
Suasana dirumah mami terlihat mendung, meski sudah beberapa jam lalu papi di makamkan, namun tampak kesedihan mendalam masih dirasakan pihak keluarga. Semua keluarga kini tengah berkumpul di meja makan, termasuk anggota baru keluarga. Mereka tengah menikmati makan malam, namun sepertinya tidak ada yang berselera.
"Permisi Nyonya,,, ada tuan Roy didepan ingin bertemu" ucap Pelayan memberitahukan kedatangan Roy
"Baiklah,,," Lalu mami beranjak ke depan, bukan hanya mami tapi semua anak-anak juga ikut menemani mami.
"Roy,, Ada apa?" tanya mami saat tiba di ruang tamu
"Nyonya basar.. Maaf mengganggu malam Nyonya. Tapi saya kemari ingin memberikan amanat tuan besar" jawab roy memberikan dokumen kepada Mami
"Apa ini?" tanya Mami
"Saya tidak berani membukanya nyonya. Saya hanya diserahkan ini jauh jauh hari saat tuan masih sehat" jawab Roy lagi
Semua orang penasaran dengan isi dokumen itu. Lalu mami membuka dokumen itu dan pertama kali yang dilihatnya adalah foto keluarga kecil mereka. Disana ada papi yang masih tampak muda, mami juga begitu, Ibra seperti masih berusia 10tahun dan ada kinara yang masih sekitar 2 tahun. Mami mengusap foto itu dan ingin menangis namun di tahannya. Dibaliklah foto itu dan disana terdapat satu tulisan
...Maafkan aku, aku sayang kalian...
Mami ingin sekali berteriak, tapi rasanya tercekat, sulit sekali. Lalu mami membaca surat wasiat yang di tinggalkan oleh papi.
Deg!
Tangan mami bergetar saat membaca isi surat wasiat itu, dan tak lama mami tidak bisa lagi membendung air matanya
"Apa isinya mi?" tanya Ibra bingung karena sejak tadi mami tidak bicara hanya mentap isi dokumen itu dan tiba-tiba menangis.
"Papi,,, papi memberikan semua asset keluarga kepada mami..." mami tidak sanggup berkata lagi dan memberikan dokumen itu kepada Ibra.
Di dalam dokumen itu terselip satu kertas dengan tulisan latin menggunakan tinta emas
...Jika surat ini sudah Yola baca, berarti Papi sudah tidak ada lagi di dunia ini. Papi minta maaf atas segala kesalahan yang papi pernah perbuat untuk Yola dan anak-anak, Papi merasa sangat bersalah, tapi saat itu papi tidak bisa berbuat apa-apa, karena Papi tidak bisa meninggalkan ellena. Papi hanya bisa memberikan asset papi yang tidak diketahui ellena untukmu dan anak-anak, ...
__ADS_1
...Maafkan papi....
Ibra terlihat sudah akan marah membaca isi surat itu, namun mami menenangkannya
"Papi mu diguna-guna Ellena" ucap mami saat melihat wajah putranya merah padam.
"Aku harus membuat perhitungan pada Ellena!" sarkas Ibra
"Tidak bisa tuan" jawab Roy
"Kenapa?" sungut Ibra
"Ellena,,, mati mengenaskan di kamar rawatnya tadi sore. Aku pun baru mendapatkan kabar ini dari pihak rumah sakit jiwa" jawab Roy
"Tuhan sudah membalasnya,,, " ucap mami
Ibra mengembuskan nafas kasarnya setelah mendapat berita dari Roy. Lalu Ibra melihat ada dokumen penting yang berisi penyerahan asset untuk mami yolanda. Lalu Ibra memberikan dokumen penting itu kepada mami
"Ini untuk mami" ucap Ibra
"Nyonya besar, Selain asset tuan itu, masih ada asset lain yang masih atas nama tuan Hutama akan dialihkan ke ahli waris yang ditunjuk tuan besar adalah tuan Ibra"
"Berikan itu pada Kinara saja" ucap Ibra
"Kakak" ucap kinara
"Tidak papa, kakak ikhlas memberikannya padamu. Urus semua asset papi yang masih tersisa alihkan atas nama kinara" ucap Ibra memerintahkan roy
"Baik tuan"
Obrolan mereka terus berlanjut hingga malam semakin menyapa, lalu semuanya beristirahat setelah roy pamit pulang. Indah dan ibra sudah lebih dulu ke kamar atas, sementara Kinara dan David sedikit bingung akan tidur dimana.
__ADS_1
"Kalian masih disini?" tanya mami yang melihat keduanya masih tidak bergerak
"Gak istirahat?" tanya mami lagi
"Emm,,, iya,, kami akan istirahat" jawab kinara langsung berdiri dan beranjak lebih dulu menuju ke kamarnya sementara David menuju ke kamar tamu
"Kalian tidak tidur bersama?" tanya mami saat melihat jalan keduanya berbeda arah
"Ah,, tidur bersama?" ucap kinara terdengar canggung
"Tidak masalah mi, saya bisa tidur di kamar tamu" jawab David merasa tidak enak
"Kalian sudah menikah, masak tidur terpisah?" tanya mami bingung
"Menikah ya,,, emm,,, ayo kak,, kita tidur diatas saja" ajak kinara yang takut jika mami mengomelinya
David tak bergeming, lalu kina menarik tangan david dan menarik ke kamarnya.
"Selamat malam mami" ucap David pada mertuanya
"Malam" sahut mami yang kemudian berjalan menuju ke kamarnya.
Mami duduk di tepian tempat tidur, dia membuka kembali dokumen itu dan mami mengambil lembaran foto dari sana. Mami meneteskan air mata saat melihat foto yang kini tengah dilihatnya, dan ingatannya kembali ke masa itu,,,,
"Semoga papi tenang disana,,,"
.
.
.
__ADS_1
.
To be Continue yahh🤗