
"Kenapa Mas Ibra pengen banget Indah hamil?!" tanya Indah penasaran
Deg!
Ibra terdiam dan menatap Indah yang menatapnya dengan penuh tanda tanya besar.
Ibra mendekat pada Indah tanpa melepas tatapannya sedikitpun.
"Jawaban apa yang ingin kamu dengar?!" tanya Ibra menatap lekad Indah
Da da Indah bergemuruh hebat, bukan hanya pertanyaan Ibra membuatnya terdiam, tapi juga tatapannya yang menghunus hingga kesasar hatinya.
"Kejujuran" Jawab Indah
"Aku ingin anak darimu, kamu tau aku memiliki banyak perusahaan, dan tentu aku harus memiliki penerus yang akan meneruskan perusahaan itu nanti" ucap Ibra
Deg!
" Mas Ibra tidak mencintaiku, dia tidak pernah mencintaiku,,, aku yang terlalu berharap lebih dari hubungan ini,,," batin Indah merasa terpukul. Indah menunduk sebentar kemudian kembali mengangkat wajahnya menatap Ibra
"Semoga saja apa yang mas harapkan bisa terwujud, jika sampai akhir bulan ini aku tidak hamil, maka kita akan berpisah sesuai dengan perjanjian kita saat diawal pernikahan ini" ucap Indah
"Apa kamu bahagia?!" tanya Ibra
Indah tersenyum miris, namun tidak berani lagi menatap Ibra karena bulir-bulir air matanya sudah akan jatuh. Hanya anggukan saja yang mampu Indah berikan sebagai jawaban atas pertanyaan Ibra
"Aku akan menyiapkan makan malam kita" putus Indah sebelum Ibra menyadari sakitnya hati Indah.
Indah akan pergi keluar meninggalkan Ibra sendiri yang masih mematung, perasannya seperti hancur karena merasa cintanya bertepuk sebelah tangan.
Belum sampai Indah melangkah jauh, langkahnya terhenti saat Ibra memeluk nya dari belakang. Begitu erat pelukan itu, membuat Indah menghentikan langkahnya. Sesaat terdengar Isak tangis yang tertahan
"Aku tau kamu merasa sakit, aku tau kamu merasa kecewa dengan jawabanku bukan?!" ucap Ibra namun Indah menggeleng
"Tidak mas, sudah aku katakan tadi, yang ingin aku dengar adalah kejujuran dan aku sudah mendengar sendiri apa yang mas inginkan dariku. Aku,,," Ibra membalik Indah dan mereka kembali berhadapan
"Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat ini, aku tidak tau ini perasaan apa, tapi yang aku tau, aku ingin selalu bersamamu" ucap Ibra menatap lekad Indah
"Aku,,,,"
"Kak,,, kak Ibra,,, itu ada orang yang cari kakak" ucap Kina dari luar kamar Ibra
"Pergilah, ada orang yang mencari mu mas" ucap Indah
"Aku keluar dulu" ucap Ibra yang sebelum pergi keluar sempat mengecup kening indah sesaat.
Lalu Ibra keluar menemui orang itu sementara Indah memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Masih mengganjal dipikiran Indah saat itu atas digantungnya ucapan Ibra yang belum sempat terucap.
"Sebenarnya, aku tidak ingin berpisah darimu mas,,," batin Indah
"Kak Indah ngelamun?" tanya Kina saat melihat Indah yang tengah mencuci sayur namun airnya sudah membanjiri wadah sayur itu.
"Astagfirullah!" ucap Indah kaget dan segera mematikan kran air.
