
David sudah sampai di kantor, meski tidak sepagi biasanya, namun dia tetap bekerja di kantor Ibra. Setelah kejadian kemarin, David yang memilih untuk pergi menenangkan hatinya, tidak kembali ke kantor setelah kepergiannya.
Hati David benar-benar hancur mengingat apa yang sudah dikatakan indah kemarin. David tidak menyangka jika Indah dan Ibra menikah secara diam-diam dan membuatnya berharap lebih pada Indah.
Tok
Tok
"Masuk"
David membuka pintu ruangan Ibra dan masuk kedalam ruangannya
"Tuan"
"Ada apa?" jawab Ibra
"Saya,,, saya minta maaf atas tindakan saya kemarin. Saya,,, tidak tau jika tuan dan Indah sudah,, menikah" ucap David
"Hem,, tidak masalah. Dengan begitu kamu sudah mengetahui semuanya. Aku minta kamu rahasiakan semua ini dari pegawai kantor ini" ucap Ibra
"Kenapa tuan?" tanya David
"Kamu tidak perlu tau, yang jelas untuk sementara waktu tidak boleh ada yang tau soal ini" ucap Ibra
"Baik tuan"
"Satu lagi,,,, buang jauh-jauh perasaanmu pada istriku!" ucap Ibra dengan tegas diakhir kalimatnya dan David mengangguk tanda mengerti.
Kemudian David pamit setelah meminta maaf kepada Ibra, tak lama dari David keluar, masuklah seorang pria yang membawakan paket kecil dari Viola. Sementara Indah masih berada di toilet menuntaskan perutnya yang tidak bisa diajak kompromi.
"Indah kemana sih?!" ucap Ibra saat keluar mencari keberadaan Indah
Kemudian Ibra akan menuju ke toilet, namun Indah sudah keluar lebih dulu
"Indah"
"Ada apa pak?!" jawab Indah sedikit ketus
Bagaimana tidak? sejak kemarin, Ibra tidak lepas menyentuh, membelai, melakukan apapun terhadap dirinya, di apartemen pun begitu. Tidak peduli saat ini indah dalam mode merahnya.
"Lama sekali ke toilet?" tanya Ibra
"Mules pak! melilit" jawab Indah memegangi perutnya
Lalu Ibra menarik lengan Indah dan mengajaknya masuk kedalam ruangannya. Keduanya duduk di sofa kemudian Ibra mengeluarkan kotak bludru merah dari kantong jasnya.
"Buka lah" ucap Ibra
Indah sedikit ragu, namun dia tetap membuka kota kecil itu.
"Ini,,,, gelang saya pak?" tanya Indah saat melihat gelang kesayangan nya kembali utuh
"Iya" jawab Ibra
Indah tersenyum senang lalu mengambil gelang perak itu dan akan memakainya
__ADS_1
"Aku sudah membenarkannya sesuai janjiku padamu" ucap Ibra
"Terimakasih" jawab singkat Indah yang tidak menggubris Ibra dan asyik memandangi gelang miliknya yang sudah kembali lagi.
Grepppp
Ibra menarik Indah dan kembali menyatukan dirinya tanpa rasa malu sedikitpun. Indah kaget sesaat namun setelahnya tidak lagi. Sejak Ibra sudah semena-mena melakukan keinginannya atas indah, dan indah sudah mulai terbiasa.
"Aku mengambil jasa perbaikan" ucap Ibra saat melepas Indah
"Modus!" sahut Indah
Ibra terkekeh, kemudian mengulang lagi dan mengajak indah untuk bermain-main, menari-nari didalam sana.
"Cukup! saya akan kembali bekerja pak!" ucap Indah menahan tangan ibra saat akan melepas kancing kemeja atasnya. Terpaksa Ibra melepaskan, meski niat hati ingin mencicipi sikembar identik yang belum keturutan. Karena Indah mati-matian menahannya untuk tidak disentuh seluruhnya dan Ibra hanya bisa bermain-main disekitarnya saja sejak semalam.
"Aku ingin sekali melihatnya!" ucap Ibra
"Tidak! nanti kebablasan! bapak lupa saya lagi haid?!" Sarkas Indah
Ibra menghela nafas kasar, kemudian Indah berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Nanti saya akan pulang lebih cepat, karena harus mempersiapkan keperluan bapak selama bepergian" ucap Indah
"Hem" Sahut Ibra dengan malas
Lalu Indah berjalan keluar dari ruangan Ibra dan kembali ke meja kerjanya.
.
Sesuai yang di katakan oleh Indah, dia pulang ke apartemen lebih dulu. Sementara Ibra masih berada di kantor. Indah masuk kedalam kamar Ibra dan mempersiapkan keperluan pribadi Ibra selama nanti di California . Dari barang terkecil hingga terbesar Indah masukkan kedalam koper milik Ibra.
Ceklekkkk
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Indah menoleh kearah pintu dan dilihatnya Ibra masuk kedalam kamar. Indah melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 Sore.
