Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Indah Ngambek


__ADS_3

Waktu terasa berhenti seketika saat Kinara terus menatap David, bukan hanya itu, kinara pun mendekat memastikan David masih bernyawa karena sedari tadi hanya diam tanpa suara.


"Ngapain sih?! Sakit tau!!" ucap David saat Kinara mencubit hidung David sedikit keras


"Ohh,,, masih hidup ternyata! lagian kak David ngapain diem aja gitu?!" ucap Kinara


"Em,,, aku,,, ingin mengatakan sesuatu padamu,,, aku,, pasrah setelah ini, kalau kamu marah padaku, atau akan memukuli ku" ucap David sedikit terbata


"Apa sih?! bikin kina bingung aja" jawab Kinara


"Waktu di,,,,"


Dddrrrttttt drrrttttt


Ponsel Kinara bergetar,


"Sebentar kak, Sinta nelfon aku" ucap Kinara menggeser tombol hijau lalu menempelkan benda pipih ke telinganya


"Hallo Sin, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam Kina,,, Ini barang-barang mu ada di rumahku, besok aku bawakan ke kantor ya"


"Ohh boleh,, makasih ya,, maaf merepotkan mu" ucap Kinara


"Iyah . Oh iya kamu udah lihat Video digrup belum?"


"Video?! video apa?!" Jelas Kinara tidak tau, karena dia tidak ada didalam grup perusahaan


"Nanti aku kirim yaaa,,,jangan kaget" ucap Shinta sebelum mematikan sambungan telfonnya.


"Video?? Video apa yang dimaksud Sinta?!"


David membulat, dia sudah bisa menebak mesti video itu kejadian di pantai kemarin. Sebelum Kinara melihat nya sendiri, David memilih mengatakan lebih dulu. David menghentikan tangan Kinara yang akan membuka Video yang dikirimkan Sinta padanya


"Kina Kemarin Kak David terpaksa memberikanmu nafas buatan secara langsung!" ucap David tanpa jeda dan cepat


Kinara membulat dengan tenganga, syok sudah pasti.


"Maaf" ucap David dengan wajah memucat


"Apa?" jawab Kinara sangat pelan


"Aku minta maaf, aku sudah coba cara lain tapi kamu tidak juga memuntahkan air pantai yang kamu telan"


Kinara menarik tangannya yang di genggam David, wajahnya sudah memerah, ntah rasanya tiba-tiba wajahnya hangat saja. Bukan hanya Kinara, kini David pun juga seperti itu. Wajah pucat nya berubah merona


"Bibirku sudah gak perawan lagi!" ucap Kinara memukul dada David ringan


"Maaf kina,,, daripada kamu lewat?!" sungut David


"Kak David nyumpahin aku lewat?!" ucap Kinara


"Ya enggak!! aku cuma bermaksud membantumu saja!" jawab David

__ADS_1


"Tetap saja, kak David sudah menciumiku kan?!" ucap Kinara antara kesal juga malu


"Ya Maaf! dimaafin gak ini?!" tanya David


"Berapa kali?!" tanya Kinara


David memejamkan mata erat dan mengangkat 5 jarinya


"Tiga!" jawab David


"Lima apa tiga sih?! itu tangannya lima bukan tiga!" sungut Kinara


"Benerannn tiga kali aja!" jawab David


"Kak David tanggung jawab pokoknya!! kalau kina hamil gimana coba?!" ucap Kinara


"Bahahahahah mana ada cuma gitu langsung hamil hah?! ngaco kamu! kita gak melakukan penyatuan ya! gak mungkin kamu hamil!" jawab David yang mulai mencair dari rasa tegangnya


Kina bukan tidak mengerti soal hal itu, hanya saja dia ingin mengusir rasa canggung diantara mereka berdua.


"Sudah lupakan saja! Kina anggap kak David gak pernah lakuin itu! kina gak kerasa kok! Udah jangan bahas lagi!" ucap Kinara akan pergi, namun ditahan oleh David


"Bagaimana bisa begitu?!" sungut David


Kinara di buat takut saat jarak keduanya terlalu dekat, bahkan Kinara tidak bisa bergerak karena terkunci di pinggiran sofa dengan David semakin dekat padanya


"Terus maunya apa? kina,,, sudah berterima kasih kepada kakak, karena sudah menyelamatkan kina..."


