyibak kan selimut yang mami pasangkan sebatas setengah dadanya. Sontak kedua wanita itu kaget bukan main ketika melihat dibalik boxer itu sesuatu berdiri tegak hampir seperti tiang bendera. Wajah Indah memerah, dia pun langsung memalingkan wajahnya kesamping dan tidak ingin melihat kejadian memalukan itu.
"Astagfirullah!" batin indah terus beristighfar.
Buru-buru mami menutup kembali tubuh putranya dengan selimut tebal miliknya. Mami pun ikut malu dengan tingkah putranya yang kelewat batas. Bisa-bisanya dia jadi tak terkendali seperti itu didepan mami dan juga Indah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,,,,