
Kinara dan David baru saja keluar dari sebuah butik setelah beberapa jam mereka memilih pakaian, dan juga persiapan lainnya untuk besok. Lalu Keduanya langsung naik kedalam mobil
"Kita makan siang dulu apa langsung pulang?" tanya David
"Pulang aja yuk kak, kina capek banget" jawab kina yang merasa hatinya gelisah
"Ya sudah kita pulang ya" ucap David lalu menjalankan mobilnya menuju pulang kerumah mami
Ditengah perjalanan mereka, David mendapat pesan dari Ibra. Ibra menyuruhnya mereka untuk segera pulang karena ada hal penting.
Sementara itu Mami, Indah, Ibra dan Roy, baru saja sampai di rumah mami dengan membawa jenazah papi. Semua anak buah papi juga ibra pun sudah berkumpul di rumah mami dan semuanya sedang sibuk dengan persiapan pemakaman papi
"Mi,,, Indah hubungi kinara ya,," ucap Indah
"Mas sudah memberitahu David untuk segera pulang, kita tunggu saja mereka sampai" ucap Ibra
Beberapa menit kemudian, mobil kinara sudah memasuki halaman rumah. David dan kinara pun sangat kaget ketika melihat banyaknya orang yang berada di rumah mami.
"Kenapa rame banget dirumah? kan acara akadnya besok" ucap kinara
"Ntah, kak David juga gak tau. Tadi tuan hanya menyuruh kita segera pulang" jawab David. Lalu keduanya keluar dari mobil
"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali dirumah?!" tanya kinara kepada salah satu orang papi
"Nona kinara lebih baik silahkan masuk kerumah saja" jawab nya sopan
Kinara semakin dibuat penasaran, dia pun segera berjalan menuju ke dalam rumah dengan rasa penasaran yang luar biasa. Debaran jantungnya pun semakin tidak beraturan saat melihat wajah orang-orang disana terlihat sedih, David pun terus mengikuti langkah kinara masuk kedalam rumah
Deg!
Kinara mematung dengan membeku saat melihat didalam rumah ada semua keluarganya dan sesuatu yang tertutup kain putih berada ditengah-tengah ruangan itu.
"Kinara,,,?" ucap mami, dan Indah lirih saat melihat kinara sampai didepan pintu
"A,,,apa yang sebenarnya terjadi?" tanya kinara terbata
__ADS_1
"Tuan besar,, sudah meninggal nona" sahut salah seorang anak buah papi yang berdiri di dekat pintu masuk
Deg!
"Me,,ni,,,,"
Kinara tidak bisa bicara lagi, dan langsung ambruk di tempat itu juga, untung saja David langsung menangkap kinara agar tidak terjatuh dilantai
"Kinaraaaa!!" semua keluarga beranjak dan akan menghampiri kinara, lalu David menggendong kinara dan membawanya masuk kedalam
"Bawa dia ke kamar" ucap mami menyuruh David membawanya masuk kedalam kamar kinara
"Bagaimana mas persiapan pemakamannya?" tanya Indah
"Sudah selesai, tinggal berangkat setelah kinara sadar" jawab Ibra
"Mas yang sabar yah. Maafkan semua kesalahan papi,,, meski bagaimanapun cerita dimasa lalu keluarga. Ikhlaskan" ucap Indah
Ibra tidak menjawab, dia hanya diam saja mendengar ucapan indah sembari menatap sosok yang sudah tertutup kain putih. Indah memeluk bahu ibra dan mengusapnya perlahan.
"Alhamdulillah,," batin Indah yang masih terus menemani suaminya.
Setelah merebahkan kinara di tempat tidurnya, David pamit pada mami yolanda yang berada di kamar itu. Lalu mami memberikan minyak kayu putih dan menyadarkan kinara. Tak lama kinara membuka perlahan matanya dan melihat mami yang terlihat sedih
"Pa,,pi mi,,, papi sudah meninggalkan kita,,," ucap Kinara yang langsung menangis
"Iya,, papi sudah waktunya kembali kepada sang pencipta , kita harus mengikhlaskan kepergiannya nak. Biarkan papi mu tenang" ucap mami
Kinara lalu duduk dan memeluk mami begitu erat. Kesedihannya meluap-luap. Baru saja dia akan bahagia, namun kesedihan kembali datang menghampiri keluarganya.
"Kina ingin melihat papi mi" ucap kinara
"Ayo turun" jawab mami
Kemudian keduanya berjalan keluar kamar dan kembali ke ruang depan.
__ADS_1
Kinara berjalan perlahan mendekati jenazah papi. Tangannya bergetar saat membuka kain penutup wajah papi. Menatap wajah tua itu mengingatkan kembali ketika kinara begitu ingin diakui sebagai putrinya, namun pria tua itu terus terusan menolaknya, seolah kinara bukan putri kandungnya saja. Padahal jelas jika kinara adalah anak bungsu papi Hutama dan mami Yolanda.
"Beristirahatlah dengan tenang pi,,," ucap kinara lirih lalu menutup kembali kain penutup wajah papi.
"Tuan,, kita makam kan sekarang?" tanya Roy saat menemui Ibra
"Tunggu!" ucap Mami
"Mami minta, akad nikah kinara dan David dilaksanakan sekarang saja didepan papi. Mungkin papi ingin melihat Kinara menikah" ucap mami dan semua orang kaget tercengang
"Bagaimana ibra?" tanya mami
"Terserah mami" jawab Ibra datar
"Ya sudah, akad nikah saja dulu sebelum papi di makamkan" ucap mami
David sudah duduk di depan ibra dengan meja kecil sebagai pemisah diantara mereka berdua. Disamping mereka, ada jenazah papi sementara kinara duduk bersama indah dan mami sedikit kebelakang. Roy dan satu orang Ibra menjadi saksi di pernikahan keduanya.
Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah adalah penentu segalanya. Rencana besok baru akan di laksanakan akad nikah David dan kinara, namun harus di percepat dengan kondisi seperti ini. Antara bahagia dan duka melebur jadi satu hari ini.
Akad nikah selesai, kini Kinara dan David sudah sah menjadi sepasang suami istri, terdengar tangis haru biru diruangan itu. Ibra yang terlihat sangat tegar pun tak luput ikut meneteskan air mata. Papi sudah di jemput untuk kembali, tapi Allah kirimkan pengganti untuk ikut melindungi kinara dan mami.
Setelah akad nikah, jenazah papi dibawa ke tempat pemakaman.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,
__ADS_1
Maaf ya gaess,, uni jarang update, lagi mudiks jadi jarang pegang hapeee heheheðŸ¤ðŸ˜€ Semoga kalian masih setia menunggu sampai cerita ini selesai yahhhh🤗