
Indah dan Ibra baru saja sampai di hotel tempat mereka akan makan malam bersama. Indah sedikit tegang, karena Ibra membawanya ke Hotel bukan ke restoran. Padahal dia bilang makan malam, tapi malah ke hotel.
"Mas,, kenapa kita malah ke hotel?" tanya Indah
"Kita makan malam disini, ada penjamuan klien ku" jawab Ibra
"Ohhh,,," indah bernafas lega
Keduanya pun berjalan masuk menuju ke resto yang ada di hotel itu. Terlihat disebuah meja besar sudah ada beberapa orang, ada pria dan wanita yang diyakini indah mereka adalah klien Ibra. Terlihat dari cara mereka menyambut kedatangan Ibra dan Indah malam itu.
"Wah,,, bawa siapa ini tuan? biasanya anda datang bersama sekertaris anda"
"Ohh,,, ini Indah Istri saya" jawab Ibra
"Istri?!" Semua orang terkejut, begitu juga dengan Indah yang ikut terkejut saat Ibra mengakui jika dirinya adalah istrinya
"Iya,," jawab Ibra singkat
"Kapan anda menikah?! tidak mengundang kami?"
"Kami menikah saat berada di Indonesia. Dan memang belum mengadakan pesta pernikahan"
"Ohh,,, saya kira keturunan Eropa, sebab matanya biru" ucap istri salah satu klien
"Indonesian" jawab Ibra
Indah tersenyum sedikit canggung, juga deg degan tak karuan. Indah masih tidak menyangka jika Ibra akan mengatakan hal itu didepan kliennya. Ada rasa sedikit senang, namun ada juga sedikit keraguan, indah hanya takut ke GRan dan akhirnya Ibra hanya berakting saja didepan kliennya. Makan malam pun terus berlanjut, Indah juga bisa membaur dengan para istri klien Ibra. Sementara Ibra dan juga para kliennya masih membahas kerjasama mereka. Hingga tanpa terasa waktu semakin beranjak malam, dan makan malam telah selesai.
"Kami pamit tuan" ucap Ibra saat perpisahan
"Baik, senang bekerjasama dengan anda tuan Ibra"
Kemudian Ibra mengajak Indah menuju ke mobil mereka.
"Ibrahim?!"
__ADS_1
Terdengar suara bass memanggil nama Ibra, suara itu tentu tidak asing bagi Ibra. Dia pun menoleh ke belakang dan benar saja, pria yang selama ini dibencinya kini berada di belakangnya.
Indah yang tidak tau sama sekali hanya bisa diam dan melihat apa yang terjadi. Malam itu mereka berdua bertemu dengan seorang pria tua seumuran mami, dengan wanita cantik yang berdiri dengan menggandeng lengan pria tua itu. Wanita itu seperti seumuran dengan Ibra.
Pria tua itu begitu mirip dengan Ibra, meski tidak begitu mirip sekali, namun bisa dilihat dari perawakan dan juga beberapa sisi terlihat sangat mirip
"Apa itu,,, papa mas Ibra?!" batin Indah
"Ibra"
"Ada apa?!" jawab Ibra dengan dingin
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya pria tua itu
"Apapun yang aku lakukan, bukan urusan anda!" jawab Ibra ketus
Pria itu tersenyum kecut saat mendengar jawaban Ibra begitu Atos, tidak berubah sama sekali. Lalu Pria tua itu menatap kearah Indah dan meniti penampilan nya.
"Ayo pap, kita pulang" ucap wanita disamping nya
"Ayo" jawab Pria tua itu
Mobil terus membelah jalanan malam itu, yang di tempuh bukan jalan pulang kerumah mami. Tapi Ibra membawa Indah ke apartemennya. Tanpa berkata lagi, Ibra turun dari mobil dan diikuti oleh Indah. Keduanya pun masuk kedalam lift menuju ke lantai atas.
Sekilas Indah melirik kearah Ibra yang masih diam, wajahnya sangat merah sampai Indah tidak berani bertanya ataupun berkata pada suaminya itu. Begitu sampai di apartemen Ibra, Ibra pun langsung menuju ke kamar mandi sementara indah memilih duduk di sofa tamu dan melihat sekitaran apartemen milik Ibra.
"Apa benar itu papanya mas Ibra? tapi kenapa sepertinya mas Ibra begitu membenci papanya?" ucap indah sendiri.
Tak lama Ibra keluar dari kamar dengan Sudah berganti pakaian biasa dan dengan rambut juga wajah yang basah seperti habis mandi.
"Gantilah pakaian, Dilemari ada pakaian yang sudah disiapkan mami sepertinya" ucap Ibra
"Iyah mas" jawab Indah yang kemudian berjalan menuju ke kamar untuk berganti pakaian dan membersihkan wajahnya.
Sementara Ibra yang kini bergantian duduk di sofa dengan pikiran kalutnya. Ibra tidak menyangka akan bertemu dengan Papanya Hutama dan juga Mantan kekasihnya yang kini menjadi ibu tiri Ibra, yaitu Ellena. Rasa sakit kembali terasa menyayat nyayat hati Ibra malam itu. Bayangan kekerasan terhadap sang mami kembali mencuat.
__ADS_1
"Mas Ibra gak papa?" tanya Indah pelan saat sudah mendekat pada Ibra
Ibra mendongak keatas saat Indah menyentuh pundaknya
"Hem" jawab Ibra sedikit kaget saat melihat Indah tanpa hijabnya. Padahal Ibra juga sudah beberapa kali melihatnya, tapi tetap saja sedikit mengejutkan karena indah melepasnya sendiri bukan karena Ibra yang jahil melepasnya.
Kemudian Indah duduk di sebelah Ibra dan menatapnya dengan sedikit takut
"Emm,,, kalau boleh tau,,, tadi,,, itu,,, siapa mas?" tanya Indah takut tapi penasaran
"Dia pak Hutama, mantan suami mami" jawab Ibra
"Mantan suami?! berarti papanya mas Ibra?!" batin Indah
"Papi mas Ibra ya?" tanya Indah jadi ikut tegang dan Ibra mengangguk pelan
" Sepertinya mas menaruh kebencian yang mendalam pada papi mas Ibra" ucap Indah namun Ibra belum menjawab
"Dia,,, orang yang kasar! dia melukai mami begitu dalam! mana bisa aku memaafkan semua yang dia lakukan pada kami selama ini?! bahkan dia sudah menelantarkan kami dan membuang kami demi wanita lain!!" ucap Ibra dengan nada berat
Deg!
Indah tenganga mendengar ucapan Ibra
"Maksudnya,,, demi wanita yang tadi kita temui?" tanya Indah
"Bukan, wanita itu istri ketiga papi. Papi berselingkuh dengan sekertaris nya dibelakang mami. Dan wanita tadi adalah Ellena istri ketiga papi setelah Lenka meninggalkan nya" jawab Ibra. Indah diam mencerna semua ucapan Ibra.
"Jadi,,, mas Ibra anak broken home?!" batin Indah saat menatap iba pada suaminya yang kini tengah menyesap minuman soft drink miliknya.
Indah tidak menyangka jika suaminya memiliki luka lama yang teramat perih. Selama ini tidak terlihat apapun, dan Ibra terlihat begitu menikmati hidup dengan harta berlimpah, wanita cantik dimana-mana dan keluarga yang sepertinya harmonis. Ternyata di balik itu semua, ada luka yang mendalam.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,, 🤍