Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kamu Pikir Aku Lemah?!


__ADS_3

Dddrrrttttt drrrttttt


Terdengar getaran ponsel diatas nakas beberapa kali membuat Ibra terbangun dari tidurnya. Diraihlah ponsel itu dan dilihat nama mami yang tertera


"Mami? kenapa menelfon di jam seperti ini?!" Ibra lalu menggeser tombol hijau dan duduk, sementara indah masih terlelap didalam selimut tebalnya


"Assalamualaikum mi?"


"Wa'alaikumsalam Ibra,,, adikmu tidak ada di pesawat!" ucap mami terisak


"Apa?!"


"Mami dari tadi menunggu di bandara, pesawat juga sudah mendarat, tapi Kinara tidak muncul juga. Mami sudah menghubungi pihak bandara, katanya Kinara sudah turun dari pesawat!" ucap mami


"Ada apa mas?!" tanya Indah kaget saat Ibra bicara sedikit keras


"Bagaimana bisa Kinara hilang mi?! Ibra dan Indah yang mengantarnya ke bandara bersama David juga! kami lihat dia masuk ke bandara!" jawab Ibra


"Hilang?!" ucap Indah kaget


"Ya sudah Ibra akan hubungi Roby, sekarang mami pulang dulu, Assalamualaikum" ucap Ibra yang kemudian mematikan sambungan telfonnya dan menghubungi Anak buahnya yang ada di Turki


"Cepat cari keberadaan Nona Kinara! dia menghilang setelah mendarat!" perintah Ibra dengan tegas.


"Mas,,, ada apa ini mas?" tanya Indah cemas


"Kinara hilang, dia tidak ada di bandara. Mami sudah menunggunya sejak tadi tapi diantara penumpang tidak ada Kinara. Mami sudah bertemu dengan petugas bandara dan mereka bilang Kinara sudah turun. Mas hanya takut,,,,," ponsel Ibra bergetar menghentikan ucapannya. lalu Ibra melihat satu pesan dari orang yang tidak ingin Ibra dekati lagi


..."Adikmu"...


Ibra mengumpat berkali-kali ketika tau Kinara di tangkap oleh papi mereka sendiri. Ibra melihat foto Kinara yang tertidur ntah pingsan yang dikirim oleh papinya.


"Dugaan ku tidak meleset! semua ini pasti papi yang melakukan! aku yakin papi memiliki rencana besar dibalik ini semua!"


"Maksud mas Ibra, sekarang Kinara ada dirumah papi mas Ibra?!" tanya Indah


"Iya! papi menangkapnya! mami tidak boleh tau! jika mami sampai tau,, mas takut darah tinggi mami akan kambuh karena stress!" ucap Ibra yang kemudian akan menghubungi Robi namun papinya lebih dulu menelfon. Dengan cepat Ibra mengangkat telfon itu


"Hallo!" Ibra yang sudah tersulut emosi


"Jangan kasar begitu,,, aku papimu Ibra" ucap papi

__ADS_1


"Kembalikan Kinara pada mami!" sungut Ibra


"Pulanglah, aku ingin bicara"


Setelah mengatakan itu, telfon terputus begitu saja dan lagi-lagi Ibra mengumpat dalam hati


"Sayang,,, mas harus kembali ke Turki sekarang. Ini sangat darurat, papi bisa saja melakukan hal keji demi kepentingan nya sendiri!" ucap Ibra


"Iya mas"


Kemudian Ibra beranjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi, sementara dengan terburu-buru indah menyiapkan pakaian Ibra dan juga dokumen keberangkatan nya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ibra sudah bersiap dan akan segera berangkat ke bandara.


"Ingat! setelah mas pergi, apapun yang kamu lihat dan kamu dengar, jangan pernah percaya! Kamu harus yakin seluruh jiwa dan ragaku hanya untukmu dan anak-anak kita. Mas tidak tau badai apa yang akan terjadi nanti, mas juga belum tau apa rencana papi tapi yakinlah sayang, Di hati ku hanya ada namamu, sampai kapanpun!" ucap Ibra menangkup wajah istrinya dan menatapnya begitu dalam. Indah menangis merasa sedih, cemas, khawatir yang teramat, namun indah tidak bisa ikut karena kondisinya tidak memungkinkan untuk ikut. Sejenak Ibra menghabiskan waktunya untuk berbagi kasih, karena dia yakin pasti kepergiannya tidak cukup satu atau dua hari jika berurusan dengan papinya. Dia akan sangat merindu, apalagi saat ini Indah sudah memasuki bulan ke 4 kehamilannya. Sungguh sebenarnya Ibra tidak ingin pergi, namun keadaan memaksa


