Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Siapa Dia?


__ADS_3

David dan Kinara menyusuri lorong rumah sakit, mencari tempat ibu David di rawat saat ini. Dari kejauhan sudah terlihat seorang wanita yang baru saja keluar dari sebuah ruangan yang tentu sudah di kenali oleh David


"Mba Lisa" wanita itu menoleh dan melihat adiknya bersama seorang gadis


"David,,,"


"Ibu gimana mba kondisinya?! bagaimana ibu bisa pingsan?" tanya David


"Ibu baru di pindah keruangan rawat inap. Ibu sudah melewati masa kritis. Penyakit ibu kambuh"


"Kok bisa?!" tanya David


Lisa terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan adiknya


"Tadi pagi,,, ibu bertemu dengan mantan calon mertuamu dan mereka,, kembali menghinakan ibu" Jawab Lisa lemah


Deg!


"Mantan calon mertua?!" batin kinara


"Aku sudah bilang berapa kali sih sama ibu untuk tidak menanggapi mereka?!" sungut David begitu kesal


"Sudahlah, jangan tampakan kemarahanmu pada ibu, dia bisa drop lagi nanti. ibu sekarang sudah gak papa, tapi masih tidur karena pengaruh obat dari dokter. Mba mau ke minimarket dulu beli cemilan untuk Aulia" ucap Lisa


"Radit siapa yang jemput?!" tanya David


"Tadi mba minta tolong mang Ucup anter kesini kalau sudah pulang sekolah. Mba juga sudah menghubungi Bagas, katanya setelah selesai kuliah dia kesini, Mba pergi dulu" jawab Lisa menoleh kearah Kinara juga dan Kinara tersebut simpul.


David mengajak Kinara masuk keruangan ibunya dirawat.


"Om David" ucap Aulia saat melihat David masuk dan langsung berlari memeluknya


"Sayang,,,, nenek belum bangun ya?" tanya David


"Belum Om,,,, Tante cantik itu siapa?" tanya Aulia dengan polosnya


"Hallo cantik,,, nama Tante Kinara"


Aulia terkekeh kecil saat mendengar ucapan Kinara


"Kenapa tertawa?!" tanya Kinara


"Tante lucu, ngomongnya gak jelas" jawab Aulia dengan kekehannya


"Tidak boleh begitu,,, Tante Kinara memang bukan orang Indonesia, jadi bicaranya sedikit kaku. Ayo minta maaf" ucap David pelan


"Maaf ya Tante" ucap Aulia begitu tulus


"Iya,, gak papa" jawab Kinara yang tidak tersinggung sedikitpun


"Om,,, Lia mau pipis" ucapnya pelan menggemaskan


"Ayo om antar"

__ADS_1


"Tidak! kata bunda, laki-laki gak boleh ikut Lia ke toilet!" jawabnya lucu


"Hmm,,, om tunggu di depan,,,"


Aulia tampak ragu-ragu


"Mau Tante antar?!" usul Kinara dan langsung diangguki Aulia.


Lalu Kinara meraih tangan mungil Aulia dan diantarnya ke kamar mandi. David memandang kagum dengan keramahan yang ditunjukkan oleh Kinara pada keponakannya.


"David,,,," terdengar lirih namun sangat jelas di telinga David


"Ibu,,,,," Ucap David yang dengan cepat melihat kondisi ibunya


"Kamu datang,,,"


"Iya,,, mba Lisa yang kasih tau ke David ibu pingsan. Ibu jangan banyak pikiran lagi Bu,,, apalagi memikirkan hal gak penting" ucap David berusaha untuk tidak meninggi


"Ibu gak akan kepikiran kalau kamu sudah menikah dengan wanita lain" jawabnya lemah


"Bu,,,, berapa kali David bilang,,,,,"


"Jangan banyak alasan, kamu senang keluarga kita diinjak-injak terus oleh keluarga Tamara?!"


