
Ibra baru saja sampai di apartemen nya setelah beberapa jam lalu ia pergi ke Cafe untuk menemui kliennya. Kemudian Ibra masuk kedalam dan melihat kondisi sepi seperti biasa, dan Ibra mengira jika Mami dan indah pasti sudah tidur saat ini.
Ceklekkkk
Ibra membuka pintu kamarnya
Langkah Ibra terhenti saat Tatapannya bertemu dengan indah yang saat itu langsung berdiri dari tempat duduknya
Deg!
Sesaat keduanya saling diam tanpa bicara. Ibra maupun indah disibukkan dengan fikiran mereka masing-masing.
"Kenapa kau belum tidur? apa kau sengaja menungguku?!" tanya Ibra dengan smrik menggoda
"Saya,, belum mengantuk! siapa juga yang menunggu anda pak!" jawab Indah sedikit gugup.
Ibra tersenyum kecut, lalu ia berjalan menuju ke tempat tidur nya dan membaringkan dirinya disana. Sementara indah memilih untuk tidur di sofa ketimbang tidur bersama Ibra dalam satu ranjang. Bisa-bisa malam ini Ibra akan menerjangnya tanpa ampun mengingat label Cassanova yang masih melekat erat pada dirinya.
"Kenapa tidur disitu? kesini dong,,,, kita kan sudah menikah,,ndah" ucap Ibra sengaja menggoda Indah
Indah memilih diam dan membalik posisi tidurnya memunggungi Ibra.
"Yakin mau tidur disitu?! mending disini, hangat,,,," ucap Ibra lagi
"Lebih baik saya tidur disini" jawab Indah
"Bukankah ini yang kamu mau ndah?! bisa menikah denganku, dan tidur denganku?!" ucap Ibra dengan pedenya
"Percaya diri sekali anda pak?! siapa juga yang menginginkan ini semua?! Saya mau menikah dengan anda itu juga karena terpaksa!" jawab Indah tanpa menoleh kearah Ibra
Ibra hanya terkekeh kecil tanpa suara, Ibra tau betul, pasti Indah begitu kesal padanya saat ini.
Beberapa saat kemudian, tidak ada lagi sahutan dari Ibra, indah pun berbalik dan menatap Ibra dari kejauhan. Dilihatnya pria yang belum sehari menjadi suaminya itu terlihat sudah tertidur. Ada perasaan sedikit lega dihati Indah ketika melihat Ibra pulang dalam kondisi baik-baik saja. Sedikit ketakutan didalam diri indah pun berangsur-angsur kurang. Hingga akhirnya indah pun ikut tertidur juga malam itu.
Pagi menjelang,,,,
Indah baru saja selesai sholat subuh, ia merapikan kembali mukenah dan menyimpannya. Indah menoleh ke arah tempat tidur dan disana masih ada Ibra yang bergelut dengan selimut juga guling nya
"astagfirullah,,, memangnya dia gak bangun sholat subuh?!" ucap Indah yang kemudian menghampiri Ibra
__ADS_1
"Pak,,, bangun!!"
"Pak Ibra,,, bangun!"
Ibra masih tidak bergerak sama sekali
"Pak Ibrahimmmmm bangunnnnn!" ucap Indah dengan menggoyang goyangkan lengan Ibra agar dia bangun
"Astaga,,,, berisi sekali sih!!! aku ngantuk!!" jawab Ibra
"Subuh pak!! bangun!!! bapak gak sholat?!" ucap Indah dengan nada kesal
"Enggak" jawab Ibra
"Astagfirullah!! sholat itu kewajiban pak!! ayo bangunnnnn!!! iiihhhhh,,,,!!" ucap indah menarik selimut Ibra dengan susah payah karena Ibra menahan selimutnya
Bruukkkkkkkk
Dengan sekali tarik saja Indah sudah terjatuh diatas Ibra dan kini keduanya saling menatap dengan jarak yang begitu dekat. Tidak ada yang saling bicara, mereka sibuk dengan menyelami sorot mata masing-masing yang di dukung dengan sinar lampu tamaran pagi itu
"Muka kamu jelek banget ndah!!" ejek Ibra
"Bapak yang jelek!! itu banyak kotoran matanya!!" Balik Ejekan indah
Karena sangking malu di ejek indah, Ibra langsung beranjak dan berjalan cepat menuju ke kamar mandi, Sementara Indah ikut bangun dan memilih untuk menyiapkan sarapan didapur.
