Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Senyaman Itukah?


__ADS_3

David sudah berada di kantor pagi itu, sesuai jadwal pagi ini akan ada rapat komisaris di kantor. Sebelum itu kata Ibra ingin bicara, tentu membuat David cukup tegang. Pikirannya hanya tertuju pada persoalan Kinara. Banyak hal yang difikirkan David, kemungkinan-kemungkinan yang akan di tanyakan Ibra padanya.


Setelah mempersiapkan rapat untuk pagi ini dan memastikan tidak ada kekurangan apapun, Kemudian David kembali keruangannya untuk menunggu Ibra. Tak lama Ibra tiba di kantor itu sendirian sementara Indah dan Kinara masih berada di apartemen.


Melihat Ibra seperti nya sudah ada diruangannya, David dengan perasaan gugup tetap bertekad menemuinya, apapun nanti yang akan terjadi


"Selamat pagi tuan" Sapa David saat masuk keruangan Ibra yang tidak tertutup


"Pagi,,,," jawab Ibra yang kemudian beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju sofa.


"Duduk"Satu kata yang mampu membuat jantung David berdetak tak karuan. Belum lagi tatapan Ibra yang menghunus tajam kearah dirinya


"Ada apa tuan?" tanya David


Ibra tidak menjawab dan mengambil ponsel lalu membukanya, setelah itu Ibra memperlihatkan video aksi penyelamatan Kinara di pantai Peucang waktu itu.


Deg!


David yang sebenarnya juga sudah tau, bahkan dia juga sudah menebak salah satu yang akan dibahas Ibra mungkin saja soal ini. Namun meski tebakannya benar, tetap saja membuat David gugup dan juga tegang seperti sedang menghadapi dosen killer yang siap menyemprot mahasiswa nya yang bandel


"Tuan,,,"


"Jelaskan semuanya"


"Saya,, tidak bermaksud melec ehkan Kinara. Video itu terpotong tuan, sebelum saya melakukan itu, saya mencoba cara lain yang saya ketahui untuk menyelamatkan orang yang tenggelam. Tapi, cara itu tidak berhasil, jadi saya ambil jalan pintas karena saya khawatir Kinara tidak terselamatkan" jawab David


"Bukan itu yang aku maksudkan!" ucap Ibra


David terlihat bingung, jika bukan mempermasalahkan David memberi nafas buatan pada Kinara, lalu apa?!


"Maksud tuan apa? saya jadi tidak mengerti. Bukan kah tuan,,,,"


"Kenapa kamu terlihat secemas itu terhadap Kinara?!" tanya Ibra


"Saya,,, saya,,,"


"Apa kamu memiliki perasaan pada adikku?!"

__ADS_1


Deg!


David menegang atas pertanyaan Ibra, tebakannya benar-benar tidak meleset. Wajah David pun terlihat semakin pucat Pasih.


"Saya,,, tidak berani untuk berharap tuan, saya tidak memiliki keberanian untuk itu" jawab David


"Tapi tidak terlihat seperti yang kamu katakan!"


"Saya merasa tidak pantas untuk nona Kinara" jawab David


"Kenapa?!" tanya Ibra malah membuat David bingung


"Apa perlu saja jelaskan tuan? jelas tuan Ibra sudah tau bagaimana kehidupan saya yang tidak sepadan dengan keluarga tuan Ibra. Saya cukup mawas diri dan tidak ingin terlalu bermimpi. Cukup Kejadian dimasa lalu saya menjadi pelajaran untuk saya. Lagian Nona Kinara juga tidak memiliki perasaan apapun, dan kami hanya berteman" jawab David


"Jujur pada dirimu sendiri, apa kamu memiliki perasaan pada adikku?!" tanya Ibra


Deg!


