Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Bibit-bibit Perasaan


__ADS_3

Tanpa Terasa sudah 4 hari Ibra berada dibelahan bumi yang berbeda dengan Indah, Alunan kehidupan selama beberapa hari itu membuat Ibra berfikir mungkin perkataan Zack itu benar, bahkan Indah tidak akan mungkin mencintainya dan Indah patut mendapatkan suami yang baik, suami yang bisa membimbingnya seperti yang diinginkan pak Idris, ayah Indah.


Selama beberapa hari itu juga, Ibra sangat jarang mengirimkan pesan pada Indah, meski hatinya gundah, namun Ibra tidak ingin terlalu sakit jika nanti sepulangnya ke Indonesia dia akan ditinggal oleh Indah, Sebelum semakin mendalam harapannya pada Indah.


Sementara Indah, juga merasakan kegalauan yang luar biasa, bagaimana tidak? dalam waktu beberapa hari LDR bersama suami, Ibra sangat jarang menghubunginya. Bahkan Indah berfikir apakah benar sesibuk itu Ibra disana, sampai jarang memberinya kabar? atau Ibra juga sibuk juga dengan wanita-wanita nya?.


Pagi ini, jadwal Ibra dan teman-temannya tiba di Indonesia, namun belum Ibra melakukan keberangkatan semalam, mami sudah lebih dulu menelfon nya dan mengabarkan jika Adiknya Ibra sakit dan akan menjalani operasi. Tentu saja berita ini membuat Ibra bertolak ke Turki dan sejenak melupakan Indonesia.


"Hari ini mas Ibra akan pulang,,," ucap Indah saat berada di meja kerjanya. Perasaan Indah campur aduk, memikirkan pertemuannya dengan Ibra untuk pertama kali setelah beberapa hari berpisah. Apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu? apa mereka akan meluapkan perasaan yang mungkin saja itu adalah perasaan rindu?


"Ada apa denganku?! kenapa aku sebahagia ini?" ucap Indah sendiri dengan memegangi pipinya yang memerah


Apakah Indah terlalu senang? atau memang dia sudah mulai menaruh hati pada boss dan juga suaminya itu?


Saat sedang bergumam sendiri, David menghampiri Indah dan sedikit mengejutkannya


"Cie,,, yang bakal ketemu suami!" ucap David


"Apaan sih!!" Sarkas Indah


"Tuh kayaknya seneng banget!! udah cinta banget kayaknya!!" sindir David


"Gak usah ngeledek!!" sarkas Indah dan David terkekeh


Saat sedang bercanda bersama Indah, ponsel David bergetar di saku celananya. Lalu David menginstruksikan Indah untuk diam dengan tangannya, dan setelah itu David melihat panggilan telfon itu dari Zack.


"Hallo Tuan,," ucap David yang kemudian memilih menjauh dari Indah


"Apa? jadi tuan Ibra tidak kembali ke Indonesia?" tanya David


"Kenapa?" tanya David

__ADS_1


"Ohh begitu,,, baik, nanti setelah nomer tuan Ibra bisa saya hubungi, akan langsung saya sampaikan" ucap David


Setelah selesai mengangkat telfon dari Zack, David kembali menghampiri Indah dan melihatnya tengah mengerjakan pekerjaannya seperti biasa


"Indah"


"Ada apa Vid?" tanya Indaah


"Emm,,, tuan,,,"


"Ada apa? kenapa dengan pak Ibra?" tanya Indah penasaran


"Tuan Gak jadi pulang ke Indonesa" ucap David


Deg!


"Gak pulang? maksudmu dia masih di California?" tanya Indah


Indah terdiam sesaat, ada rasa kecewa dihati Indah mendengar ucapan David. Bagaimana bisa dia kembali ke Turki tapi tidak memberi kabar sedikitpun padanya. Apa Ibra sama sekali tidak menganggap dirinya?!


Ah yang benar saja! indah tersadar jika memang Ibra tidak akan pernah mencintainya. Sekarang Indah merasakan sakit karena sedikit berharap terhadap hubungan mereka.


Ibra tidak mengatakan pada kedua temannya, alasan Ibra kembali ke Turki, tentu saja David juga tidak tau alasannya apa dan sampai kapan Ibra akan berada disana. Sementara kini Indah tengah dilanda kegalauan yang luar biasa.


"Aku yang salah, karena hati ini terlalu berharap! bahkan dia sudah mengatakan padaku jika dia tidak akan pernah jatuh cinta padaku! aku terlalu naif! aku,,, aku terlalu berharap lebih dari hubungan ini hanya karena dia menyentuh ku beberapa kali saja! aku sangat bdoh, bahkan dia bisa memiliki wanita manapun yang diinginkannya!" ucap indah menangis sendiri di dalam toilet wanita.


Sepulangnya Indah dari kantor, Indah memilih untuk kembali ke apartemen untuk membereskan semua barang-barang nya.


"Lebih baik aku pergi dari kehidupannya, mungkin itu lebih baik daripada sesakit ini" ucap Indah


Setelah selesai mempacking semua barang-barang nya, Indah pun pergi meninggalkan apartemen Ibra. Indah sudah memutuskan untuk membuang jauh-jauh bibit-bibit perasaannya pada Ibra, membuang semua kenangan yang pernah dilalui bersama Ibra meski tidak ada kenangan manis sekalipun.

__ADS_1


"Loh ndah,,, kenapa bawa koper kesini?bukannya nak Ibra balik hari ini?" tanya Ibu


"Gak bu,, mas Ibra gak balik ke Indonesia. Dia langsung pulang ke Turki" jawab Indah


"Berapa lama disana?" tanya Ibu


"Gak tau,,, dia belum kasih kabar sama Indah bu" jawab Indah yang kemudian membawa masuk kopernya kedalam kamar.


Ibu hanya menatap prihatin pada putrinya. Baru akan bahagia, tapi selalu saja ada halangan yang menyapa.


Sementara itu,,


Ibra yang sudah berada di di Turki kini tengah menemani mami, menunggu berjalannya operasi. Keduanya terlihat sangat tegang dan juga sangat takut karena operasi sudah berjalan 2 jam namun dokter belum juga keluar.


Tak lama dokter akhirnya keluar dari ruang operasi.


"Dokter, bagaimana kondisi putriku?!" tanya Mami


"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar, namun kondisi pasien masih sangat lemah. Semoga saja dia segera melewati masa kritisnya. Sementara Pasien belum bisa di jenguk sampai kami memindahkan ke ruang rawat inap" ucap Dokter


"Baik dok. Tolong lakukan yang terbaik untuk adikku" ucap Ibra


Kemudian dokter kembali masuk kedalam ruang operasi


"Ibra,, apa kamu sudah memberi kabar pada Indah jika kamu pulang ke turki?" tanya mami


"Nanti saja mi, Kinara lebih penting!" ucap Ibra


Mami tidak berkata lagi setelah jawaban Ibra. Mami juga tengah dilanda kegelisahan, disaat sebelum Kinara masuk kerumah sakit, dia sempat bertemu dengan papanya. Berkali-kali Kinara merancau menyebut nama papa, saat berada di ambulance. Jika mami mengatakan itu pada Ibra, tentu Ibra akan mengamuk lagi. Sementara Kinara memiliki riwayat penyakit cukup serius sejak ia kecil dan sering bolak balik dirawat dirumah sakit.


Ibra begitu menyayangi adiknya, dan akan melakukan apapun demi kesehatannya.

__ADS_1


Bersambung,,,,


__ADS_2