
Indah dan Ibra dibuat kaget dengan kehadiran mami Ibra yang sudah berada didepan pintu kamar. Keduanya sangat takut jika mami Ibra mendengar percakapan mereka berdua, bisa tamat semua rencana mereka
"Apa yang kalian lakukan berdua dikamar hah?!"tanya mami
"Kami,,, tidak melakukan apapun mi,,, " sangkal Ibra
"Lalu kenapa ada di kamar berdua?!" tanya mami
"Emm,, itu,, indah mau ambil tas, dan aku,, mau berganti pakaian" jawab Ibra sedikit tegang
"Iya mi" jawab Indah terpaksa membenarkan
Mami terus menatap Ibra dan Indah bergantian, dia tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan sebelumnya, suaranya sangat kecil, hingga mami tidak bisa mendengar dengan jelas.
"Ya sudah,, ayo ndah kita keluar" ucap mami
"Baik mi" jawab indah yang kemudian dengan cepat mengambil tasnya dan ikut keluar bersama mami, sementara Ibra berganti pakaian terlebih dulu baru menyusul Indah dan juga maminya.
.
Ketiganya sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota. Ketiganya masuk kedalam dan akan mengajak maminya berbelanja, sebenarnya Ibra tidak ingin ikut masuk dan hanya mengantarkan indah dan juga maminya, namun maminya memaksa Ibra untuk ikut masuk kedalam hitung-hitungan sedikit refreshing karena dia sangat gila kerja. Lalu mami Ibra menyeret indah dan Ibra ke sebuah butik yang terlihat barang-barang disana pasti mahal harganya.
"Indah, pilihkan apa yang kau suka,,," perintah sang mami
"Ahh,, tidak mi, kemarin mas Ibra sudah membelanjakan indah banyak pakaian" ucap indah
"Itu kan kemarin, ini mami yang akan membelanjakan mu, pilihlah jangan malu" ucap mami
Mami Ibra ingin menguji calon mantunya apa Indah sama seperti wanita-wanita lain yang hanya mengincar uang Ibra atau tidak, dan dia ingin tau bagaimana selera calon mantunya. Indah terlihat bingung, dan menatap Ibra sekilas. Ibra membalas tatapan Indah,lalu dia hanya memberikan isyarat kepada indah untuk menuruti maminya. Kemudian Indah berjalan melewati lorong pakaian yang terpajang di butik itu, sementara Ibra memilih duduk di sofa tunggu dengan memainkan ponselnya.
Indah melihat satu persatu pakaian yang di jual disana, rata-rata pakaian disana seharga 500ribu dan itu hanya mini kurang bahan. Indah tercengang ketika melihat harga nya membuat dompet menjerit
"Astagfirullah,, kalau beli di pasar biasa 500ribu bisa buka toko undrwer" batin Indah
Kemudian Indah kembali melihat pakaian lain dan dia tidak berniat sedikitpun untuk membeli pakaian disana yang harganya selangit.
"Apa yang kau pilih ndah?" tanya mami saat menghampiri indah dengan menenteng hanger ditangannya
"Belum ada mi, indah bingung mau pilih yang mana. Indah tidak usah beli pakaian ya mi, soalnya pakaian yang kemarin di belikan mas Ibra saja belum indah pakai semua. Mubasir kan mi" ucap indah
"Ternyata dia seperti yang aku duga!" batin Mami
"Ouh,, ya sudah kalau begitu, mami bayar ini dulu di kasir" ucap Mami
__ADS_1
Kemudian Indah menemani mami Ibra ke meja kasir, setelah membayarnya mereka keluar dari butik dan menuju ke toko perhiasan. Mami Ibra masih belum puas ingin menguji calon mantunya itu.
"Menurutmu bagus yang mana?" tanya mami
"Ini lebih cantik dan elegan mi, tidak terlalu mencolok namun keindahan nya tetap terlihat" jawab indah memilih salah satu cincin yang disodorkan kepadanya
"Emm begitu,,,,Ini bungkus ya mba"
"Baik Bu" ucap pegawai disana
Setelah dibungkus rapi, mami Ibra meminta kartu ATM Ibra untuk membayar tagihannya. Tanpa curiga Ibra pun menuruti kemauan maminya.