"Sudah lengkap semua?" tanya Ibra
"Sudah" jawab Indah yang kemudian menutup koper dan menurunkannya dari atas tempat tidur. Sementara Ibra melepas pakaiannya dan membuangnya di keranjang baju kotor
"Kamu ikut saja denganku" ucap Ibra
"Gak mas, aku disini saja" jawab indah datar
"David tidak bisa ikut denganku, aku tidak ada teman!" ucap Ibra saat sudah mendekap Indah dari belakang. Ibra melepas hijab Indah dan membuangnya asal. Setelah itu, Ibra menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Indah dan berkelana disana.
"Gak bisa! Ibu sakit, dan aku baru tau tadi pas ayah nelfon aku" jawab Indah dengan nada sendu. Mendengar Mertuanya sakit, Hati Ibra melunak, lalu dia teringat pada maminya
"Mau jenguk ibu?" tanya Ibra dan Indah mengangguk
"Bersiaplah, kita kesana sekarang" ucap Ibra saat melepaskan Indah
__ADS_1
Kemudian Indah mengambil jilbabnya yang teronggok di tempat tidur, setelah itu Indah berjalan keluar menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap kerumah orang tuanya. Tidak lama kemudian Ibra dan indah sudah berada di perjalanan menuju kerumah keluarga Indah.
"Ibu sakit apa?" tanya Ibra saat melihat Indah sepertinya sangat sedih. Biasanya Indah terlihat ceria, cerewet, dan selalu ketus saat berbicara bersama Ibra. Namun kini Indah terlihat lebih banyak diam.
"Asam lambung ibu naik" jawab Indah
"Sudah dibawa ke dokter?" tanya Ibra
"Sudah, cuma masih gitu-gitu aja. Ibu sudah lama punya sakit itu" jawab Indah
Mobil sudah sampai didepan rumah, Lalu Indah dan Ibra masuk kedalam dengan membawa buah tangan untuk ibu Ayu. Terlihat wanita paruh baya itu tergeletak lemas diatas tempat tidur, meski begitu, ibu sangat senang karena indah dan Ibra mau menjenguknya.
"Nanti Indah akan merawat ibu" ucap Indah
"Apa maksudmu ndah?" tanya ibu
"Besok mas Ibra akan ke California meninjau proyek barunya, jadi indah putuskan untuk menginap disini selama mas Ibra pergi" jawab Indah
"Ohh gitu,,, terserah kamu" jawab Ibu
"Ibu jangan terlalu stress, jangan kecapekan! kayak gini kan jadinya" ucap Indah
Ibu tersenyum kemudian menggenggam tangan Indah
"Ibu sudah gak papa ndah, mungkin karena kemarin terlalu lelah pas ada orderan hajatannya ibu Tuti. Jadi ibu drop gini. Oh iya ibu mau tanya,,, apa benar Lidya di penjara karena kamu?!" tanya Ibu ayu dengan hati-hati
"Maksud ibu?!" tanya Indah
"Berita ini baru tersebar ke semua warga disini ndah, selama ini orang tua Lidya menyembunyikan berita ini dan mengatakan jika Lidya sedang ada tugas di luar kota. Tapi, kata ibu Sumi, dia melihat keluarga Lidya berkunjung ke kantor polisi dan katanya lagi Lidya itu di penjara. Ada yang bilang Lidya dipenjara gara-gara kamu lapor sama suamimu" ucap Ibu
"Bukan begitu Bu,,, saat aku memeriksa laporan keuangan sebelum di serahkan ke mas Ibra, aku lihat ada kejanggalan di laporan itu, aku lapor ke mas Ibra karena laporan itu tidak sama dengan yang di laporkan oleh tim produksi. Lalu mas Ibra menelusuri dan mencari bukti-bukti kecurangan itu hingga beberapa orang di bagian keuangan kantor di penjarakan termasuk Lidya yang sebagai anggota mereka. Mereka korupsi dalam jumlah besar loh bu" jawab Indah
"Benarkah?" tanya ibu
"Iya,,, ibu bisa tanyakan pada mas Ibra jika ibu tidak percaya" ucap Indah, sementara Ibra tengah berbincang dengan pak Idris di ruang tamu.
Cukup lama Indah berbincang bersama ibunya, kemudian mereka makan malam setelah Maghrib.
Waktu semakin malam, Ibra dan Indah pamit Pulang dan besok barulah Indah akan menginap dirumah orang tuanya. Selama didalam mobil, Indah menceritakan apa yang dia bahas bersama ibunya tadi kepada Ibra.
"Jadi mereka menuduh mu tanpa tahu kebenarannya?!" tanya Ibra
"Mungkin iya mas, makanya aku jelasin ke ibu soal itu. Biar gak salah paham!" jawab Indah
"Kamu harus hati-hati selama tinggal dirumah ibu. Bisa saja para tetangga akan menyerang mu" ucap Ibra
Indah menoleh kearah Ibra
"Khawatir mas?" tanya Indah
"Gak! cuma,,,,"
"Ngaku aja kali!!" sahut Indah
"Enggak ya enggak!" jawab Ibra
__ADS_1
"Hemmmmm,,,,,, gengsi aja terus!!" ucap Indah
Bersambung,,,,, 💕