Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ngidam?


__ADS_3

Pagi menjelang,,,


Setelah Ibadah subuh, Indah sudah mulai beraktivitas di dapur, meski Ibra mengekor dibelakang Indah dan sesekali membuat rusuh di dapur karena kemesuman nya yang tak berkesudahan semenjak kemarin. Walaupun terus di ganggu Ibra, namun sarapan tetap terhidang diatas meja makan dan mereka pun sudah duduk bersama untuk sarapan.


"Nda, hari ini kamu libur saja" ucap Ibra


"kerjaan ku masih banyak mas" jawab Indah


"Kamu mau ke kantor dengan jalan seperti itu?!" ucap Ibra dan Indah terdiam sejenak. Benar juga, tidak mungkin Indah ke kantor dengan jalan yang sudah mirip pinguin dan itu semua juga gara-gara suaminya.


"Ya sudah" jawab Indah datar


"Nanti setelah jam makan siang, aku pulang" ucap Ibra


"Iya" jawab Indah


Setelah selesai sarapan, Ibra pun bersiap untuk ke kantor, dan Indah juga membantu Ibra untuk bersiap. Jangan tanya apa Ibra hanya diam saja, tentu tangan nakalnya sudah merayap, menyergap apapun yang ada pada istrinya.


"Ada yang kelupaan" ucap Ibra saat setelah selesai bersiap


"Apa mas?" tanya Indah


"Aku belum nyusu!" Jawab Ibra dan Indah memutar bola mata dengan malas


"Bukannya tadi subuh udah?! di dapur tadi juga udah!" jawab Indah


"Tapi kan sebelum berangkat kerja belum" elak Ibra. Kemudian Ibra duduk di tepian tempat tidur mereka


"Sini" ucap Ibra menepuk kedua pahanya


Dengan langkah sedikit malas, Indah pun tetap mendekat dan duduk diatas pangkuan Ibra. Tanpa menunggu Indah membuka sendiri, Ibra sudah lebih dulu membuka dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Yang seperti ini sekarang sudah menjadi kebiasaan Ibra sebelum tidur dan di pagi hari sebelum berangkat ke kantor.


Tidak ingin berlama-lama, Indah menyudahi acara mengASI bayi besarnya agar tidak kebablasan. Meski belum puas, namun Ibra masih waras, dia harus segera ke kantor pagi itu.


"Terimakasih Istriku" ucap Ibra Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi Indah yang terlihat merona.


"Hem" jawab Indah

__ADS_1


Kemudian Indah mengantarkan Ibra sampai didepan pintu


"Assalamualaikum" ucap Ibra berpamitan


"Wa'alaikumsalam" jawab Indah


Lalu Ibra berangkat ke kantor sementara Indah akan beristirahat saja.


"Andai pernikahan ini sungguhan, pasti begitu bahagia" batin Indah


Indah ingin membayar tidurnya yang tidak nyenyak, bahkan kurang tidur karena Ibra terus saja menggempurnya.


Ibra terus fokus bekerja di perusahaan nya, pagi ini wajahnya terlihat berseri-seri, bahkan senyumnya terus saja merekah sepanjang lobby kantor hingga Ibra masuk kedalam ruangannya. Yang biasanya Ibra terlihat cuek dan dingin, kini terlihat lebih ramah kepada pegawainya. Bahkan satpam yang biasa menyapa Ibra terlebih dulu, ia kaget karena Ibra menyapanya lebih dulu. Sepertinya hati Ibra tengah berbunga-bunga saat ini. Meski Indah tidak masuk, namun masih ada David yang bisa menghandle pekerjaan Indah untuk sementara.


Ada sedikit berbeda, kini Ibra malah merasa ingin segera pulang dan menemui Indah. Ntah kenapa, ada sedikit rasa rindu dan ingin segera bertemu. Tapi sayang,,, Ibra tidak bisa langsung pulang, karena ia sudah ada janji untuk menemui mertuanya dan kembali belajar mengaji.


"Assalamualaikum Pak, Bu" ucap Ibra saat sudah tiba di kedai roti milik mertuanya


"Wa'alaikumsalam,, nak Ibra,, " jawab ibu ayu


Lalu Ibra memberikan oleh-oleh yang sudah disiapkan sebelumnya kepada ibu Ayu. Setelah itu Ibra mengikuti sang mertua untuk memulai kajian mereka siang itu.



"Hmm,,, segerrrrrr banget pasti" ucap Indah yang begitu fokus pada asinan buatannya, hingga Indah tidak sadar bahkan tidak tau jika Ibra sudah berada di belakang tak jauh dari Indah berdiri.


Ibra memasati Indah yang hanya mengenakan kaos putih pendek dengan hotpan hitam miliknya. Sungguh ibra dibuat ngiler dengan hanya melihat penampilan Indah seperti itu.


"Astagfirullah!!" ucap Indah kaget bukan main saat berbalik dan melihat Ibra Sudah berdiri di belakangnya


"Mas!! ngagetin aja!! untung gak jatuh mangkokya!" sungut Indah


"Lagian, dari tadi ucap salam gak di jawab!" jawab Ibra


"Ohh,,, maaf, gak denger aku mas" jawab Indah


"Buat apa sih?!" tanya Ibra yang kemudian duduk di sebelah Indah

__ADS_1


"Ini, aku buat asinan mangga. Segerr banget mas, mau coba?" tanya Indah


Ibra tidak menjawab dan hanya membuka mulutnya saja. Kemudian Indah menyuapkan asinan mangga itu kedalam mulut Ibra.


"Gimana? seger kan?!" tanya Indah


"Kamu ngidam ya?! perasaan baru kemarin kita buatnya, kok udah jadi aja?!" ucap Ibra


"Dih ngomongnya!" ucap Indah memukul lengan Ibra ringan dan Ibra terkekeh


"La emang bener kan? kita baru buat kemarin dan semalem, eh tadi pagi juga, terus langsung jadi anak gitu, kan tokcer banget berarti!" ucap Ibra


"Ngomong apa sih mas! ini cuma pengen aja kali!! bukan karena ngidam!" jawab Indah sedikit kesal


"Haha iya iya,, jangan marah gitu! cepet tua!" Ucap Ibra


"Biarin!" sungut Indah yang kemudian beranjak dari tempat duduknya


"Mau kemana?" tanya Ibra


"Ke depan, ngeladeni mas gak ada ujungnya!" jawab indah yang kemudian memilih untuk ke ruang tengah dan menghidupkan TV. Sementara itu Ibra ke kamar dan mengganti pakaiannya, setelah itu Ibra menyusul Indah dan menjatuhkan kepalanya dipangkuan Indah.


"Gak bisa duduk sendiri pak?!" sindir Indah


"Gak, ini lebih empuk" ucap Ibra memejamkan mata


Indah tidak bicara lagi dan memilih kembali melihat acara TV. Lalu Ibra sedikit memiringkan badan menghadap ke perut Indah didepannya


"Hayo mau apa?!" Ucap Indah yang sudah merasa curiga dengan gerak gerik Ibra


"Mau makan apem"


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,, 🤍


__ADS_2