
Hari berikutnya,,,,,
Tim peninjauan proyek telah selesai melaksanakan tugas mereka, sesuai kesepakatan dan juga izin yang sudah di kantongi mereka dari Boss besar, mereka akan melangsungkan acara perpisahan malam ini di tepian pantai Peucang. Bukan hanya izin saja yang mereka dapatkan, bahkan boss besar Ibra juga memberikan suntikan dana tambahan untuk acara malam ini. Terlihat sore itu mereka sibuk mempersiapkan semuanya
Ponsel Kinara bergetar,,,
"Kak Ibra?!" batin Kinara melihat siapa yang menelepon. Sejenak Kinara celingak-celinguk lalu menjauh dari anggota lainnya untuk mengangkat telfon dari Ibra.
"Assalamualaikum"
"*Wa'alaikumsalam, ada apa kak? ohh nelfon di saat gk tepat banget sih! kalau ada yang tau gimana coba!" sungut Kinara
"Eh, malah marah! kakak cuma ingetin kamu untuk hati-hati. Itu acaranya di pantai, kamu harus bisa jaga diri sendiri" ucap Ibra
"Iya, bawel! aku gak berenang kok! cuma yang lain aja pada berenang. Jangan khawatir" jawab Kinara
"Ya sudah kalau begitu, kakak tutup telfonnya*"
Setelah Ibra mematikan sambungan telfonnya, Kinara kembali ke rombongan mereka.
"Kinara bicara dengan siapa?! Kenapa harus menjauh?! pasti dia bicara dengan kekasihnya! dasar bule gan Jen! udah punya pacar aja masih deketin A' David! lihat aja kamu, aku kerjain !!!" ucap Audi yang tanpa sengaja melihat dan samar-samar mendengar percakapan Kinara dan ntah siapa dia tidak tau.
Kinara diajak Sinta dan teman-temannya untuk ke Dermaga menikmati indahnya pantai biru Peucang. Mereka yang tidak bisa berenang hanya bisa melihat teman-teman lain dan beberapa orang petugas yang sudah berada didalam air dengan berbagai kegiatan. Awalnya Kinara tidak mau, namun dipaksa oleh Sinta akhirnya dia ikut. Sementara David belum juga terlihat batang hidungnya dan masih tertinggal di proyek, katanya nanti menyusul bersama pak Hendrik.
"Indah banget ya kinaaaaaa" teriak Sinta
"Iya,,,,,, " jawab Kirana.
Mereka pun berfoto-foto dengan berbagai pose, tak lama Audi menghampiri mereka yang berada di atas dermaga namun tidak berenang.
"Hai,,, kalian gak berenang?!" tanya Audi
"Gak! aku gak bisa berenang" jawab Sinta
"Ouuh,,, kamu kina?" tanya Audi
"Bisa, hanya saja aku tidak ingin berenang" jawab Kinara
"Ouh,,,! Eh Sinta, fotoin aku dong. Nih pake ponsel aku ya" ucap Audi
Sinta begitu malas, namun dia pikir setelah sekali membantunya, Audi akan pergi. Beberapa kali Audi berganti pose cantik dan Sinta mengambil potretnya
"Kina, yuk foto bareng! buat kenang-kenangan " ucap Audi
"Boleh" jawab Kinara tanpa rasa curiga apapun, dan Sinta mengambil foto keduanya
__ADS_1
"Nih udah" ucap Sinta jengah
"Mana?!"
Byuuurrrrrrrrrrrr
Kinara terdorong Audi hingga terjebur ke pantai, tentu saja membuat semua orang terkejut
"KINARAAAAAAAA"
Byuuurrrrrrrrrrrr
David langsung menjeburkan dirinya ke pantai saat melihat Kinara seperti tidak bisa berenang. Tangannya terus keatas berharap mendapat pertolongan. Semua orang terperanga saat melihat David berenang begitu cepat dan menarik Kinara yang hampir tenggelam ke tepian dermaga. Sementara Audi berpura-pura sedih melihat Kinara yang tak sadarkan diri
"Sinta,,, aku,, gak sengaja nyenggol Kinara" ucapnya seperti orang akan menangis. Semua orang melihat David memberikan pertolongan kepada Kinara. Ia meletakkan kedua tangan Kinara diatas da danya dan menekannya untuk mengeluarkan air yang terminum oleh Kinara.
Namun tidak berhasil, nyatanya Kinara masih belum memuntahkan air yang ditelannya.
"Maafkan aku!" David tidak peduli, setelah ini nanti Kinara akan ngamuk, bahkan akan memakinya habis-habisan atau memukulinya ketika jalan yang diambilDavid memberikan nafas buatan untuk dirinya.
Terang saja semua orang yang ada disana begitu terkejut melihatnya. Bahkan seorang pegawai tak sengaja merekam mereka karena saat itu dirinya tengah live.
