
Kinara begitu malu melihat foto dirinya dan juga David dalam pose begitu, tapi untung saja hanya Sinta yang tau, dan Sinta mau merahasiakan semuanya dan berjanji tidak akan menyebarkan foto itu kepada siapapun. Kina pun menjelaskan jika dirinya dan David tidak memiliki hubungan apa-apa selain profesional kerja dan juga pertemanan. Kina menjelaskan mungkin saja itu karena kebawa suasana mengantuk hingga tidak sadar.
Sudah waktunya makan siang, Semua anggota peninjauan berkumpul di resto yang berada penginapan itu untuk makan siang bersama.
"Kak David,, aku duduk disini yah?, makasih" Audi bicara sendiri dan menjawab sendiri, sementara David masih diam dan yang lain pun hanya melihat gerak gerik mereka. Kina yang baru datang bersama Sinta pun segera mengambil tempat duduk dan bergabung untuk makan siang bersama.
"Itu si Audi kayak ulet keket banget ya! nempelin pak David terus! kalau aku jadi pak David,, sudah ku tendang cewek kayak gitu!" bisik Sinta
"Hahahaha!!" Kinara tertawa mendengar ucapan Sinta dan membuat semua orang melihat kearahnya seketika Kina diam
"Ish! kau ini,,,, pelankan tawamu!" bisik Sinta dan diangguki Kinara. Semua kembali fokus pada makan siang, namun David masih melihat kearah Kinara. Penasaran apa yang membuat kina tertawa begitu.
Makan siang selesai, mereka pun bergerak menuju ke proyek.
Kina duduk di depan sendiri, menatap kedepan saat David memberikan arahan kepada semua orang. Setelah selesai bicara, David akan duduk
"A' duduk disini aja" tawar Audi
David diam, lalu memilih duduk di samping Kinara. Kina menoleh dan tatapannya bertemu dengan David
"Nanti ada yang cemburu loh kalau duduk disini" sindir Kinara
"Apa hak dia cemburu?!" ucap David
"Yahh,,, siapa tau kannn!" jawab Kinara
Audi seperti kebakaran jenggot saat melihat David lebih memilih duduk disamping Kinara. Sementara Bus terus melaju menuju proyek membawa rombongan itu.
Ditempat lain,,,,,,,
Indah dan Ibra sudah berada di apartemen mereka. Indah tengah menata berbagai bahan makanan yang mereka beli tadi sepulang dari kantor. Sementara Ibra tengah berada di ruang tamu, ntah apa yang sedang ia lakukan
"Sayang,,, mana mie Tek Tek mas? lama banget sih?!" tanya Ibra
"Iyaaaaa mas.... Sabarrrrrr" jawab Indah yang masih mengubrek di dapur
Indah dengan seriusnya menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga suaminya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mie Tek Tek pun sudah siap untuk dihidangkan. Lalu Indah membawa makanan itu ke ruang tamu. Begitu kagetnya Indah saat melihat ruang tamu yang biasanya rapi dengan tatanan sofa, kini berubah drastis
"Hah? apa ini mas?" tanya Indah kaget
"Sayang,,,, hehee,,, bagus gak?!" tanya Ibra
"Bagus,,, mas dapet ide dari mana coba bikin kayak gini?? romantis banget sih,,,!" ucap Indah yang kemudian menurunkan nampannya di meja
"Selama 3 hari 3 malam kita akan tidur didalam tenda ini" ucap Ibra
"Yakin? kok indah gak yakin ya! mas pasti rusuh! dan tenda ini gak akan bertahan lama! yakin banget indah" ucap Indah terkekeh
"Hehehe,,,, iya yah! bukan mas saja yang rusuh! kamu juga rusuh" ledek Ibra dan keduanya tertawa bersama.
"Kita makan dulu yuk, Utut laper" ucap Indah
Kemudian keduanya pun menikmati makan siang bersama didalam tenda buatan Ibra. minimalis namun begitu manis. Sepertinya Indah sudah tidak lagi muntah jika bertatapan dengan Ibra, buktinya dia pun bisa duduk berhadapan dan menikmati makan siang bersama saat ini. Namun hal itu sepertinya diganti dengan keinginan Ibra yang malah sangat doyan makan mie, berbagai resep olahan mie semua ingin Ibra rasakan. Seperti tidak ada rasa bosan setiap menu makanannya harus ada mie yang terhidang.
Malam menjelang,,,,,,
__ADS_1
Dibalik selimut hangat, ada dua insan yang dimabuk cinta tengah menikmati malam bersama. Aroma cinta pun seakan memenuhi tenda sempit itu berpadu dengan bau aromaterapi yang beradu menjadi satu.
Lelah, jelas,,,,
Belut Jumbo, jagung bakar, sosis jumbo terus saja ngajak gelut, untung saja tenda minimalis itu tidak roboh akibat pertempuran sengit hingga terjadi persatuan bangsa.