Setelah cukup lama mereka berkeliling dan berbelanja ini dan itu, mami Ibra mengajak ketiganya untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang cukup mewah dan berkelas. Ketiganya pun memesan makanan ketika pelayan menghampiri mereka.
"Mi, Indah ke mushola dulu ya, itu adzan sudah masuk wktu Zuhur" ucap Indah
"Baiklah" jawab mami
Mami maupun Ibra tertegun dengan apa yang di lakukan Indah. Jelas kewajiban sebagai seorang muslim adalah menjalankan ibadah, namun Ibra, tidak pernah menjalankan itu lagi sejak lama. Rasanya seperti tertampar ribuan kali saat itu.
"Kenapa kamu?" tanya mami
"Tidak" jawab Ibra
"Kau tidak sholat?!" tanya mami
"Kenapa mami tidak sholat?" Ibra balik bertanya
"Mami datang bulan, kau?" jawab mami dengan enteng
Ibra kembali terdiam, dia bingung akan menjawab apa terhadap pertanyaan maminya.
"Ibra ke toilet dulu" ucap Ibra tiba-tiba
Kemudian Ibra beranjak dan berjalan menuju ke toilet, sementara mami hanya menatap Ibra yang semakin menjauh dari dirinya
"Anak itu,, masih tidak berubah!" ucap mami
Ibra melewati sebuah ruangan dimana disana banyak orang-orang muslim tengah menjalankan ibadah Zuhur nya. Ibra melihat kearah tempat itu dan memperhatikan gerakan-gerakan sholat mereka. Ibra sangat ingat terakhir ia menjalankan ibadah itu saat dia masih sangat muda, beranjak Dewasa, prilaku Ibra berubah total setelah kekecewaan demi kekecewaan yang dia rasakan menumpuk didadanya. Saat Ibra masih berdiri, dia pun dikejutkan oleh Indah yang baru saja keluar dari musholah itu.
"Pak Ibra?"ucap indah kaget
"Emm,, ya,, " sahut Ibra
__ADS_1
"Bapak mau sholat? ambil wudhu ya disana pak" ucap indah menunjukkan tempat wudhu pria
"Tidak,, aku baru dari toilet" jawab Ibra yang kemudian pergi meninggalkan Indah
"Pak Ibra kenapa sih?! dia kok gak sholat? apa dia bukan muslim? tapi,,, namanya kan Ibrahim, ahh sudahlah,, aku kenapa aku malah memikirkannya?!" batin Indah. Lalu indah berjalan menyusul Ibra yang lebih dulu berjalan menuju meja makan mereka.
Setelah ketiganya kembali ke meja, mereka menikmati makan siang bersama. Terlihat mami Ibra mengawasi bagaimana attitude Indah saat berada di meja makan.
"Besok mami akan kerumah indah" ucap mami
Deg!
Uhukkkkk uhukkkkk uhukkkkk
Ibra dan Indah tersedak bersama, dengan cepat keduanya pun menghabiskan air minum digelas mereka masing-masing
"Untuk apa mi?"tanya Ibra
"Ya jelas mami harus bertemu dengan calon besan mami. Mumpung mami masih diindonesia" sahut mami
"Mi,, Ibra rasa tidak secepat itu" ucap Ibra
"Apanya yang kecepatan?! mami hanya ingin bertemu dengan orang tua Indah. Apa jangan-jangan ada yang kalian berdua sembunyikan dari mami??" ucap mami menebak
Deg!
"Ah,,, tidak ada mi,,,"
"Atau kalian berdua membohongi mami?" mami semakin memojokkan
Wajah indah sudah pias, dia pasrah jika memang semua akan terbongkar saat itu juga. Sementara Ibra terus berfikir bagaimana meyakinkan maminya.
"Gak lah mi, aku serius sama Indah,, tapi,, aku belum siap untuk bertemu dengan keluarganya" jawab Ibra
"Tidak ada bantahan! besok mami akan tetap menemui keluarga Indah" sahut mami
Kini bukan hanya Indah berwajah pias, tapi Ibra pun begitu. Sungguh ini semua diluar prediksinya. Ibra harus bekerja keras memikirkan cara lain untuk menyelesaikan masalah maminya. Tentu saja Ibra sangat khawatir jika maminya bertemu dengan keluarga Indah. Semua akan tamat, dan rencananya akan hancur berantakan!
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,,