Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Patah Hati


__ADS_3

Di apartemen Ibra,,,,,


David sudah membaringkan dirinya diatas sofa tamu, sementara Kina berada di kamarnya. Rasanya kina tidak bisa tidur memikirkan kedua kakaknya yang sama sekali tidak memberikan kabar apapun kepadanya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Lalu Kina keluar lagi dari kamarnya dan menghampiri David yang sudah tertidur lebih dulu. Kina duduk di lantai, tepatnya di samping David yang terlelap.


Dipandanginya wajah damai David yang terlihat lelah hingga terdengar dengkuran halus dari tidurnya.


"Dia,, manis banget sih!" batin Kina saat meniti setiap lekukan wajah David, alisnya yang tebal, bulu matanya yang panjang, hidungnya yang mancung, bibirnya tipis merah membuat kina penasaran bagaimana rasanya. Membayangkan saja membuat Kinara merona sendiri.


"Astaga! apa yang aku pikirkan?! kenapa pikiran ku jadi semesum ini?! pasti ini gara-gara melihat kak Ibra dan kak Indah! otakku jadi terkontaminasi hal mesum!" batin kita merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa menatapku begitu?! kamu naksir padaku?!" Ucap David yang tiba-tiba membuka kedua matanya.


Kinara terlonjak kebelakang dan hampir saja terjeng kang kebelakang karena begitu kaget melihat David yang tiba-tiba bangun.


"Kak David,,, belum tidur?!" ucap Kina gugup


"Sudah! tapi terbangun! kenapa kamu belum tidur?!" tanya David yang kemudian duduk


"Aku gak bisa tidur kak, kepikiran kak Ibra dan kan Indah. Mereka kemana ya kak?! kok gak pulang-pulang? gak ngabarin lagi. aku kan khawatir" ucap Kina


"Mereka bilang gak pertemuannya dimana?!" tanya David


"Kalau gak salah itu, tadi sore kak Ibra bilang di Hotel Sentosa. Kita kesana yuk kak! aku khawatir!" ucap Kina


"Ini sudah malam kina! besok pagi saja! Lagian mereka sudah dewasa, dan sudah menikah! untuk apa kita mencari keduanya coba?!" ucap David


"Aku gak bisa tidur kak, kalau khawatir gini" ucap Kinara


"Ya sudah kita coba cek kesana, bersiaplah" ucap David


Lalu Kinara beranjak dan bersiap-siap, tak lama kemudian keduanya pun berangkat mencari keberadaan Indah dan juga Ibra yang malam itu tidak pulang dan tidak memberi kabar.


__________


Dirumah sakit,,,,,,


"Terimakasih, sudah hadir kedalam hidupku" ucap Ibra saat melepas Indah dan kembali menatapnya dengan penuh cinta


Indah terlihat bingung dengan apa yang Ibra katakan.


"Mas beneran kesambet ya? dari tadi ngomongnya kok gak jelas banget?! mas sehat kan?" ucap Indah begitu bingung dengan ucapan Ibra malam itu, berbeda dari biasanya. Bahkan terkesan aneh bagi Indah


"Aku gak kesambet nda!" jawab Ibra sedikit tinggi

__ADS_1


"Nah ini baru mas Ibra!" jawab Indah seperti menemukan sosok Ibra kembali saat mendengar nada bicara Ibra seperti biasa.


"Kamu itu gemesin ya! bukannya seneng aku lembutin, senengnya dengan aku ngomong keras gini!" ucap Ibra mencubit hidung Indah


"iiiiihhh Sakittt mas! kok dicubit sih?! lagian geli banget, denger mas ngomong sok lembut gitu! kayak ada udang di balik bakwan, eh di balik batu!" ucap Indah tersenyum kecil


Sekilas Ibra kembali memberikan kecupan sayang, kemudian ia kembali menatap Indah


"Mas kenapa sih?! gini banget, Indah kok jadi ngeri!!" ucap Indah


Tangan Ibra turun menyentuh perut Indah yang rata. Sontak saja Indah langsung meremang.


"Mas,,, jangan begini,,, ini dirumah sakit!" ucap Indah mengingatkan


"Iya tau! memangnya kamu pikir aku mau ngapain?! mikirnya mesum terus!" ucap Ibra


"CK! yang mesum itu mas Ibra, bukan Indah!" ucap Indah


"Iya iya,,, aku yang mesum!" jawab Ibra mengalah pada bumil dan tidak ingin berdebat.