"Kamu jaga diri baik-baik, jaga anak kita. Mas tidak tau akan berapa lama, sementara kamu tinggal dirumah ayah dan ibu saja ya sayang, disini tidak ada teman" ucap Ibra diangguki Indah


"Hati-hati mas" ucap Indah begitu berat melepaskan suaminya


"Iya,, nanti mas minta supir untuk mengantarmu kerumah ayah. Mas pergi sekarang. Assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam "


Sementara itu, Ibra menghubungi David dan memberitahukan semuanya. Ibra meminta David menghandle semua pekerjaan nya di kantor selama Ibra pergi. David pun sebenarnya ingin pergi namun jika dia ikut pergi siapa yang akan mengurus kantor sebesar itu? belum lagi itu adalah masalah internal keluarga Ibra, tentu David belum ada hak untuk ikut campur meski dia sudah melamar Kinara.


Indah membereskan barang-barangnya, dan akan pindah lagi kerumah orang tuanya sesuai dengan perintah suaminya.


Ting Tung


Bel berbunyi, indah bangkit dan membuka pintu apartemen nya. Saat pintu terbuka Indah melihat seorang wanita yang terlihat juga sedang hamil. Indah seperti tidak asing melihat wajah nya, dia teringat akan pertama kali bekerja di kantor Ibra, indah Melihat wanita itu tengah bermain-main bersama suaminya. Deg!


"Di mana tuan Ibra?!" sungut wanita itu


"Untuk apa mencarinya?! ada urusan apa?!" tanya Indah ketus


"Apa urusanmu?!"


"Jelas ada urusannya denganku! dia suamiku!" sungut Indah


"Hah! suami?! aku kesini minta pertanggung jawabannya karena ini!" wanita itu menunjuk ke arah perutnya


"Aku hamil anak tuan Ibra! dan kamu! bukannya kamu itu sekertaris nya ya?!Dasar wanita murahan! kau pasti menggoda tuan Ibra agar mau menghamili mu dan kamu mengincar hartanya!"

__ADS_1


Plaaakkkkk


Tamparan keras mendarat mulus di pipi wanita itu hingga berbekas merah. Indah sangat muak dengan kata demi kata yang terucap dari mulut wanita itu.


"Kau menampar Ku?!"


Wanita itu mengumpat lalu menaikkan tangannya dan akan membalas tamparan Indah, Namun dengan kuat Indah menahan serangan yang berikan musuhnya


"Harusnya kau berkaca! siapa yang murahan! bahkan tuan Ibra sudah melemparkan segepok uang untuk membayar mu! bukankah itu sudah jelas! harga dirimu hanya dibeli dengan segepok uang itu!" Indah dengan tajam menatap wanita itu dan membanting tangannya. Wanita itu terlihat kesal dengan perlakuan Indah padanya.


"Lihat saja! aku akan buktikan jika anak yang aku kandung adalah anak tuan Ibra!" ucap wanita itu belum kapok


"Bagaimana bisa kamu hamil anaknya! kau pikir aku lupa, bahkan aku yang mengambilkan pengaman waktu itu!" jawab Indah


"Bisa jadi pengaman itu bocor! semua tidak ada yang tidak mungkin!"


"Aku akan buktikan, anak yang ada didalam perutmu itu bukanlah anak suamiku! dan jika sampai aku bisa membuktikan, maka bersiaplah, aku sendiri yang akan menjebloskan mu kedalam penjara!" ucap Indah


Wajah wanita itu terlihat memucat ketika melihat kemarahan indah. Dengan wajah kesal, wanita itu pun pergi meninggalkan Indah.


"Kamu pikir aku lemah?!" sungut Indah yang langsung menutup kembali pintu apartemen nya.


"Bos! wanita itu tidak percaya! dia malah menamparku!"


"Dasar tidak berguna!"


TUT


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,, 🤍


Baru awal ya gaessss,,,,


sedikit rumit tapi gak bertele-tele kok. Cuma mau nyadarin kesalahan papinya Ibra dan kina aja. Kezellll uni kalau ada orang zahattt! sambil nunggu up, mampir ke novel uni yang baru nyakkkkk, DILAMAR PERJAKA DINIKAHI DUDA 😍

__ADS_1


__ADS_2