Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Berpisah?


__ADS_3

"Mas,,, kita jalan-jalan yuk,,?!! masak dari kemarin kita di kamar terusss mas? kayak gak ada kerjaan lain aja, tiap saat digoyang terus, remuk mas remukkkk" protes indah kepada Ibra


Saat ini Ibra dan Indah tengah rebahan di sofa dengan hanya berbalut selimut tanpa yang lainnya. Jangan tanya kenapa begitu, tentu saja mereka baru saja melakukan aktivitas paduan cinta menggelora.


"Tuh bilangnya remuk, jadi istirahat dikamar saja" sahut Ibra


"Jenuh mas,,, sayang banget liburan cuma dikamarrrrr aja, kalau cuma numpang tidur kenapa harus jauh-jauh coba?!" sahut Indah dan Ibra terkekeh


"Kita main sekali lagi, setelah itu kita jalan-jalan ke pantai" ucap Ibra


"Lagi?! astagfirullah!! ini belut kuat banget mas! gak loyo-loyo dari tadi! " ucap Indah kesal sendiri dan mentoel kepala belut yang sudah berdiri tegak siap tempur


"Udah dibilang, barang bagus ini, mau berapa goyangan masih kuat" jawab Ibra


"Malem deh! dirapel malem ya?" ucap Indah bernego


"Hmm,, ya sudah, tapi beneran ya malem dirapel?!"


"Iya" jawab Indah


"Oke! sekarang kamu siap-siap" ucap Ibra


Kemudian Indah beranjak ke kamar mandi sementara Ibra mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak lama Indah keluar dan bergantian dengan Ibra yang membersihkan dirinya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya pun sudah keluar dari kamar dan berjalan keluar menuju ke pantai.


"MaasyaaAllah,,, cantik banget pemandangan nya" ucap Indah terlihat begitu senang menikmati indahnya pemandangan pantai


"Mas Fotoin dong" ucap Indah saat memberikan ponselnya pada Ibra


Ibra tidak menolak, ia pun memotret Indah yang sudah berpose di hamparan pantai. Beberapa kali jepretan dengan gaya yang berbeda.


"Mas,, mau gak foto bareng?" tanya Indah dan Ibra mengangguk kecil meski dengan wajah agak gengsi


Kemudian Ibra dan Indah berdekatan dan akan foto Selfi bersama.


"Mas Nunduk sedikit dong,,,, trus Senyum mas" ucap Indah


"Sini, aku yang pegang hp nya" ucap Ibra mengambil ponsel Indah dan mengarahkan pada mereka.


Indah tersenyum manis begitu juga dengan Ibra, keduanya pun mengabadikan momen foto bersama.


"Indah" panggil Ibra

__ADS_1


"Iya mas?" Indah Menoleh lalu bibir keduanya bertemu dan Ibra mengambil kesempatan itu dengan memotret nya membuat Indah membulat


"Mass!!"


"Awas ya, jangan di hapus!" ucap Ibra yang kemudian dengan cepat mengirim foto itu ke ponselnya.


Indah berdecak kesal, namun tidak juga menghapusnya. Kemudian mereka pun berjalan-jalan ditepian pantai menikmati ombak dan semilir angin yang melambai-lambai.


"Damai banget ya mas kalau tinggal di sini, jauh dari keramaian kota, gak bising, gak ada polusi" ucap Indah saat mereka duduk di bawah pohon menatap kedepan


"Kamu mau tinggal di tempat seperti ini? akses kemana-mana susah, mau ke kota juga butuh waktu sedikit lama" tanya Ibra


"Pengen aja tinggal di tempat sepi gini bersama pasangan Indah nanti. Menghabiskan masa tua bersama. " ucap Indah dengan menerawang jauh kedepan sementara Ibra menatap Indah dalam diam


"Mas,,, terima kasih sudah ngajakin aku kesini, setidaknya nanti setelah kita berpisah, aku sudah pernah mendatangi tempat ini. yang ntah kapan aku bisa kesini lagi" ucap Indah