1 kali David meraup oksigen banyak-banyak, kemudian kembali memberikannya kepada Kinara. Ke 2 kali, David kembali meraup oksigen dan memberikannya kepada Kinara. Tapi Kinara belum juga memuntahkan air, Hingga ketiga kalinya David mengulangi dan akhirnya Kinara terbatuk-batuk lalu memuntahkan air yang sudah ditelannya. Tentu saja hal itu membuat Audi semakin bertambah kesal, apalagi David memberikan Kinara nafas buatan secara langsung.
"Alhamdulillah! Kinara,, hey bangun,,!" ucap David namun Kinara tidak sadarkan diri.
"MINGGIIIRRRRRRRRRR!" Teriak David membuat semua orang menyingkir dan memberikan jalan untuknya.
David berjalan cepat, mau lari tapi gak kuat, lalu ia memasukkan Kinara kedalam mobil dan David menyuruh Rudi yang juga ada didekat mobil David untuk menyetir mobil mereka. Setelah itu mobil bergerak meninggalkan lokasi pantai.
"Kinara,,, bangun!! please,, please!!" ucap David menepuk-nepuk pipi Kinara perlahan.
"Airnya sudah keluar pak?!" tanya Rudi
"Sudah, tapi dia tidak sadarkan diri. Berapa jauh rumah sakit di daerah sini?!" tanya David
"Mungkin sekitar 30 menit pak" jawab Rudi
Mobil terus melaju menuju rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan David terus memeriksa kondisi Kinara, merasakan denyut nadinya, lalu mengusap-usap telapak tangannya untuk menghangatkan nya. Ada rasa khawatir teramat didalam hati David saat itu
Sampainya di rumah sakit, Kinara langsung dibawa suster untuk mendapatkan pertolongan Sementara David mengambil ponselnya dan menghubungi Ibra.
"Hallo,,, assalamualaikum tuan,,,"
"Wa'alaikumsalam, ada apa?!"
__ADS_1
"Tuan,,, Kinara sekarang berada dirumah sakit terdekat, karena tadi dia tercebur ke pantai dan saat ini belum sadar, tapi sudah ditangani dokter" ucap David
Bagai disambar petir di sore tanpa awan hitam, tidak ada tanda-tanda akan hujan namun Ibra seperti tidak bisa berkata- kata mendengar ucapan David. Belum lama ia menelfon Kinara untuk berhati-hati. Malah kini ia mendapat kabar jika adiknya tercebur di pantai.
"Apa?!" Ucap Ibra kaget bukan main.
Wajahnya tiba-tiba berubah memerah lalu ia mematikan sambungan telfonnya.
"Ada apa mas?!" ucap Indah melihat wajah tegang suaminya
Ibra tidak menjawab dan langsung menghubungi seseorang.
"Siapkan mobil, kita ke Peucang sekarang!" ucap Ibra begitu tegas
"Mas,, ada apa?" tanya Indah begitu penasaran juga sekaligus khawatir
"Kinara tercebur di pantai, sekarang tak sadarkan diri di rumah sakit" jawab Ibra dengan wajah sudah sangat merah. Inilah yang ditakutkan Ibra
"Apa?! kok bisa?! aku ikut mas" ucap Indah
"Tidak!! kamu tidak boleh ikut!" jawab Ibra terdengar begitu keras
"Aku ingin,,,,,"
"Sekali tidak! ya tidak Indah!!" Bentak Ibra dan membuat Indah terjingkat.
"Apa kamu gak sadar hah?! semua ini gara-gara kamu juga!! coba kemarin dia tidak pergi, tentu tidak terjadi hal seperti ini!! kamu tau, Kinara memiliki trauma dengan kedalaman air!! Dulu dia hampir tewas karena tercebur kedalam kolam! Paham!!!" bentak Ibra lagi
Indah begitu takut melihat kemarahan Ibra yang meledak-ledak, belum lagi rasa bersalahnya karena sudah mendukung Kinara untuk pergi tanpa pengawasan. Matanya sudah sangat panas, baru kali ini Indah melihat marahnya Ibra yang menakutkan.
"Jangan menambah beban pikiranku!!" Sarkas Ibra yang kemudian berjalan cepat keluar dari apartemen dan meninggalkan Indah sendiri.
Indah terperosok ke lantai dengan deraian air mata yang tidak bisa dibendung lagi. Kata-kata Ibra yang begitu kasar dan keras membuat Indah merasa bersalah yang teramat dalam. Seolah semua kejadian ini adalah salahnya sendiri. Belum lagi kondisinya tengah hamil muda tentu sangat mempengaruhi kondisi perasaannya.
"Semua,,, ini,, salahku,,,mas Ibra benar,,, aku hanya beban saja,,,,,untuknya,,," tangis Indah terdengar begitu pilu.
.
.
.
Bersambung,,,,,
Pas lihat di google pantai Peucang kayak gini, MaasyaaAllah adem benerrr lihat airnya biru gitu. Jadi pengen liburannnnnnnnn hehe
__ADS_1