Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Cengkraman Buaya Darat


__ADS_3

Ibra sudah sampai di Cafe tempat ia dan teman-temannya janjian. Ibra pun juga bisa melihat mobil kedua teman baiknya itu sudah terparkir disana. Lalu Ibra turun dan berjalan masuk kedalam Cafe.


"Hai Ibra,,,," Teriak Diego melambaikan tangan kearah Ibra yang baru datang


"Maaf aku terlambat" ucap Ibra


"Gak masalah" jawab Zack


"Apa yang ingin kalian bicarakan?!" tanya Ibra


"Hey,,, belakangan ini kenapa semakin susah menemuimu? kau kemana? apa kau ada wanita baru yang sulit kau takluk kan?!" tanya Diego


"Tidak, aku tidak mengejar wanita, aku banyak pekerjaan" jawab Ibra


"Ah yang benar saja! kami kira kau mengejar-ngejar wanita tapi belum dapat!! Begini Ibra, Aku dan Diego akan membuka Cabang Hotel di California, Aku sudah temukan tempat yang cocok dan aku yakin hotel itu nanti akan memberi kita keuntungan yang besar, dan kami mau mengajakmu bekerjasama" ucap Zack


"Hotel?! California?!"


"Ya,,, disana,,, kapan kau ada waktu sedikit longgar, aku akan ajak kalian melihat tempat itu!" ucap Zack lagi


"Apa kau yakin tempat itu bagus?!" tanya Ibra


"Tentu, 3 hari lalu aku baru kesana bersama Pamanku, dan aku melihat potensinya sangat bagus jika kita membuat hotel disana" ucap Zack


"Kalau aku sih Yes" jawab Diego


"Hmm,, nanti aku akan lihat tempatnya dulu, baru aku akan putuskan" jawab Ibra


"Kapan?!" tanya Zack


"Aku lihat dulu jadwalku" jawab Ibra


"Baiklah" jawab Zack


Mereka pun kembali berbincang membahas konsep an rencana pembangunan hotel itu, Meski ketiganya sama-sama memiliki otak mesum tingkat tinggi, namun dalam hal bisnis ketiganya juga memiliki kekuatan masing-masing dalam bidangnya.


Perhitungan mereka sangat matang, dan sedikitpun mereka tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Setelah cukup lama mereka berbincang, Ibra pamit lebih dulu kepada teman-teman nya mengingat hari sudah semakin sore dan Ibra tidak ingin ketinggalan sholat Maghrib.


Sementara itu,,


Di apartemen, Indah baru saja selesai memasak untuk makan malam. Tidak banyak yang Indah masak, namun cukup jika hanya untuk dirinya dan Ibra juga. Mengingat Ibra bukan orang pemilih makanan, buktinya apa saja yang di sediakan indah diatas meja, Ibra selalu memakannya. Meski tidak sedikitpun Ibra memberi penilaian atas masakan Indah. Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Indah pun masuk kedalam kamar dan akan membersihkan dirinya.


"Berendam ah,,, lama gak berendam air hangat, badanku pegel-pegel semua" ucap Indah

__ADS_1


Kemudian Indah menyiapkan air hangat didalam bathub, memberi aroma wangi dan juga busa-busanya. Setelah itu Indah masuk kedalam bathub dan berendam didalam sana.


"Emm nyaman,,,,," ucap Indah menyenderkan kepalanya di pinggiran dan sejenak ia memejamkan matanya.


Ibra baru saja masuk kedalam apartemen, dia melihat apartemen nya sepi, bahkan beberapa kali Ibra mengucap salam tidak ada yang menjawab.


Lalu Ibra melihat di meja makan sudah tersedia beberapa macam makanan, tentu batin Ibra mengatakan Indah yang memasak, tapi Indah kemana?


Ibra sedikit menguping di kamar Indah, namun tidak ada suara sama sekali. Ibra semakin di buat penasaran, diapun membuka pintu kamar Indah yang ternyata tidak dikunci


Ibra masuk kedalam dan dilihatnya kamar itu juga tidak ada orang sama sekali


"Indah kemana sih?!"


Ibra dibuat bingung, karena Indah tidak memberitahu nya jika dia akan keluar atau masih berada di apartemen. Kemudian Ibra melangkah menuju ke kamar mandi untuk mencari keberadaan Indah


Sontak Ibra langsung tegang saat melihat Indah tengah bersantai ria didalam bathub, dengan matanya terpejam dan tubuh polosnya terpampang nyata karena busa-busa sabun Indah sudah mulai menyusut. Mata Ibra seolah tersulut api, bahkan jiwa kelaki-lakiannya pun sudah langsung berdiri saat melihat betapa indahnya makhluk didepan matanya.