"Mas, aku sakit apa sih mas? kok sampai harus nginep disini, aku gak betah mas bau obat" ucap Indah berubah manja. Jari-jari nya nakal membentuk zig-zag pada dada bidang suaminya. Rasanya geli, tapi Ibra juga suka.


"Pengen tau apa pengen tau banget?" tanya Ibra


"Emmm,,, pengen tau banget!" jawab Indah


"Syarat? apa mas syaratnya?" tanya Indah semakin dibuat penasaran


"Kamu harus hidup bersamaku sampai maut memisahkan kita" ucap Ibra


Deg!


Indah terdiam, ditatapnya Ibra begitu dalam. Seolah Indah tidak percaya Ibra mengatakan itu.


"Mas jangan bercanda mas! ini gak lucu!" jawab Indah yang kemudian mendorong Ibra dan minta ia melepaskan pelukannya. Namun Ibra tidak sedikitpun melepaskan pelukan tangannya


"Aku gak bercanda! aku serius!" ucap Ibra dengan tatapan serius


"Maksud mas apa sih? indah gak ngerti!" ucap Indah dengan perasaan campur aduk


Ibra menyentuh wajah indah dengan lembut, ditatapnya sorot mata itu, dan dikuncinya rapat-rapat.


"Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, hidup bersamaku sampai akhir waktu....... Aku mencintaimu Indah" ucap Ibra dengan bibir bergetar

__ADS_1


Jantung Indah serasa dipompa begitu cepat, semua rasa tiba-tiba merasuk memenuhi hati dan pikirannya. Indah benar-benar tidak menduga dan tidak menyangka jika Ibra mengatakan hal itu kepadanya.


"Kenapa kamu diem aja?! aku sudah mengatakan perasaanku padamu!" ucap Ibra kesal tapi juga malu karena mengakui perasaannya. Bahkan pipi Ibra terlihat merah sangat kontras dengan kulitnya. Sementara Indah masih diam mencerna kata-kata Ibra bahkan ingin menyadarkan dirinya sendiri jika yang di dengarnya itu bukan mimpi.


"Mas beneran sehat kan?! ini ngomongnya beneran ya mas? bukan sandiwara kan?" tanya Indah meyakinkan dirinya


"Siapa yang sandiwara?! aku serius!" jawab Ibra


"Katakan sekali lagi mas, biar aku yakin ini bukan mimpi" ucap Indah menatap Ibra dengan penuh harap


"AKU MENCINTAIMU INDAH PURNAMA SARI" ucap Ibra tanpa jeda


Rasanya ada bunga-bunga meledak ledak dari hati Indah.


"Aw!! sakit!" ucap Ibra kaget saat tiba-tiba indah mencubit pipi Ibra


"Ternyata gak mimpi,,," ucap Indah semakin yakin


Refleks saja Ibra melahap siranum dan menggigitnya sedikit lalu melepaskan nya


"Ah! sakit mass!" Ucap Indah memukul ringan daada Ibra


"Biar kamu makin yakin!" sungut Ibra


"Rasanya kayak mimpi tau mas! mas bilang cinta ke Indah!" Ucap Indah dengan rona merah di pipinya


"Aku harap ini gak terlambat" ucap Ibra


"Mas Ibra gak romantis banget sih, nyatain cinta dalam kondisi begini, dirumah sakit lagi!" Ucap Indah dengan rengekan manjanya.


"Maaf,,, aku mungkin bukan type pria romantis seperti yang kamu harapkan. Aku bahkan tidak tau bagaimana mengungkapkan perasaan ku padamu. Apa,,, kamu memiliki perasaan yang sama dengan ku nda?" ucap Ibra dengan takut-takut. Ibra begitu takut jika cintanya ditolak Indah


"Maaf mas,, aku gak bisa,,," Jawab Indah dengan nada sendu


Deg!


Rasanya hati Ibra langsung patah mendengar jawaban Indah saat itu. Harapannya seperti pupus untuk membina rumah tangga bersama Indah dan keluarga kecil mereka nanti.


"Haruskah aku patah hati untuk kedua kali?!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,,, 💕


__ADS_2