"Berpisah?" Tanya Ibra dan Indah menoleh menatap Ibra yang sepertinya lupa


"Ya,,, waktu kita tinggal sebulan lagi. Mas lupa apa dengan perjanjian kita diawal?! kita menikah hanya 3 bulan kan?! dan setelah itu,,,,"


"Aku gak mau pisah!" jawab Ibra


"Gimana bisa mas?! kita menikah gak saling cinta, jadi untuk apa pernikahan ini tetap ada? dannn aku tidak mempermasalahkan apa yang sudah terjadi diantara kita, karena aku sadar itu adalah kewajiban ku sebagai istri" ucap Indah


"Jika diperjalanan kita ada cinta, apa perjanjian itu akan terhapus kan?" tanya Ibra


Indah diam tak menjawab, rasanya sangat berat mengatakan itu semua, mereka sudah membuat perjanjian itu sejak awal dan mereka buat atas dasar tidak saling cinta.


"Mungkin bisa" jawab Indah


"Jika dalam sebulan ini tumbuh rasa cinta diantara kita, perjanjian kita anggap tidak ada" ucap Indah lagi


"Baiklah" jawab Ibra


Kemudian Ibra mengecup punggung tangan Indah dan Indah hanya diam saja melihat apa yang di lakukan Ibra saat itu. Tak lama Ibra mengajak Indah untuk kembali ke hotel karena waktu sudah semakin sore.


"Masss kejar akuu masssss" teriak Indah saat menyusuri bibir pantai dengan berlarian kecil


Ibra tersenyum tanpa berkata, lalu ia pun berlari mengejar indah didepannya


"Ayo massss tangkep akuuuuuu hahahha" teriak Indah lagi

__ADS_1


Ibra berlari sedikit lebih kencang hingga ia dapat menangkap Indah dan meraih pinggangnya lalu memutar mutarkan tubuh Indah. Keduanya terlihat begitu senang dengan gelegar tawa terdengar begitu renyah.


"Cukup mas! cukup! aku pusing!" ucap Indah dan Ibra menghentikan gerakannya dan membalik Indah yang sudah terlihat pusing akibat diputar-putar


"Beneran pusing mas!" ucap Indah namun terkekeh


"Salah siapa suruh aku nangkep kamu?!" sungut Ibra


"Heheh,,, aku yang salah" jawab Indah dengan terkekeh.


Ibra menatap Indah sangat lekad, indah pun merasa terkunci saat menatap Ibra yang tak melepas pandangannya sedikitpun.


"Kau tau,,, aku sangat membenci bola mata biru mu itu!" ucap Ibra


"Hah?!"


"Ya sudah kalau benci, gak usah di tatap! aku merem aja!" jawab Indah yang kemudian memejamkan matanya dengan erat. Saat Indah memejamkan mata, langsung saja Ibra meraup pinggang Indah dan melahap siranum dengan menuntut. Tentu saja hal itu membuat Indah terkejut,tangan indah terulur melingkar di leher Ibra dan memberikan akses bebas hambatan untuknya. Saat senja menyapa, keduanya masih nampak saling berbagi rasa.


Malam menjelang,,,,,


Ibra dan Indah tengah menikmati makan malam mereka, makan malam biasa tanpa adanya drama romantis-romantisan.


"Nda,, Aku tagih janjimu tadi siang!" ucap Ibra saat menghampiri Indah yang tengah memainkan ponselnya dan dengan cepat Ibra merebut ponsel Indah dan mematikannya


"Masss Ibra,,!! itu kerjaan ku belum selesai mas! berikan ponselku" ucap Indah protes


"Nanti dilanjutkan lagi, ada tugas negara yang lebih penting!" ucap Ibra yang sudah menindih Indah dibawahnya


"Negara apa mass?!" tanya Indah


"Negara api harus segera di padamkan!" Jawab Ibra yang sudah menyerang Indah dengan tanpa ampun, bahkan Indah menjerit pun tak dihiraukan oleh Ibra.


"Inget mas, keluarin diluar!" ucap Indah mengingatkan


"Tidak akan kali ini!" Batin Ibra


"MAAAAAASSSSSSSSS!!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,, 🤍


__ADS_2