Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Double Date


__ADS_3

Deg!


"Allah,,,,,,taamat lah riwayat ku!" Batin David gemeteran, yang dengan cepat melepaskan genggaman tangannya pada Kinara.


"Kalian ada disini juga?!" tanya Indah ramah


"I,,,iya kak" jawab Kinara terbata.


Keduanya terlihat seperti maling ketangkep hansip di keramaian. Wajah keduanya pun terlihat pucat juga sangat tegang.


"Mau makan juga kan? sini gabung saja, kayaknya bangku lain sudah penuh" ucap Indah sangat sengaja melakukan itu untuk mengusir kecanggungan antara Ibra, David dan juga Kinara.


"Emm,, kami makan di tempat lain aja kak, gak enak ganggu kak Ibra sama kak Indah" jawab Kinara memberi kode David untuk pergi


"Eitss,, karena ketemu disini, wajib makan bareng. Lagian besok kan kina udah kembali ke Turki, lama lagi loh kita ketemu" ucap Indah menghalangi mereka berdua pergi. Mau tidak mau, Kinara dan David pun akhirnya satu meja dengan Ibra dan juga Indah.


"Pesanlah, kalian mau makan apa? nanti biar mas Ibra yang bayar semuanya" ucap Indah dengan santainya, sementara Ibra hanya mendelik kecil menatap Istrinya yang tersenyum namun tatapannya sangat tajam. Tak lama, seorang pelayan menghampiri mereka dan mencatat pesanan Kinara dan juga David. Sementara menunggu, ini kesempatan Indah untuk beraksi menggoda Kinara dan David.


"Kalian ngedate ya?!" tanya Indah antusias


"Tidak" Jawab Kinara dan David bersamaan


Indah terkekeh mendengar mereka bersamaan saat menjawab. Sementara Ibra hanya menatap keduanya bergantian namun tanpa bersuara


"Kalian pacaran?!" tanya Indah lagi


"Tidak" jawab Kina dan David bersamaan dan keduanya terlihat kikuk karena lagi-lagi menjawab barengan


"Jawabnya kompak! jodoh nihhh hehehe" ucap Indah menggoda keduanya yang sudah merona tiba-tiba


"Kalau gak pacaran, kenapa pake acara gandengan tangan?! memangnya lagi nyebrang?!" seloroh Ibra yang langsung menghunus ke hati David hingga tembus saja.


"Maaf tuan,, Saya,,,"


"Hubungan antara pria dan wanita itu harus jelas!" sindir Ibra.


Suasana begitu tegang, bahkan David begitu sulit untuk menelan es jeruk yang baru saja di sedotnya. Sementara Kinara terlihat menatap Indah dan memberinya kode-kode namun tidak dimengerti oleh Indah


"Ehem,,, makanan sudah datang ya,,, silahkan di makan" ucap Indah mencairkan suasana yang tegang.

__ADS_1


"Oh iya, kak Indah ke toilet sebentar, kalian tunggu disini ya, jangan pulang dulu. Ayo masss anterin Akuh" ucap Indah menatap horor suaminya. Ibra bergidik ngeri kemudian mengikuti kemana langkah istrinya pergi


"Kenapa tegang gitu?!" tanya Kinara


"Kamu juga tegang!" sungut David


Setidaknya mereka memiliki waktu beberapa menit untuk bernafas bebas.


"Indah mau ngomong sama mas Ibra" ucap Indah menatap Suaminya lekad


"Ada apa sayang?!" tanya Ibra


"Gitu amat sih mukanya? jutek banget kayak mau nelan orang! bukannya mas Ibra sudah memberikan izin David untuk mendekati Kinara! tapi lihat muka mas masem kecut gitu siapa coba yang berani deketin adiknya?!" sungut Indah seolah membela David


"Itu mas cuma mau mereka mempertegas hubungan mereka berdua! bukan main jalan aja tapi gak jelas!" jawab Ibra


"Iya! indah ngerti, tapi dari pancaran wajah mas Ibra itu kayak mau nelan orang! Ramah sedikit, apa gimana gitu!" ucap Indah sewot


"Kenapa kamu jadi sewot sih?!" tanya Ibra


"Indah gak suka mas prengat prengut kayak tadi!" ucap Indah


"Kalau mas masih bersikap seperti tadi, malem ini mas gak dapet jatah dari aku!" ucapan terakhir Indah sukses membungkam mulut Ibra. Perdebatan keduanya akhirnya selsai setelah Indah berlalu meninggalkan Ibra dan kembali ke meja makan.


"Sayang,,,,, tungggu,,,," ucap Ibra menyusul istrinya


"Maaf yah kalian menunggu lama" ucap Indah dengan senyum ramah


"Gak papa kak,,," jawab Kinara


Ibra juga kembali duduk di meja makan dengan raut wajah datar saja tidak seperti diawal. Suasana sedikit mencair karena Indah terus mengajak ngobrol Kinara dan David, hanya obrolan ringan, sementara Ibra juga sedikit-sedikit menyahuti obrolan mereka hingga tanpa terasa makanan mereka sudah habis tak bersisa.


"Kinara pulang bareng kakak apa sama kak David?" tanya Indah


Deg!


Memutuskan pulang saja Kinara cukup takut, dia ingin pulang bersama David, namun Ibra terlihat diam tanpa ekspresi.


"Ohh ya Ampun,, kak Indah lupa, mau ambil roti di kedai ayah. Maaf ya kina,, seperti Kina harus pulang sama kak David. David tolong antarkan kinara pulang" ucap Indah

__ADS_1


"Baik Nyonya. Sekalian mau izin, antar Kinara yang katanya mau beli oleh-oleh" ucap David


"Baiklah, kalau begitu kami duluan ya" ucap Indah yang kemudian menyeret suaminya.


"Kalian hati-hati " ucap Ibra sebelum berlalu pergi


Ibra dan Indah pun berjalan gandengan menuju parkiran, meski sebenarnya tidak ada rencana untuk ke kedai, namun Indah tetap mengajak Ibra ke kedai karena rindu ayah dan ibu Indah. Bukan Ibra takut dengan Indah, hanya saja tidak ingin ribut berkepanjangan dengan istrinya.


(Udah bucin akutttt lah😂)


Sementara itu David mengajak Kinara untuk keparkiran mobilnya


"Kak, kita mampir disini bentar ya, kina mau beli boneka untuk Lia" ucap Kinara menarik David untuk menemaninya ke toko boneka


"Lia suka boneka apa kak?" tanya Kinara melihat-lihat Boneka yang di jual di toko itu


"Hello Kitty" jawab David


"Ohhh,,, ihh yang ini aja lucu" ucap Kinara mengambil boneka hello Kitty besar dan membawanya ke kasir. Kemudian Kinara membayar tagihannya


"Sini kak David bawakan" ucap David dan diangguki Kinara.


Kemudian keduanya pun memutuskan untuk pulang ke rumah David terlebih dulu sebelum mengantar Kinara membelikan oleh-oleh untuk sang mami. Keduanya pun sudah berada di dalam mobil


"Kina,,"


"Iya kak?!


" Aku,,, ingin bicara"


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2