Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Aaaahh!! Pelan-Pelan Pak!!


__ADS_3

Hampir 1 jam Ibra dan Indah duduk di balkon dengan kondisi listrik padam. Ternyata bukan hanya apartemen itu saja melainkan sekitar apartemen itu juga pemadaman karena terjadi perbaikan listrik yang tak kunjung selesai. Pihak Apartemen pun mengkonfirmasi jika genset yang di miliki apartemen juga tengah dalam perbaikan sehingga terjadi keluhan-keluhan dari penghuni apartemen kepada petugas jaga.


"Apa kau sudah mengantuk?" tanya Ibra


"Sepertinya iya pak, saya akan kembali ke kamar" ucap Indah yang kemudian beranjak dari tempat duduknya


"Em,," sahut Ibra yang kemudian ikut berdiri


Indah berjalan lebih dulu dan akan menuju ke kamarnya.


Dug!!


"Awwssss!!!" ringis indah saat keningnya malah terbentur tembok di kamar Ibra.


Sontak Ibra berlari menghampiri indah yang tengah meringis didekat pintu


"Kamu gak papa?" tanya Ibra


"Gak pak! cuma nyeri sedikit!" ucap indah dengan masih memegangi keningnya


"Sini lihat!" ucap Ibra menarik tangan indah dan ingin memeriksa luka dikeningnya


"Biru gini ndah!!" Sarkas Ibra


"Apa iya pak?!" tanya Indah


"Iya!!" ucap Ibra yang kemudian menarik indah dan mendudukkannya di tepian tempat tidur nya


"Tunggu disini! jangan kemana-mana!" ucap Ibra yang kemudian beranjak untuk mengambil salep untuk Indah.


Indah patuh dan ia hanya duduk memasati pergerakan Ibra yang tengah mencari sesuatu.


"Tahan sedikit, ini sedikit perih, tapi salep ini ampuh!" ucap Ibra dan indah mengangguk


Lalu Ibra mengambil sedikit salep itu dan akan mengoleskan di kening Indah yang membiru


"Tahan!"


"Aaaahh!! pelan-pelan pak!! jangan di tekan!!" ucap Indah


"Siapa yang tekan sih?? Ini juga udah pelan-pelan!!" ucap Ibra dengan meniup-niup kening Indah dan meratakan salepnya


"Uuhh Sakittt!!"


"Tahan sedikit lagi kenapa?! kayak anak kecil aja kamu!" Ucap Ibra


"Ish si bapak!! makanya pelan-pelan!! bapak tuh keras banget nekannya!! nyeri pak!!" sungut Indah


"Ya udah kalau gak terima! nih olesin aja sendiri !!" ketus Ibra memberikan salep itu kepada Indah


Indah yang cemberut pun akhirnya mengolehkan sendiri bagian sisa yang belum sempat di olesi saleb oleh Ibra. Ternyata memang sangat perih, padahal indah juga melakukan nya dengan perlahan.

__ADS_1


"Makanya kalau jalan pake mata!" sarkas Ibra


"Gelep pak! mati lampu!" jawab Indah


"Listrik padam!" sahut Ibra


"Makasih salepnya" ucap Indah pelan


"Apa?! gak denger!" sahut Ibra


"Makkasih" ucap Indah sekali lagi


"Gak denger!" ucap Ibra pura-pura tidak mendengar


"CK! MAKAAASSIIHHHHH PAK IBRAAAAAAA!" Teriak Indah didekat telinga Ibra


"CK! kamu kira aku budeg apa?! gak usah teriak-teriak juga kali!!" ucap Ibra rasa telinganya berdenging


"Lagian bapak juga suruh ulangin terus!" jawab Indah


"Kamu bisa gak sih kalau di luar Kantor gak panggil bapak?! memangnya aku bapakmu?!" ucap Ibra


"La terus bapak mau di panggil apa?!" tanya Indah


"Ya terserah! waktu ada mami kamu gak panggil aku bapak!" jawab Ibra sedikit membuang muka


"Ohh jadi mau di panggil mas nih?!" ucap Indah mengingat dirinya memanggil mas Ibra saat bersama maminya


