
Indah masih duduk di meja kerjanya, mengerjakan tugasnya yang diberikan oleh Ibra. Sementara David dan Ibra tengah berada di ruangan khusus dan tengah bertemu dengan klien penting mereka. Saat Indah tengah fokus pada pekerjaannya, seorang wanita cantik bak model yang sering tampil di media pun tiba-tiba muncul di lantai atas itu.
"Loh,, Loh,,," ucap Indah kaget saat merasa tidak dianggap kehadirannya oleh wanita yang akan langsung nyelonong masuk keruangan Ibra. Dengan cepat indah beranjak dan menghampiri wanita cantik itu
"Maaf mba,, mau cari siapa ya? dan anda siapa?" tanya Indah menghentikan langkah wanita itu
Wanita itu menoleh dan menatap indah dengan tatapan tajam
"Dimana Ibra?" ucap wanita itu dengan ketus
"Pak Ibra sedang ada rapat bersama kliennya" jawab Indah
"Kamu siapa?" tanya Wanita itu
"Saya Sekertaris baru pak Ibra mbak,,, kalau boleh tau ada apa ya mbak, mencari pak Ibra?" tanya Indah
"BUKAN URUSANMU!" sarkas wanita itu
Indah langsung mengatup kedua bibirnya untuk diam. Kemudian wanita itu keluar dari ruangan Ibra dan pergi
"Aneh,,, orang di tanya baik-baik jawabnya ketus gitu. Hmmm apa jangan-jangan cewek-cewek nya pak Ibra?! ah mungkin saja begitu,,, Sudahlah, lebih baik aku kembali bekerja" ucap indah yang kemudian kembali ke meja kerjanya
Beberapa menit kemudian,,,
Ibra dan David sudah terlihat menuju keruangan Ibrahim. Dengan cepat indah berdiri dan memberi hormat kepada Ibrahim yang melintas.
"Vid, jangan lupa kau siapkan semuanya sebelum kita berangkat!" ucap Ibrahim dengan nada dingin
"Baik tuan" jawab David
David tersenyum saat melintas didepan Indah, sementara indah masih menundukkan pandangannya memberi hormat kepada Ibrahim. Lalu Ibrahim masuk kedalam ruangannya
"Apa makan siang tuan sudah kau siapkan ndah?" tanya David
"Astagfirullah,,, aku lupa tanya lagi ke pantry Vid,,, sebentar" ucap Indah yang baru ingat jika dirinya tadi memesan makanan untuk pak Ibra.
Lalu Indah segera menghubungi pantry dan menyuruhnya untuk membawakan makanan yang sudah mereka siapkan.
"Oh iya vid,,, tadi ada wanita cantik kesini nyari pak Ibra" ucap Indah
"Siapa?" tanya David
"Aku tanya namanya tapi dia gak jawab. Begitu tau pak Ibra lagi rapat, dia langsung pergi" ucap Indah
"Lain kali kalau ada wanita yang cari pak Ibra, usir saja Ndah, biasanya mereka itu cuma mau duit aja" ucap David
__ADS_1
"Memangnya disini bank apa?! bisa dimintain duit gitu?" tanya Indah
"Hehe,,, kamu mau?" tanya David dengan senyum penuh makna
"Ogah deh kalau timbal baliknya muasin nafs,,,,,," Sontak indah menutup mulutnya ketika dia keceplosan bicara bersama David
"Jadi kamu sudah tau Ndah?!" tanya David penasaran
Indah menatap David yang sangat penasaran, sementara indah tidak berani untuk bicara apa yang dilihatnya pagi tadi.
"Kamu bakal terbiasa dengan ini, makanya,, kalau ada cewek cantik, sexy, Dateng kesini, halau aja!! usir mereka bagaimana pun caranya" ucap David
"Kalian mau sampai kapan bergosip?!" Hardik Ibrahim dengan suara lantang.
Keduanya langsung spot jantung ketika mendengar teguran keras dari boss mereka.
