
Kina masuk kedalam kamar dan melihat David yang tengah duduk sambil memeriksa dokumennya. Lalu Kina menghampiri David dan memberikan es teh buatannya
"Ini kak, kina buatkan es teh cinta, heheeh" ucap kinara dan David merasa tersanjung
"Terimakasih istriku,,, perhatian banget sih" jawab David yang kemudian membereskan dokumennya. Lalu David meraih gelas yang di berikan kinara tak lupa sebuah kecupan manis sebagai hadiahnya
"Itu,,, pertama kali loh kina buat minuman sendiri heheh" ucap kinara lagi
"Benarkah? kak David coba ya" ucap David yang kemudian meminum es teh buatan istrinya.
Hem!
David tertahan tidak lagi melanjutkan minumnya setelah merasakan satu tegukan
"Asiiiiiiinnnnn!" batin David
"Gimana kak? enak kan?" tanya kinara pemasaran
"Enak,,, kok" jawab David menahan rasa asin didalam mulutnya
"Habisin dong kak" ucap kinara lagi
"Nanti deh,,, sini kak David kasih hadiah" ucap David dan menarik kinara agar mendekat
"Hadiah apa?"
"Kiiss yang lamaaaa!" bisik David dan membuat kinara merona
"Mau mau!" jawab kinara antusias
Kinara pun langsung mengalungkan tangannya di leher David dan David langsung menyatukan bibir mereka.
"Ck! apa ini?! kok asin?!" ucap kinara melepaskan diri dari suaminya dan David terkekeh
"Perasaan kemarin manis, kok ini jadi asin?!" tanya kinara bingung sendiri
"Itu karena teh ternikmat buatan istri tercinta" ucap David
__ADS_1
"Apa?!"
Lalu kinara meraih gelas david dan meminum es teh buatannya
Buuuuuurrrrrrrrrrr
Kinara menyemburkan es teh yang baru diminumnya.
"Asiiiinnnnnnnnnn!!" teriak kinara
"Maaf ya kak,,, kinara membuat kak David kecewa" ucap kinara sedih
"Gak papa, kan bisa di coba lagi nanti. Sini,, asinnya dibagi dua sama kakak" ucap David yang sudah meraup si merah jambu dan mengajaknya bergulat.
Sementara itu di tempat lain,,,,,
Ibra sudah keluar dari kamar mandi dan Indah baru saja mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
"Indah buatin Es melon selasih, mas" ucap Indah
"Terima kasih sayang" jawab Ibra yang kemudian memakai pakaiannya dan ikut duduk bersama istrinya di sofa panjangnya. Ibra meraih gelasnya dan meminum es buatan istrinya.
"Berkas pengalihan saham sudah disiapkan David, tinggal ditanda tangani kamu dan mami" ucap Ibra
" Baiklah, nanti Indah tanda tangani mas. Sama ,, emm,,, asset mas ibra apa tidak sebaiknya mas alihkan saja atas nama mas? Indah merasa,,,"
"Itu beda perkara, Mas memang ingin seperti itu. Sekarang hidup mas hanya bisa bergantung padamu. Mas tidak punya apa-apa lagi, jadi jangan tinggalkan mas mu ini ya, bisa jadi gelandangan tampan nanti " ucap Ibra memegang tangan Indah dan menatapnya penuh harap
"Indah sudah menjadi milik mas Ibra sepenuhnya" jawab Indah
Di seentuhnya pelan wajah cantik yang terlihat sedikit tembam dari biasanya. Semenjak kehamilan Indah memasuki trimester ke dua, tampak sudah perubahan dari tubuhnya. Badannya mulai berisi, apalagi bagian perut dan pipinya, namun tetap terlihat cantik dimata Ibra, bahkan semakin cantik. Dikecupnya pelan punggung tangan Indah
"Mas sangat beruntung bisa mendapatkan cinta yang berlimpah darimu. Terima kasih sudah hadir kedalam hidupku membawa kebahagiaan. Jika dulu banyak yang bilang kamu pembawa sial, tapi itu tidak berlaku untukku. Kamu pembawa kebahagiaan berlimpah kedalam hidupku" ucap Ibra dengan tulus
Indah terharu mendengar untaian kata yang disusun Ibra untuknya. Bukan kata romantis, namun begitu menyentuh hatinya yang terdalam.
"Terima kasih sudah menerimaku dengan segala kekuranganku" Ucap Ibra dan Indah mengangguk pelan
__ADS_1
"Aku mencintaimu mas" ucap Indah yang langsung memeluk suaminya dengan begitu erat
"Mas lebih mencintaimu, mungkin sudah tergila-gila padamu ndah" jawab Ibra
"Cintaku Ibarat Amplop dan stempel yang gak bisa di pisahin" ucap Ibra dan Indah melepaskan pelukan nya
"Bukan Amplop dan perangko mas?" tanya Indah
"Kalau amplop dan stempel gak bakal lepas, tapi kalau amplop dan prangko bisa aja lepas saat lemnya kering. Amplop dibuang, perangko di ambil bisa di simpen, kalau stempel kan lengket terus -terusan di amplop nya meski dibuang" ucap Ibra yang sudah ndusel pada istrinya.
"Sweeetttt nyaaaa suamikuuu"
"Saranghae" ucap Ibra membentuk jarinya menjadi lambang cinta
"Saranghae oppa" jawab Indah menirukan gaya orang korea menjawab perasaan cinta pada pasangannya.
Keduanya terkekeh geli, saat merasa keduanya sangatlah konyol. Berlagak seperti remaja yang baru terserang virus merah jambu.
Sore itu terasa begitu hangat, bukan hanya karena cuaca, namun karena hati Indah dan Ibra kembali menghangat. Bahkan keduanya merasa jatuh cinta setiap saat, dan tidak ingin berpisah lagi. Keduanya pun kini sudah larut kedalam gelora cinta, saling membuai dan berbagi semua rasa, tiada kata bosan untuk menggapai kebahagiaan dalam rumah tangga mereka. Menghabiskan waktu berdua, tubuh juga akan menghasilkan oksitosin lebih banyak. Dengan tingginya kadar hormon oksitosin, rasa cinta terhadap pasangan juga akan lebih tinggi.
Hormon oksitosin sebut saja si Hormon Cinta ❤️
Jika dulu mereka tidak memiliki perasaan, Jika dulu mereka saling menjaga jarak, Jika dulu mereka di paksa untuk menikah, namun kini keduanya sudah seperti tidak bisa terpisah. Dan ini hanya sebuah cerita yang sudah harus berakhir karena sudah waktunya...
~The End~
.
.
.
.
Hallo readers semua,,,
Jangan sedih ya, Cerita AKU BUKAN PEMBAWA SIAL sudah ending hari ini. Tapi,,, kabar baiknya, uni bakal kasih extra part buat nuntasin cerita Ibra dan Indah, juga Kinara dan David, hanya saja di pojok kanan atas nanti akan di pasang label END. Jangan tinggalin uni dulu yahh,,, karena kemungkinan extra partnya agak panjang dari cerita-cerita uni yang lain, uni hanya gak punya banyak waktu untuk update setiap hari, karena bocil-bocil gak bisa di tinggal hehehe,,,,
__ADS_1
Love you to fuuuuuulllll deh pokoknya😍