"Mas,,,,"
"Hem,,, ada apa?,,,"
"Sejak kapan mas mencintaiku?" tanya Indah
"Sejak kapan ya? mas juga tidak sadar dan tidak tau sejak kapan rasa cinta ini ada. Emm,,, mungkin sejak pertama kali kamu kasih setengah porsi mie goreng buatan mu. Atau jangan-jangan didalam mie itu kamu kasih jampi-jampi pelet yahh, makanya mas jatuh cinta padamu?! hayo ngaku!!" ucap Ibra terkekeh
"Iya! kok tau?!" jawab Indah absurd
"BENERAN?!" tanya Ibra kaget
"Iya! jampi-jampi cinta! cuih cuiihh gitu! hahahaha!!! gila aja kali mas! gak mungkinlah indah kayak gitu! itu syirik namanya! dosa besar bersekutu dengan jin! lagian mas buruk sangka banget sama Indah" jawab Indah
"Hehehe canda sayang,,,,,, Mau bobok apa gelut lagi?!" tanya Ibra mengedipkan mata kirinya nakal
"Bobok aja deh! lelah hayati" jawab Indah
"Eh! siapa hayati?!" tanya Ibra
"Tukang sapu" jawab Indah yang memang benar ada tukang bersih-bersih apartemen bernama hayati, namun bukan itu maksud Indah.
"Ohh,,," jawab Ibra begitu polosnya
Indah tersenyum lalu keduanya pun memejamkan mata dan menyelami mimpi indah bersama. Sementara Ibra dan Indah menikmati malam hangat berdua, berbeda dengan Kinara yang tidak bisa tidur nyenyak karena merasa lapar. Kebiasaan Kinara makan sebelum tidur membuatnya bingung akan makan apa, sementara tidak ada cemilan didalam kamarnya.
"Makan apa yah?!" ucap Kinara
Kina melihat Sinta yang sudah tertidur pulas, ingin membangunkannya takut mengganggu. Kemudian Kina memutuskan untuk ke resto, siapa tau mereka belum tutup, dan benar saja sampainya di resto mereka belum tutup dan masih ada beberapa pengunjung yang berada disana.
"Mas, pesen Sosis jumbo masih ada?!" tanya Kinara
"Ada neng geulis"
"Oke pesen itu ya satu, sama air mineralnya satu, dibungkus aja" ucap Kinara
"Baik neng, tunggu yah" ucap pelayan itu dengan ramah
Kina duduk dan menunggu pesanannya dibuatkan.
"Kinara??"
Kinara menoleh dan ada David tengah menghampiri nya
"Kak David,,,,"
"Ngapain kamu disini?! belum tidur?" tanya David melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 11
"Kina gak bisa tidur kak, laper" jawab kina
__ADS_1
"Tadi udah makan malem, masih laper?!" tanya David
"Kebiasaan makan sebelum tidur, jadi gak bisa tidur. Ngapain kak David ada disini" jawab kina
"Aku baru pulang dari ketemu pak Hendrik. Besok pagi kita harus sudah di proyek jam 8. Kebiasaan makan sebelum tidur gak baik kina, gak takut gendut? biasanya cewek paling takut gendut" ucap David terkekeh
"Heheh,,, perasaan kina masih tetep langsing meskipun makan malem terus. namanya laper ya gak bisa ditahan kali kak!" jawab Kina
"Neng geulis, ini pesenannya neng" Pelayan itu terdiam cepat saat melihat Kinara bersama seorang pria.
"Ah iya,,, jadi berapa semuanya?"
"20ribu aja" neng
Kinara mengeluarkan uang dan membayar pesanannya. Setelah itu Kinara akan beranjak dari tempatnya
"Kina balik ke kamar ya kak" ucap Kinara
"Aku antar" Jawab David yang ikut berdiri
Lalu mereka pun berjalan bersama menuju ke kamar Kinara.
Tanpa sengaja, tangan keduanya bersenggolan saat memasuki lift, menoleh bersama dan terjadi sedikit kecanggungan.
"Besok jangan bangun kesiangan" ucap David
"Gak lah,,, mana pernah kina kesiangan" jawab Kinara
"Hem,,, ya sudah, istirahat lah"
"Makasih udah dianter" ucap Kinara dengan tersenyum
"Iya,, selamat malam" ucap David juga tersenyum
" Malam" jawab Kinara membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam
Kemudian David melangkah pergi dari depan kamar Kinara, sementara Kinara masuk kedalam kamarnya.
"Kenapa Jantungku rusuh gini sihhhhhhh?" ucap Kinara merasakan debaran jantungnya begitu cepat
"Manis sekali" ucap David dengan tersenyum
.
.
.
.
Bersambung 💕
Mungkin kayak gini kali yahhhh tenda minimalis yang disiapkan Ibra untuk uni eh,,, untuk indah hehehehe🤣🤣
__ADS_1