"Terserah" sahutnya cuek


"Ecieee,,,, minta di panggil mas aja malu-malu!" ucap Indah


"Dih! siapa juga! udah sana balik ke kamarmu!!" sarkas Ibra yang tidak ingin ketahuan tengah tersenyum


"Cieee,,, cie,,, malu-malu kucing! hahaha" sindir Indah malah membuat Ibra meradang


"Balik ke kamar kamu gih!!" Perintah Ibra


"Anterin Napa mas! gelep tau! kalau aku nabrak tembok lagi gimana?!" ucap indah


"Bodo'!" jawab Ibra yang tidak bergeming dari tempat duduknya


"Ish! jahat banget!!" ucap Indah yang kemudian beranjak dan berjalan meraba-raba sekitarnya untuk segera keluar dari kamar Ibra


"Uuuss!! aww,,,!!" ucap Indah sengaja ketika dirinya sampai di depan pintu dan tidak bisa melihat apa-apa.


Mendengar ringisan Indah, Ibra pun beranjak cepat dengan membawa ponselnya


"Kamu kenapa ndah?!" ucap Ibra menghampiri Indah


"Gelep mas hehe" jawab Indah

__ADS_1


Ibra menghela nafas kasar, kemudian ia pun melangkah lebih dulu dan diikuti indah dari belakang. Ibra mengantarkan indah menuju ke kamarnya.


"Mas,,, bantu Carikan ponselku, kan aku gak ada senter" ucap Indah


"Hem" Sahut Ibra


Indah terus mengikuti langkah Ibra masuk kedalam dan ia pun menuruti indah untuk mencarikan ponselnya. Begitu ketemu, indah pun langsung menghidupkan lampu ponselnya.


"Makasih mas" ucap Indah


"Ya! aku balik ke kamar" ucap Ibra dan Indah mengangguk


Kemudian Ibra terus berjalan keluar menuju ke Kamarnya. Sementara Indah lebih memilih merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Ditemani cahaya lampu dari ponselnya, lama kelamaan Indah pun tertidur....


Sementara Ibra masih terjaga dan belum bisa tidur sama sekali. Pikirannya masih membayangkan saat bersama Indah beberapa waktu lalu, sangat menggelikan bahkan membuat Ibra tersenyum sendiri. Tanpa ibra sadar, Ia pun memegang pipinya yang sempat dicium oleh indah saat mereka jatuh dilantai.


"Benar-benar menggelikan!" ucap Ibra yang kemudian memeluk guling dan memejamkan matanya.


Pagi menjelang,,,,,,,,,,,


Karena hari ini hari libur, Indah pun berniat untuk membersihkan seiisi apartemen itu dari sudut ke sudut. Bagi Indah tidak masalah melakukan itu semua, anggap saja dirinya tengah berkerja untuk majikannya.


Diawali selesai membuat sarapan, Indah menyapu seluruh sudut ruangan, kecuali kamar Ibra yang masih tertutup. Lalu Indah akan mengambil alat pel dan berniat untuk mengepel lantai.


Mungkin Ibra lupa jika di apartemen itu bukan dia sendiri, dengan santainya Ibra keluar dari kamar dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa mengenakan bajunya. Ibra berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


"Astagfirullah!!!"


Byuuurrrrrrrrrrrr


Teriakan Indah kaget saat melihat Ibra berdiri didepan kulkas tanpa baju, sementara ibra juga dikagetkan dengan suara Indah melengking seperti suara maminya. Air dingin yang tadinya akan ditelan oleh Ibra malah buyar mengenai wajah Indah saat itu


"Benar-benar Menyebalkan!!! kenapa sih keluar gak pake baju!!!!" Sarkas Indah menutup mata dengan kedua tangannya


"Kenapa matanya ditutup?! bukannya kamu sering lihat yang beginian?!" ucap Ibra melangkah pergi tanpa rasa bersalah


"Astagfirullah astagfirullah astagfirullah,,, mesumnya gak ketulungan!!!" batin Indah mengusap-usap dadanya sendiri.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


_________________


Yuk Follow IG nya uni😘


Banyak teman banyak Rejeki😍

__ADS_1


Instagram : @uniramadhani.id


__ADS_2