"Ada masalah apa kak?" tanya Kina
"Ah gak ada,, Oh iya tadi kata mas Ibra, kamu pulang bareng David? apa benar?" tanya Indah mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"CK! dasar ember!! sebel deh! pasti kak Ibra ngomong ke kak Indah ya?!" ucap Kina
"Iya,,, ada hubungan apa hayooo?" ucap Indah
"Gak ada kak, aku cuma nebeng aja sama kak David" jawab kina
"Beneran gak ada apa-apanya?" tanya Indah lagi
"Gak ada kak, Oh iya kak David itu gimana sih orangnya?" tanya Kina
"Cieee yang kepo! naksir ya kamu?!" goda Indah
"Haha! keliatan banget ya?! naksir sih belum,,, cuma penasaran hehe!" jawab kina
"Selama kenal sama kakak, dia orangnya baik, supel, dan pekerja keras. Dia sangat sayang sama ibu juga adiknya, dan itu salah satu type suami idaman!" ucap Indah
"Kayak kak Ibra dong! kak Ibra juga sayang banget sama mami dan aku, yahh meski mulutnya gak kira-kira kalau lagi ngomong sama kina, tapi dia sayang banget sama kami. Pasti kak Ibra juga sangat sayang sama kak Indah" ucap Kina tanpa melihat ekspresi Indah. Indah hanya tersenyum miris mendengar ucapan Kinara.
"Indah,,," Ibra menghampiri Indah dan Kinara di dapur
"Iya mas?" jawab Indah
"Malam ini kamu ikut aku ke pertemuan dengan klien kita ya, bersiaplah" ucap Ibra menginstruksikan
"Lah! aku sendiri dong di sini?! kina takut kak!" protes kina
"Kakak keluar hanya sebentar. Setelah penandatanganan kontrak kami segera pulang" jawab Ibra
"Beneran ya gak lama! aku gak mau tinggal sendiri!" ucap kina dan di angguki oleh Ibra.
Lalu Ibra dan Indah pun bersiap untuk pergi, keduanya masih saling diam tanpa ingin menyinggung pembicaraan sebelumnya. Setelah isya, Ibra dan Indah pun berangkat menuju hotel tempat klien itu mengundang.
"Ntahlah, aku juga tidak tau. Kita lihat saja nanti" ucap Ibra
Kemudian Indah akan turun namun ditahan oleh Ibra
"Indah" Indah menoleh kearah Ibra,
sebuah kecupan manis mendarat mulus begitu saja
"Aku masih ada hutang padamu,,, setelah ini akan ku bayar semuanya" Ucap Ibra
"Hutang apa mas?" tanya Indah tidak mengerti
"Nanti kamu akan tau,,," jawab Ibra
Lalu Ibra mengajak Indah turun dari mobil dan keduanya menuju ke kamar klien Ibra.
Begitu sampai di room klien itu, Ibra dan Indah dikejutkan dengan kamar itu disulap menjadi mini bar dengan banyak wanita-wanita cantik penggoda iman disana.
Klien Ibra pun menyambut baik kedatangan Ibra, namun sedikit sensi saat melihat Ibra datang bersama wanita. Padahal biasanya Ibra datang bersama asistennya. Sementara Ibra dan indah merasa tidak nyaman ditempat itu.
"Saya ingin bicara berdua dengan anda, ladies, tolong ajak nona Indah ke penjamuan makan"
lalu Indah dibawa ke meja penuh makanan oleh para dayang-dayang cantik itu, sementara Ibra tengan bernegosiasi terkait kerja sama mereka.
Seorang dayang memberikan minuman kepada boss dan juga Ibra, namun Ibra tidak mau meminum minuman beralkohol. Lalu dayang itu mengganti minumannya dengan yang lain. Sementara Indah sama sekali tidak menyentuh makanan ataupun minuman yang ada di tempat itu.
__ADS_1
"Wanita itu belagu banget!! berasa paling cantik dia! tapi lihat aja! malam ini dia akan tersingkir dari kehidupan tuan Ibra. Aku akan memaksanya memakan makanan beracun ini!" ucap seorang dayang yang memberikan racun pada makanan yang akan diberikan untuk Indah. Lalu Dayang itu menghampiri Indah
"Hai,,, kamu sekertaris nya boss Ibra ya??" tanyanya ramah
"Iya,," jawab Indah
"Sudah berapa lama kerja sama dia?"