"Astagfirullah,,!" David segera menjauh dari Kinara


"Baiklah,,, aku akan melupakannya. Sekarang lebih baik kau istirahat di kamar. Aku akan disini sampai tuan kembali" ucap David dengan debaran jantung yang hampir copot


Kina buru-buru lari ke kamar sebelum David kembali memojokkannya. Sampainya di kamar, Kinara memegangi da dannya yang bergemuruh hebat. Sesaat Kinara menyentuh bibirnya sendiri dengan wajah menghangat,rasanya nano-nano. Sementara di ruang tamu, David menyenderkan kepalanya dan memejamkan mata nya. Debaran jantungnya tak kalah cepat dengan pelari maraton tingkat internasional.


Di rumah Indah,,,,,


Ibra baru saja sampai di rumah itu, terlihat sepi karena pintu tertutup rapat. Kemudian Ibra mendekat kearah pintu, dengan ragu-ragu Ibra mengetuk pintunya


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum,,," Ucap Ibra


Tidak ada jawaban apapun, kemudian Ibra menghubungi Indah, namun nomer telpon indah tidak aktif. Ibra sedikit putus asa, tapi Ibra teringat waktu itu pak Idris pernah bilang jika ada kunci serep yang biasa di letakkan di bawah keset untuk Puteri yang sering pulang siang saat pak Idris dan ibu ayu di kedai. Lalu dengan cepat Ibra membuka keset didepan pintu, dan benar saja, ada satu kunci rumah di balik keset itu.


"Alhamdulillah ada!"


Kemudian Ibra mengambil kunci itu dan membuka pintunya. Setelah terbuka, Ibra masuk kedalam dan menuju ke kamar Indah.


"Bismillahirrahmanirrahim,,,"

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Indah,,, buka pintunya sayang" ucap Ibra dengan harap-harap cemas. Takut jika Indah tidak membuka pintu untuknya


Indah yang tengah duduk di dekat jendela pun terkaget saat mendengar ketukan pintu dan juga suara Ibra diluar kamarnya


Tok


Tok


"Indah,,, kita harus bicara,,," ucap Ibra lagi


Benar, Indah tak salah dengar, itu suara Ibra suaminya


"Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan mas! aku hanya beban untukmu! lebih baik mas pulang!" jawab Indah


"Sayang,,, bukan seperti itu maksud mas,, please,, kita perlu bicara" bujuk Ibra


"Mas pulang aja sana! aku mau sendiri!" jawab Indah. Indah tidak ingin keluar menemui Ibra, hatinya masih sakit karena kata-kata suaminya.


"Sayang,,,, mass"


"Indah mau sendiri!! sana pulang" ucap Indah


"Baiklah kalau begitu, mas pulang" jawab Ibra melemah. Percuma bicara dengan orang yang masih ngambek begitu, tentu masalah tidak akan selesai. Yang ada akan bertambah runyam.


Setelah tidak terdengar suara Ibra lagi, Indah membuka kamarnya dan mengendap- endap memastikan jika Ibra tidak ada lagi dirumah itu. Indah celingak-celinguk mencari keberadaan Ibra namun tidak melihat keberadaan nya. Kemudian Indah berjalan ke ruang tamu dan melihat di halaman rumah juga sudah tidak ada mobil Ibra.


"Dia benar-benar pulang,,,"


Ada rasa kecewa karena Ibra benar-benar pergi. Sebenarnya, indah tidak ingin Ibra pergi, dia rindu, namun juga masih kesal. Tapi mau bagaimana lagi, ternyata Ibra sudah beneran tidak ada lagi di rumah itu. Lalu Indah berjalan lesu menuju ke kamarnya lagi.


Deg!


Indah terkaget saat Ibra sudah duduk di tepian tempat tidur mereka Dengan seulas senyum manisnya


"Mas Ibra?!"


.


.


.


Bersambung,,,,, πŸ’•


Dikasih double up, timpuk kopi dong🀭😍


Happy weekend πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2