"Maaf tuan,,, saya kembali keruangan" ucap David
Sementara Indah sudah gemetar takut dimarahi oleh Ibra, jika saja Ibrahim mendengar semua perbincangannya bersama David
"Waduh,,, sejak kapan dia ada disitu?!" batin Indah
"Kamu ikut saya!" Ucap Ibrahim tegas
"B,,baik pak" jawab Indah dengan gemetaran
"Kamu digaji bukan untuk bergosip di kantor ini!" Sarkas Ibrahim membuyarkan pikiran indah
"Iya pak,,, maaf" jawab Indah
"Saya tidak suka jika ada pegawai di kantor ini yang membuang waktu tanpa menghasilkan uang! kau tau, satu menit tebuang sia-sia maka 1 dolar uang perusahaan ku melayang!" Sarkas Ibrahim menatap tajam kearah Indah
"Iya pak, saya minta maaf, saya tidak akan mengulang kembali. Tapi pak,,, sebenarnya saya hanya bertanya pada David. Tadi ada wanita yang mencari bapak saat ada rapat" ucap Indah masih menunduk dan tidak berani menatap Ibrahim.
Sesuai perintah Ibrahim, indah tidak akan pernah menatap kearahnya, karena Ibrahim begitu membenci bola mata birunya
"Apa kau tidak ingat!! tugasmu selain menjadi sekertaris, kamu harus menghalau wanita-wanita yang datang kesini tanpa aku minta!" Sarkas Ibrahim
"Astagfirullah!!! sabarrrr ndahhh,,, sabarrrrr!" Batin Indah terkejut
"Iyah,, saya ingat itu pak, tapi,,, wanita itu nyelo,,,,,"
"Saya tidak peduli ya Ndah! saya tidak suka alasan!! Terus kalau orang bicara harusnya kau melihat kerahnya, bukan hanya bisa menunduk seperti itu!" Ucap Ibrahim
"Astagfirullah!!!" Indah ingin sekali mengelus dadanya
__ADS_1
"Pak,,,! kan bapak sendiri yang bilang, saya tidak boleh melihat kearah bapak! gimana sih?!" ucap Indah mendongakkan wajahnya melihat kearah Ibrahim yang jelas lebih tinggi dari dirinya.
Deg!
"Astaga! aku bahkan lupa jika matanya biru!" Batin Ibrahim saat netra mereka bertemu.
"Ya sudah pak,,! saya nyerah kerja disini! saya mau resign! bapak benar-benar keterlaluan!! apa-apa selalu marah kepada saya! sebenarnya apa salah saya pak?! " Sarkas Indah yang kesal dengan sikap Ibrahim.
Indah tersadar dari lamunannya yang begitu berani menjawab ucapan Ibrahim didepannya.
"Baik pak,,, maaf,, setelah ini saya akan menghalau semua wanita yang ingin bertemu bapak jika bapak tidak ingin bertemu" ucap Indah mengalah dan berusaha bersabar menghadapi bossnya.
"Demi gaji 5 juta, aku akan bertahan, selama dia tidak mesum padaku" batin indah
"Kali ini aku maafkan, tapi lain kali, kamu saya pecat!" ucap Ibra
"Baik pak,," jawab Indah
Setelah mendapat Omelan dari bossnya, Indah disuruh keluar, Indah pun tidak membuang waktu untuk tetao berada diruangan itu. Tak lama kemudian seorang OB mengantarkan makan siang untuk Ibrahim. Sebelum masuk Indah memastikan semuanya benar.
"Ndah,,, makan siang bareng yuk?" ucap David saat menghampiri Indah
"Aku sudah pesen nasi bungkus vid tadi,, maaf ya" ucap Indah
"Ohh gitu,,, baiklah" jawab David yang kemudian menghentikan OB yang baru keluar dari ruangan Ibra. Dia menyuruh OB itu untuk membelikan nasi Padang yang berada di belakang kantor mereka. Lalu David duduk didepan meja Indah. Indah terlihat canggung ketika akan makan, namun dilihati oleh seorang pria.
"Makan yang banyak" ucap David
"Jangan lihatin aku gitu. Aku gak enak" ucap Indah
"Ouh,,, maaf,,, anggap saja aku tidak ada ndah" ucap David
"Bagaimana bisa? jelas kamu ada di depanku" ucap Indah
"Hehe,,, Oh iya ndah, mau gak kita berteman?" tanya David
"Teman?" ucap Indah
"Dasar Modus!" ucap Ibrahim dibalik ruangannya yang mendengar perbincangan Indah bersama David.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,,