
Indah sampai dirumah dengan membawa beberapa paperbag. Tentu saja kepulangan Indah menjadi tanda tanya besar bagi keluarga karena perubahan penampilannya dan juga barang-barang yang kini dibawanya. Keluarga Indah menatap heran terhadap nya sampai dirumah
"Assalamualaikum" ucap Indah
"wa'alaikumsalam,,, kak Indah?! beneran ini kakak?!"
"Iya,, memangnya siapa lagi?!" jawab Indah
"Loh kok,,, jadi gini?! kamu dari mana?! kondangan?!" tanya ibu
"Enggak Bu, cuma ada acara sedikit di kantor. Oh iya ini indah belikan ibu, ayah, dan kamu pakaian baru" ucap Indah saat memberikan satu paperbag yang di bawanya
"Memang kakak sudah gajian?"
"Belum, cuma dapet bonus dari bos kakak. Indah kekamar dulu ya Bu" ucap Indah yang Kemudian berlalu menuju ke kamarnya.
Terlihat ibu dan adik indah begitu antusias melihat pakaian yang dibelikan indah untuk mereka. Indah membelikan pakaian itu tentunya menggunakan uangnya sendiri bukan uang dari Ibra. Sementara pakaian untuknya besok dan beberapa hari kedepan barulah menggunakan uang uang diberikan Ibra kepada Stella untuk make over Indah hari ini. Cukup lelah setelah seharian berkeliling, indah pun merebahkan dirinya ditempat tidur kesayangannya.
Hari berikutnya,,,,
Indah sudah bersiap untuk ke kantor pagi itu. Tentunya hari ini dia begitu berbeda dari biasanya saat ke kantor. Indah terlihat sangat cantik lebih lebih cantik dari biasanya. Hari ini tugasnya bukan sebagai sekertaris melainkan sebagai calon istri Ibra yang akan menjemput calon mertua pura-pura nya dari bandara nanti.
Begitu sampai di kantor, seolah tebar pesona, semua mata tertuju pada indah pagi itu. Semua mata pria seolah akan lepas ketika melihat bidadari cantik melintas di kantor itu. Hari-hari biasa saja sudah mengundang perhatian, apalagi hari ini. Indah yang juga begitu ramah membuat semua orang tak berhenti memuji-muji dirinya adapun yang berharap indah menjadi istrinya.
Indah duduk di meja kerjanya dan memastikan semua aman-aman saja termasuk penampilan nya pagi itu. Saat Indah tengah berkaca, begitu terkejutnya indah saat melihat Ibra yang tiba-tiba muncul dari ruangannya.
"Pak Ibra?!"
"Indah?" ucap keduanya bersamaan
Terlihat keduanya sama-sama diam sesaat, saling menatap dan saling berfikir dengan fikiran masing-masing. Ibra tak henti-hentinya memperhatikan penampilan Indah pagi itu yang membuat dirinya seperti tidak rela jika banyak pasang mata menatapnya dan ingin mengurung indah didalam ruangannya saja
"Memang indah siapa Ibra?!"
"Ehem,,, kau sudah sampai, bersiaplah, sebentar lagi kita ke bandara" ucap Ibra sedikit canggung.
Kecanggungan ya berdampak jadi salah tingkah. Padahal didalam ruangan Ibra ada kamar pribadi dan juga kamar mandi. Tapi Ibra malah berjalan menuju ke toilet umum di lantai itu. Indah hanya menatap Ibra bingung, kenapa Ibra harus berjalan kearah sana.
"Astaga! kenapa aku malah kesini?!" batin Ibra saat dia sudah sampai di toilet
"Kenapa dia terlihat sangat cantik!" Ibra mengusap wajahnya kasar
__ADS_1
Lalu dengan cepat Ibra keluar dan masuk kembali ke ruangannya untuk mengambil kunci mobil. Setelah itu Ibra keluar dan mengajak indah untuk berangkat ke bandara menjemput ibunya. Keduanya pun berjalan beriringan, meski terlihat kaku, namun terlihat serasi. Turunnya mereka ke lobby bersama semakin menjadi pusat perhatian para pegawai di kantor itu.
Keduanya lalu masuk kedalam mobil dan Ibra menjalankan mobilnya meninggalkan kantor. Sementara tak jauh dari mereka, David baru saja sampai di kantor.