Dengan Cepat Ibra melangkah kakinya meninggalkan Indah yang masih berada dalam posisinya tanpa terganggu sedikitpun, bagaimana tidak, telinga indah sudah di tutup oleh headset dan tengah mendengarkan lagu kesukaannya.


Ibra mengumpati dirinya sendiri di dalam kamar nya. Iman nya yang masih sangat tipis , baru saja akan menekan hasrat Cassanova nya, dirinya sudah langsung tergoda hanya dengan melihat polosnya Indah. Ibra tidak menyangka jika seindah itu, sesempurna itu milik Indah. Bahkan bayangannya terus menari-nari dibenak Ibra saat itu.


Dengan penuh keterpaksaan, Ibra harus bergelut sendiri didalam kamar mandinya, menuntaskan dirinya, namun kali ini bayangannya tertuju pada Indah. Padahal belakangan ini, Ibra sudah tidak lagi bermain solo, tidak lagi berkencan dengan wanita manapun. Ibra ingin fokus memperbaiki diri, meninggalkan semua kebe*atannya terdahulu dan menjadi pribadi yang baik.


"Indah,,, Indah,,,, Indah,,,,"


Indah menoleh kesana kemari mencari sumber suara, dan terdengar semakin jelas suara itu bersumber dari kamar Ibra.


"Kenapa pak Ibra memanggil namaku?! apa pak Ibra membutuhkan bantuan ku?!" batin Indah


Indah berfikir jika Ibra sakit dan membutuhkan dirinya, dengan cepat indah membuka pintu kamar Ibra dan melihat tidak ada orang sama sekali.


"Kosong?" ucap Indah bingung


"Jangan-jangan,,,,??? di kamar ini,,,," ucap Indah malah bergidik


Ceklekkkk


Indah terkejut, sangat terkejut ketika melihat Ibra baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sepinggang dengan rambutnya yang basah.


"Astagfirullah!!! aku kira setan masss!!!!!" Teriak indah yang langsung menutup matanya dengan kedua tangan


"Setan! setan! mana ada setan Ganteng kayak gini hah?!" Ucap Ibra menghampiri Indah

__ADS_1


"Ya mana saya tau!! lagian tadi saya dengar nama saya di panggil-panggil!! tapi saya masuk gak ada orang!! ya saya kira ada setan'!!" Jawab indah yang masih menutup matanya dengan sangat erat


Ibra menarik tangan Indah, berniat ingin menjahili indah malah keduanya terjatuh diatas tempat tidur


Bruukkkkkkkk


"Aaawww!" teriak indah saat merasakan dirinya membentur benda keras yang ternyata dirinya tengah berada diatas Ibra.


Indah membuka mata dan netra nya langsung bertemu dengan milik suaminya


Deg!


Debaran jantung keduanya sudah tidak bisa ditutupi lagi, ingin lari namun begitu sayang meninggalkan mata cantik yang seolah memikat hati untuk terus menatap. Bukan hanya debaran, kini wajah merah sudah menghiasi keduanya.


Niat hati ingin segera turun, Ibra malah ikut bangkit dan kini posisi berbalik, indah yang dikungkung Ibra dibawahnya.


"Tolong jangan begini,,," ucap Indah yang sudah tidak tau lagi bagaimana suasana hatinya mendadak kacau


Ibra yang sudah dari awal terpancing oleh indah seperti tidak bisa mendengar lagi, bahkan jiwa Cassanova nya pun kembali merasuki. Fokus Ibra hanya pada siranum Indah yang terus melambai-lambai seperti minta di jamah olehnya. Sementara Ibra semakin dekat, Indah semakin dibuat gugup


"Jangan bilang pak Ibra akan mencium ku!" batin Indah


Baru saja ujung hidung bersentuhan, suara adzan Maghrib terdengar begitu nyaring menyadarkan Ibra atas kelakukan nya. Dengan cepat Ibra bangkit saat dirinya sadar


"Pergilah" ucap Ibra dengan membenarkan handuknya.


Tidak ingin berlama-lama, indah langsung bangun dan ngacir dari hadapan Ibra sebelum dia berubah fikiran.


"Astagfirullah! apa yang aku lakukan pada Indah!!" ucap Ibra setengah frustasi dan mengacak-acak rambut nya sendiri.


Sementara Indah merasa tenang karena selamat dari cengkraman buaya darat.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,, 💕


Yuk Follow IG nya uni😘

__ADS_1


Banyak teman banyak Rejeki😍


Instagram : @uniramadhani.id


__ADS_2