"Mana?! katanya banyak kotoran mata!! ish dasar pembual!! ganteng gini di bilang jelek!! awas aja kalau dia sampai jatuh cinta sama aku!! aku gak akan terima dengan mudah gitu aja!! hahaha,,,!" ucap Ibra sendiri didalam kamar mandi.
Kemudian Ibra membersihkan dirinya dan setelah itu akan mengambil air wudhu. Namun Ibra sedikit bingung bagaimana cara berwudhu dengan benar, pasalnya sudah sangat lama dirinya tidak pernah lagi menjalankan ibadah. Kemudian Ibra keluar dan mengambil ponselnya. Ibra melihat tahapan tahapan wudhu dari salah satu Chanel YTB milik ustadz.
Setelah itu Ibra keluar dan menjalankan ibadah subuh meski dirinya tidak hafal bacaan sholat.
"Aku sangat malu, bahkan wudhu saja aku tidak bisa, apalagi bacaan sholat!" ucap Ibra saat selesai sholat
Kemudian Ibra beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamarnya. Dilihatnya Indah bersama mami tengah bercanda sambil memasak di dapur mini miliknya.
"Ehh,,, Ibra,,, sudah bangun kamu? tumben" sindir mami
"Bagaimana aku tidak bangun sepagi ini, bunyi toa terdengar sangat nyaring dan sangat sangat mengganggu tidurku" jawab Ibra
__ADS_1
"Bagus dong,,,!! dengan begitu kamu tidak akan bangun kesiangan lagi" jawab mami dengan entengnya
"Ayo kita sarapan, mami harus segera berangkat ke bandara setelah ini" ucap mami
Kemudian ketiganya pun sarapan bersama, setelah itu mereka bersiap untuk mengantarkan mami yang akan pulang ke Turki. Mami cukup senang, kedatangannya kali ini dirinya sudah mendapatkan mantu untuk putranya. Selama ini mami khawatir jika Ibra akan terperosok lebih jauh kedalam lembah dosa seperti papanya. Mami ingin kehidupan yang terbaik untuk semua anak-anak nya. Masih teringat bagaimana dulu mami membesarkan Ibra dan adiknya tanpa papa mereka. Mami seorang single parent, banting tulang sendiri demi menghidupi kedua anaknya.
Sekarang mami cukup bangga dengan keberhasilan Ibra dalam segi perekonomian yang dapat terlihat dari usaha yang mereka bangun dari 0 membawanya menjadi seorang pengusaha yang terbilang sukses. Namun tidak sesukses akhlak dan prilakunya yang sangat mirip dengan papanya terdahulu. Yang mami inginkan ketika Ibra memiliki istri, istri yang baik dan mampu menjadi penyeimbang dalam hidup putranya.
"Hati-hati ya mi" ucap Ibra saat mereka sudah sampai di bandara
"Iya,, kalian juga hati-hati. Kalau bisa secepatnya mami di kasih cucu" kekeh mami
"Itu nanti saja difikirkan, masih banyak hal yang harus di kerjakan" jawab Ibra
"Kamu itu!!" sarkas mami
"Indah,, mami titip Ibra yaa,,"
"Kok Ibra di titip sama indah?! memangnya Ibra anak kecil?!" sungut Ibra
"Bukan lagi anak kecil!! tapi anak labil!! bilang sama mami kalau dia berbuat kasar padamu! dan bilang sama mami kalau dia tidak menafkahimu lahir dan batin!! biar mami yang menghajar dia!" ucap mami dan indah hanya mengangguk
"Ingatkan dia kalau mulai nyeleweng!! jangan takut, mami ada di pihakmu" ucap mami
"Mi,,,,"
"Ahh,, sudahlah!!! mami masuk dulu yahh,,, daaaa Assalamualaikum" ucap mami
"Wa'alaikumsalam"
Kemudian Mami menarik kopernya dan membawanya masuk kedalam bandara. Sementara Ibra dan indah masih berdiri tegak hingga mami tidak terlihat lagi.
Setelah itu keduanya pun pergi meninggalkan bandara menuju ke kantor Ibra untuk bekerja.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung,,,, 🤍