"Pak, David tidak ikut?" tanya Indah
"Tidak, dia ada kerjaan lain" jawab Ibra dingin
"Ohh begitu" jawab Indah sedikit canggung jika harus berdua bersama Ibra. Mana lagi sebenarnya ada supir Ibra, namun Ibra malah ingin menyetir sendiri.
Sementara Ibra sedikit kesal karena indah menanyakan David. Ibra masih sangat jelas mengingat obrolan Indah dan David sore kemarin sebelum dia pulang. Jelas-jelas David menyatakan perasaannya tapi sepertinya indah tidak menanggapinya serius. Saat itu Ibra ingin keluar ruangan menemui David, namun langkahnya terhenti karena obrolan David dan Indah.
Suasana didalam mobil begitu mencekam, tidak ada orang bicara karena dua manusia itu bingung mau bercakap apa. Perjalanan masih cukup jauh, apa mereka tidak bosan jika tidak ada bahan pembicaraan
"Pak, apa setelah menjemput nyonya besar kita langsung ke kantor lagi?" tanya Indah
"Tidak, kita ke apartemen" jawab Ibra
"Oh gitu" jawab indah
"Kamu jangan memanggil bapak! mana ada pasangan memanggil dengan sebutan begitu?" ucap ibra
"Jadi,, saya panggil apa pak?" tanya indah
"Abang saja gimana?" tanya indah
"Memangnya aku Abang tukang bakso?!" jawab Ibra
"La terus apa?" tanya indah lagi
"Terserah kamu ndah" ucap Ibra
Indah terlihat bingung, dia bingung memberi sebutan apa untuk Ibra. Tanpa dia sadari mereka sudah sampai di bandara. Lalu Ibra mengajak indah untuk segera turun.
"Ayo turun" ucap Ibra
"Iya pak" jawab Indah
"Masih saja panggil pak?! bagaimana mamaku akan percaya ndah?!" sarkas Ibra
"Ah,,, kebiasaan pak. Eh,,, anu,,, mas" ucap Indah kecil takut salah lagi jika memanggil Ibra mas
__ADS_1
"Bule di panggil mas, marah gak yahh?!" batin indah sedari tadi
Ibra tidak protes lagi, lalu dia turun dan diikuti indah juga. Melihat Ibra tidak protes Indah akan menggunakan panggilan itu untu Ibra didepan mamanya.
Keduanya berdiri bersama orang-orang yang juga tengah menunggu, tak lama terlihat seorang wanita paruh baya dengan perawakan satu ras dengan Ibra, terlihat sangat mirip dan senyumnya terlihat merekah
"Mami" sapa Ibra saat wanita itu merentangkan kedua tangannya dan disambut oleh Ibra.
Terdengar percakapan mereka dengan menggunakan bahasa Turki yang tidak di mengerti oleh indah.
"Katanya kesini sama adiknya, mana?" batin Indah.
"Siapa dia?" tanya wanita itu dengan bahasa Indonesia namun tidak terlalu jelas
"Dia,,, calon istri Ibra mi" ucap Ibra
Indah tersenyum manis kemudian mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya
"Nama saya Indah Bu" ucap Indah dengan ramah
Mama Ibra membalas uluran tangan indah dan hanya tersenyum datar. Dia menatap Indah dari ujung kepala hingga ujung kaki. Memasati wanita yang diperkenalkan Ibra sebagai calon istri.
"Selamat datang di Indonesia Bu" ucap Indah
"Ya" jawab mama Ibra
Kemudian Ibra menarik koper mamanya dan mengajaknya untuk ke mobil mereka. Tiganya pun masuk kedalam mobil dan akan menuju ke apartemen.
"Apa adik mas Ibra tidak ikut Bu?" tanya indah
"Tidak ikut. Dia ada tugas kuliah" jawab mama Ibra
"Ohh begitu,," sahut indah
Terdengar kembali perbincangan Ibra dan mamanya dengan bahasa Turki. Ntah apa yang mereka bicarakan indah tidak mengerti. Hanya saja indah bisa melihat perdebatan diantara kedua ibu dan anak itu.
"Apa mereka membicarakan ku?!"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,,