Ibra tak henti-hentinya menanyakan hal itu dan mengulang pertanyaan yang sama. Padahal Tadi Ibra sudah menanyakan diawal pembicaraan mereka. David menghela nafas berat dan mengangguk pelan


"Iya tuan" David mengakui semuanya


"Apa semua diukur dari materi?!" Tanya Ibra dan membuat David menatapnya berbeda


"Tidak tuan, kebahagiaan tidak selamanya bersumber dari materi" Jawab David


"Apa kau sudah mengenal adikku lebih dalam?! sanggup menerima adikku dengan segala kekurangan yang dimilikinya?!" ucap Ibra dan membuat David semakin bingung. Hatinya bertanya-tanya apa bossnya itu sedang memberi lampu hijau untuk dirinya mendekati adiknya?


"Saya memang belum begitu mengenal Kinara, namun sejauh saat saya bersamanya, dia gadis yang baik" jawab David


"Hanya itu?!" tanya Ibra


"Tentu tidak, tapi apa perlu saja jelaskan semua?! Ini jadi tuan mengintrogasi perasaan saya terhadap Kinara?!" tanya David


"Ya! karena dari caramu, menunjukkan kamu memiliki perasaan kepada adikku".


Kemudian Ibra menggeser video itu dan tampil foto David bersama Kinara di dalam bus yang tertidur bersama. Ada juga foto David dan Kinara berpelukan di rumah sakit. David benar-benar tercengang begitu ketahuan oleh bossnya sendiri. David bahkan lupa, tentu Ibra sudah menyewa mata-mata untuk mengawasi adiknya jika tidak berada didekatnya. Karena sudah Ketangkep basah, ya sudah mandi sekalian.

__ADS_1


"Kamu tau Kinara memiliki trauma yang besar, bukan hanya satu, tapi banyak?! dan apa kamu tidak masalah dengan itu?!" tanya Ibra


"Kinara pernah bercerita kepada saya tentang traumanya tuan" jawab David


"Senyaman itu kah Kinara bersama David, sampai dia menceritakan hal itu padanya?!" batin Ibra


"Kinara masih harus menyelesaikan studinya, apa kamu akan bertahan untuk menunggu nya?!" tanya Ibra


Seperti nya lampu hijau sudah terlihat hilalnya, wajah David mulai bercahaya lagi tidak seperti tadi karena ketegangannya.


"Jika saya di perbolehkan untuk menunggu dan dia mau di tunggu, saya tidak keberatan akan hal itu tuan. Tapi,,, saya tidak yakin Kinara mau dengan pria yang usianya sama dengan kakaknya" jawab David ragu-ragu


"Kamu baru sadar ya?! kamu terlalu tua untuk adikku" ucap Ibra terkekeh namun dengan wajah mengejek


"Tuan,,, kenapa tuan memberi saya harapan namun pada akhirnya menjatuhkan saya?" tanya David dengan Ekspresi tidak terbaca


"Sudahlah, terserah kamu! kejar saja adikku kalau dia mau denganmu! aku cuma mau mengingatkan padamu, jangan pernah sedikit pun kau sakiti hatinya! atau aku sendiri yang akan meremukkan dirimu, jika dia terluka!! dia sudah cukup menderita batin selama ini!" ucapan Ibra terngiang-ngiang terus di otak David, hingga dia melakukan aktivitas nya pun masih terngiang-ngiang.


Sungguh berat, namun David ingin berusaha mendapatkan hati Kinara karena Ibra tidak keberatan akan hal itu. Dibalik sikap dinginnya, Ibra masih memiliki perasaan, meski terdengar sebuah ancaman yang terlontar akan meremukkan David jika melukai hati Kinara, namun semua jelas untuk kebahagiaan adiknya, dan David mengerti akan hal itu.


"Mampukah aku membahagiakannya?" batin David Melamun sendiri di ruangannya setelah rapat selesai.


"Heyy!! kak David!" ucap Kinara melambai-lambaikan tangannya didepan wajah David


Deg!


"Kinara?!" ucap David kaget dan terjingkat


.


.


.


.


Bersambung,,,,,

__ADS_1


Mana nih support untuk uni? ☺️🌹☕


__ADS_2