Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Bawaan Rindu


__ADS_3

Mami baru saja sampai di ruangan Kinara di rawat, saat mami masuk, ia melihat Ibra yang tengah berbincang bersama adiknya. Bahkan Kinara terlihat sudah bisa tertawa meski masih di pasang selang infus.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" jawab Kinara dan Ibra bersamaan


"Mami,,," ucap Kinara


"Bagaimana kondisi mu?" tanya mami


"Jauh lebih baik. Mami,, kak Ibra jahat padaku!" ucap Kinara


"Jahat?!" tanya mami kaget


"Ya,,,! dia kesini sendiri, sedang kakak ipar tidak diajak" ucap Kinara mengadu


"Hmm,,, bukan begitu sayang,,, kak Ibra kan dari California, bukan dari Indonesia" ucap Mami


"Tapi kan, bisa kakak ipar kesini meski dari Indonesia" jawab Kinara


"Pinta pada kakak mu" ucap mami


"Sudah lah Kina, kesehatan mu lebih penting. Jangan bahas itu lagi" ucap Ibra


"Tuh kan mi,,,,,!!" ucap Kinara


"Hmm,,, apa salahnya menyuruh indah kesini?" ucap mami


Ibra hanya diam, memilih tidak menanggapi ucapan adik dan juga maminya.


Sementara itu, dibelahan bumi yang lain, Indah tengah berada di kedai roti membantu ayah dan ibunya setelah pulang dari kantor.


"Heh! sore-sore ngelamun terus! ayah perhatikan kamu itu banyak ngelamun sekarang" ucap ayah


"Hehe,,, gak yah, cuma lagi banyak pikiran aja" jawab Indah


"Soal apa?" tanya ayah


"Apalagi kalau bukan soal Ibra!" sahut ibu


"Bu,,,,,"


"Kan memang begitu" jawab ibu


"Kenapa dengan suamimu?" tanya Ayah


"Bawaan Rindu!" sahut ibu lagi


"Memangnya nak Ibra gak hubungin kamu?" tanya Ayah dan Indah mengangguk

__ADS_1


"Kamu sudah coba hubungin dia?" tanya ayah dan indah menggeleng


"Gengsi tuh! sama suami sendiri masih aja gengsi" jawab Ibu


"Malu lah Bu, indah kan wanita, masak Indah duluan yang hubungin mas Ibra?! Harusnya dia dulu yang hubungin Indah!" jawab Indah Sedikit meninggi


"Kamu tau, Ibra ke Turki itu karena adiknya dioperasi?!" ucap Ibu ayu


"Operasi?!" Ucap Indah dan juga Ayah bersamaan karena kaget


"Iya!" jawab Ibu ayu


"Ibu tau darimana?" tanya Ayah


"Ibu Yolan, dia nelfon ibu!" ucap Ibu Ayu


"Ndah, sebaiknya kamu ke Turki segera! jenguk adik ipar mu" ucap ibu dan Indah masih diam kaget dengan fikirannya sendiri


.


Antara akan pergi dan tidak, indah terduduk diam didalam kamarnya malam itu. Indah ingin pergi ke Turki menjenguk adik iparnya, namun dia ragu jika kesana apakah Ibra akan menerimanya atau tidak. Bahkan Indah seperti belum siap untuk bertemu lagi dengan suaminya itu.


Ceklekkkk


"Indah"


"Ibu,,,,"


"Ada apa Bu?" tanya Indah


"Ini,, ini semua keperluan mu ke Turki sudah disiapkan oleh Asissten Ibra. Pergilah, setidaknya meski kamu belum mau bertemu nak Ibra, kamu jenguk adiknya yang sakit" ucap ibu


"Tapi Bu??"


Ibu ayu tidak ingin bicara lagi, dia meninggalkan Indah dengan amplop yang dibawanya tadi. Sementara Indah membuka isi amplop itu dan melihat didalamnya semua sudah tersedia, mulai dari paspor dan lainnya.


"Apa aku harus kesana?!" ucap Indah ragu


.


Setelah semalaman berfikir, akhirnya indah memutuskan untuk ke Turki pagi itu. Sesuai dengan tiket pesawat yang sudah disiapkan David atas perintah mami Ibra, penerbangan akan dilakukan pukul 6 pagi ini dan kini Indah sudah berada di pesawat tinggal menunggunya keberangkatan. Ini adalah penerbangan pertama indah yang memakan waktu cukup lama.