"Belum lama juga" jawab Indah
"Dari tadi kamu belum makan, ini aku ambilkan cake untukmu" ucap dayang itu
"Maaf, saya sudah kenyang, tadi sebelum kemari kami sudah makan malam lebih dulu" jawab Indah menolak dengan sopan
Dayang itu terlihat kesal, namun dirinya tidak kehabisan akal, dia pun mengambilkan air mineral yang sudah diberi obat untuk Indah
"Ya sudah kalau gak mau, ini air mineral aja, pasti kamu gak minum-minuman beralkohol kan?" ucap dayang itu
"Terimakasih" jawab Indah yang kemudian menerima botol mineral tanpa melihat ada bekas suntikan dibagian atas botol itu. Namun Indah belum juga membuka kemasannya dan hanya berfokus melihat Ibra yang tengah berbincang bersama kliennya. Sempat Indah melihat Ibra tengah meminum jus jeruk sepertinya, dan kembali berbincang setelahnya.
Dengan cepat Ibra menyelesaikan kontrak kerja sama mereka dan Ibra pun langsung mencari keberadaan Indah dengan sorot matanya. Setelah menemukan istrinya, Ibra pamit untuk pulang meski sang klien menawarkan untuk menginap di hotel itu secara gratis.
"Indah, ayo kita pulang!" ucap Ibra
"Iya mas" jawab Indah.
Ibra dan Indah segera pergi dari tempat itu, namun dari Ibra sedikit berbeda, wajahnya tampak menahan sesuatu hingga wajahnya memerah.
"Kamu yang nyetir" ucap Ibra memberikan kunci mobilnya
Keduanya masuk kedalam mobil, lalu Indah menjalankan mobil itu menuju ke apartemen.
Tidak jauh dari hotel itu, Ibra melihat ada hotel lain, lalu Ibra menyuruh Indah untuk berhenti di hotel itu.
"Kenapa minta berhenti disini mas?" tanya Indah bingung
"Kita gak mungkin pulang dalam kondisi seperti ini! aku diracuni!" ucap Ibra
Indah memeriksa kondisi Ibra, dan benar saja tubuh Ibra menjadi sangat panas, dan dibawah sana sudah sangat terlihat mendesak ingin keluar. Melihat kondisi Ibra seperti itu, Indah langsung membelokkan mobil Ibra ke sebuah hotel dan ia pun segera check-in di hotel itu.
Begitu Keduanya sampai di kamar, Ibra dengan tidak sabaran melahap Indah namun sedikit kasar dari biasanya. Ibra benar-benar tengah menggila karena pengaruh obat yang mungkin sengaja diberikan untuknya. Sementara Indah sedikit kesakitan saat Ibra melakukannya begitu kasar dan tanpa pemanasan yang maksimal seperti biasa. Hingga pada akhirnya Ibra melepaskan semuanya dan terlepas dari pengaruh obat itu.
"Aaahh,,,, sakittttt mass!" ucap Indah lirih dengan peluh keringat membanjirinya, indah memegang perutnya sambil meringis sakit
"Sakit?!" ucap Ibra yang awalnya sudah ingin terpejam namun kembali terjaga saat Indah merint ih kesakitan.
Dengan cepat Ibra mengenakan kembali pakaiannya, lalu Ibra memakaikan pakaian Indah kemudian dengan sigap Ibra menggendong Indah membawanya ke mobil mereka. Ibra akan membawa Indah ke rumah sakit terdekat karena takut terjadi apa-apa terhadap Istrinya.
"Sabar ya sayang,,,, kita akan sampai dirumah sakit sebentar lagi" ucap Ibra khawatir dan juga panik.
Indah masih saja merint ih kesakitan pada perutnya, rasanya seperti kram namun kram yang tidak biasa. Tak lama kemudian Keduanya sudah sampai dirumah sakit dan Indah langsung di bawa ke IGD.
.
.
.
__ADS_1
Kira-kira Indah kenapa ya?!