"Bu,,,,,"


Obrolan mereka berdua terhenti saat Kinara dan Aulia keluar dari dalam kamar mandi


"Siapa dia?!" tanya ibu David saat melihat wanita bule, bersama cucunya


"Salam kenal bu, saya Kinara, semoga lekas sembuh ya Bu" ucap Kinara sopan


Ibu David meniti penampilan Kinara terkesan sangat sederhana. Ibu David yakin jika Kinara bukanlah orang Indonesia, terlihat dari wajah, kulit, dan cara bicaranya berbeda dengan orang Asia pada umumnya.


"Kinar, " jawab ibu Kinar


"Kinar?!"


"Iya Kinara, nama ibu Kinar Saputri, nama depan kita hampir sama ya" ucap ibu Kinar Dengan seulas senyum


" Iya Bu" jawab Kinara


"Om,,,, Boleh gak Lia main sama tante cantik ?!" tanya Aulia meminta izin


"Tanya sama Tante Kinara, jangan tanya sama Om" jawab David


"Tante mau gak temani aku main di taman?!" tanya Aulia


"Boleh,, dimana tamannya?!" tanya Kinara


"Ada,, tadi Lia lihat" celoteh Aulia tak berhenti


Setelah berpamitan Kinara pun keluar bersama Aulia menuju ke taman rumah sakit. Kinara cukup senang menemani Aulia, selain anak itu menggemaskan, juga Kinara begitu menyukai anak kecil. Sehingga pendekatannya pada Aulia pun tidak susah.

__ADS_1


"Dia beneran hanya teman kantor?!" tanya ibu Kinar


"Iya" jawab David singkat


"Yakin?! tapi ibu lihat tidak begitu" ucap Ibu Kinar


"Dia anak orang kaya Bu, jangan berfikir yang tidak-tidak" ucap David


"Sepertinya, David masih trauma dengan keluarga Tamara" batin ibu Kinar


"Ya,,! jika dia sama saja dengan orang kaya yang sombong dan angkuh, jangan dekati dia!" jawab ibu Kinar


David hanya diam saja, tidak menanggapi ucapan ibunya, tak lama datanglah Lisa dengan membawa makanan untuk Aulia. Lisa tidak datang sendiri namun ada Radit putra sulungnya yang baru saja sampai dirumah sakit.


Sementara itu,,,,,


Ibra dan Indah sudah sampai di apartemen, lalu Indah memasukan kopernya kedalam kamar. Baru ia menyenderkan koper, Ibra sudah menempel saja di punggungnya dengan tangan yang melingkar erat di perut Indah


"Mas,,,,"


"Berjanjilah, ini terakhir kamu mengemasi barang-barang mu dan pergi dari kamar ini!" ucap Ibra


"Semua tergantung mas Ibra sendiri" jawab Indah


"Kenapa begitu?!"


"Ya! kalau mas menyakitiku, aku tidak akan segan mengemasi barang-barang ku dan keluar dari apartemen ini" jawab Indah


"Wah-wah,,,, hebat sekali yahhh, Nyonya Ibrahim! sudah berani mengancam sekarang" ucap Ibra semakin mengeratkan pelukannya


"Sakittt mas! dih, lepainnn!" ucap Indah


"Gak! sebelum kamu berjanji!" ucap Ibra


" Jika mas menyuruhku untuk berjanji tidak pergi, mas harus berjanji juga untuk tidak menyakiti ku!" ucap Indah lagi


Ibra melepaskan Indah dan membaliknya hingga kini keduanya berhadapan


"Ya! mas berjanji sebisa mungkin tidak menyakitimu" ucap Ibra serius


"Oke! Indah juga berjanji tidak akan mengemasi barang-barang Indah selama mas tidak menyakitiku!" jawab Indah


Keduanya saling menatap sesaat,,,


"Kita gak jengukin ibunya David?!" tanya Indah


"Hmm baiklah, kita kerumah sakit sekarang"


Kemudian Ibra dan Indah bergerak kerumah sakit untuk menjenguk ibunya David. Sebenarnya Indaah ingin memperlihatkan apa yang dikatakannya itu benar adanya, bukan bualan semata. Indah ingin menunjukkan kepada suaminya, jika ada sebuah rasa diantara Kinara adiknya dan juga David asisten pribadinya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 💕


__ADS_2