Indah meniatkan dirinya ke Turki untuk menjenguk adik iparnya, bukan untuk bertemu Ibra. Meski dia tidak tau apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu nanti.


Sementara itu,,,


Ibra tengah berada di perusahaannya yang sudah lama tidak di kunjungi nya. Meski begitu, Ibra tentunya sudah menyiapkan sistem yang bisa diandalkan untuk perusahaan meski dirinya tidak berada di tempat. Belum lagi orang-orang setia yang selalu bekerja membantu Ibra mengelola perusahaan.


"Tuan,,,,, rapat akan segera dimulai,,," ucap wanita cantik yang tak lain adalah sekertaris Ibra di kantor itu

__ADS_1


"Hem,,," sahut Ibra yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke ruang rapat. Tentu saja sekertaris cantik nya itu mengikuti langkah Ibra menuju ruang rapat, Namanya Sofia, sekertaris cantik yang sering di gosipkan memiliki hubungan lain dengan bossnya itu. Apalagi Keduanya kerap pergi berdua saat bertemu klien maupun di jamuan pertemuan dengan kolega mereka.


Kemudian keduanya masuk kedalam ruang rapat dan disana sudah banyak orang yang menunggu. Tidak ingin membuang waktu, rapat pun dimulai.


1 jam berlalu, rapat telah selesai dan Ibra kembali ke ruangannya diikuti oleh Sofia.


"Tuan, nanti malam akan ada jamuan makan malam dari perusahaan Kolega penting kita, apa anda akan hadir? jika iya, saya akan menambahkan agenda anda hari ini" ucap Sofia sembari memberikan undangan kepada Ibra. Lalu Ibra membuka undangan itu dan melihat undangan dari perusahaan mana.


"Iya, aku akan hadir. Kau temani aku malam ini" ucap Ibra datar


"Baik tuan" jawab Sofia


Tentu saja ini adalah kesempatan membahagiakan untuk Sofia. Bagaimana tidak, sudah sangat lama, sejak pertama kali bekerja di perusahaan itu, Sofia menaruh rasa pada boss tampannya itu. Meski dia juga tau jika bossnya itu memiliki banyak wanita, tetapi dia tidak peduli.


Malam menjelang,,,,


Ibra dan Sofia sudah berada di sebuah hotel berbintang menghadiri jamuan dari kolega pentingnya. Terlihat Ibra begitu serasi dengan penampilan Sofia yang terlihat begitu elegan malam ini.


"Tuan Ibra,,,,, suatu kehormatan, tuan bisa menyempatkan hadir di acara jamuan malam ini" ucap Tuan Ricard


"Mumpung saya berada di Turki" Jawab Ibra


"Ya,, saya tau anda sangatlah sibuk dengan banyaknya perusahaan yang harus anda handle" ucap tuan Ricard


Ibra tersenyum ramah, mendengar ucapan tuan Ricard.


"Apa setelah ini saya akan mendapatkan undangan? sepertinya Nona Sofia sangat cocok dengan anda tuan"


"Hahhaha,, anda sangat senang bercanda tuan Ricard" sahut Sofia


"Hahaha mungkin saja kan?"


"Lebih baik kita menikmati hidangan malam ini" ucap Ibra memutuskan obrolan tuan Ricard yang membahas kedekatannya dengan Sofia.


Kemudian Ibra dan Tuan Ricard pun bergabung dengan kolega lain Menikmati makan malam mereka, sementara Sofia bergabung dengan para wanita yang ada disana. Sudah biasa Sofia menjalani semua itu selama bekerja bersama Ibra.


Waktu terus berlanjut semakin malam, jamuan makan malam pun telah selesai. Niat hati Sofia ingin Ibra mengantarnya pulang, namun tidak sesuai kenyataan, malah Ibra hanya memesankan taksi untuknya. Sementara Ibra pulang sendiri kerumah orang tuanya.


Ibra yang baru saja sampai di rumah sang mami, dia pun langsung berjalan masuk kedalam rumah. Rumah itu terlihat sepi, karena Ibra tau jika mami berada di rumah sakit bersama Kinara. Lalu Ibra melepaskan semua pakaiannya dan akan segera tidur karena rasa lelahnya.


Lampu tamaran membuat Ibra tidak terlalu jelas melihat sekitar kamarnya. Ia pun merebahkan dirinya di ranjang king size nya dengan memeluk guling besar kesayangan nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,, 🤍


__ADS_2