Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Hanya Allah sebaik-baik pelindung


__ADS_3

Sebuah bayangan hitam besar mulai memasuki pekarangan rumah keluarga Indah. Makhluk itu tidak langsung muncul namun sekelebat terlihat di balik gorden jendela kamar Indah. Memastikan target memang benar.


Indah seperti merasa hawa tak enak didalam kamarnya, berbeda dari biasanya namun tak sejengkal pun menggeser duduknya di atas sajadah dengan zikir tak henti di lafazkan nya.


'Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir'


Bulu kuduknya berdiri, sungguh berbeda dari malam-malam biasanya.


Indah memejamkan mata, pasrah, dan membaca ayat-ayat Allah yang ia hafal semampu dirinya.


Makhluk tak kasat mata itu pun muncul di belakang indah, dengan gumpalan hitam berbentuk menyeramkan sudah siap menyerang dengan garangnya. Gumpalan hitam itu mendekat semakin mendekat namun belum sempat menyentuh makhluk itu pun terpental menjauh dimana titik dia masuk dikamar itu.


Indah sama sekali tidak membuka matanya, dia juga tidak mendengar apapun. Hanya indah merasakan suasana di kamar itu begitu mencekam.


Indah terus saja berzikir tanpa putus, mengeratkan pejamkan matanya. Seperti ada dorongan namun ia terus bertahan dan berlindung di balik ayat-ayat Allah.


Gaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr


Makhluk itu kembali terpental, seiring dengan Ki Jamet yang komat kamet juga ikut terpental saat tengah mengontrol kinerja anak buahnya. Bukan hanya Ki Jamet, Ellena pun tiba-tiba terpental kebelakang beberapa langkah saat ia tengah berada di dapur mengambil air minum di kulkas dan menyemburkan air putih yang baru saja akan di telan. Ellena terheran-heran sendiri dan merasa bulu kuduknya berdiri. Ia pun segera berlari menuju ke kamarnya.


"Sepertinya, dia memiliki pelindung! aku harus menambah kekuatan si Gareng"


Ki Jamet kembali komat Kamit dengan mantra yang di baca, dan makhluk itu terlihat semakin besar saja. Kemudian mahkluk itu kembali menyerang namun tak sampai menyentuh Indah, dia mengerang lagi dengan begitu jelas di telinga Indah


Gaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr


Indah semakin kencang membaca ayat-ayat dengan mata terpejam kuat. Indah mengalahkan rasa takutnya dengan berlindung dibalik sang pencipta. Indah tidak bisa melihat tapi bisa merasakan.


***


Di tempat lain,


Ibra yang terpenjara didalam villa pun merasa tidak tenang, hatinya gelisah, pikirannya tertuju pada Indah saja sedari tadi. Ibra bolak balik memantau kondisi di luar melalui jendela kamar, penjagaan masih tetap siaga, belum ada cela untuknya bisa kabur. Lalu Ibra yang gusar dan cemas berjalan ke bilik mengambil air wudhu dan menjalankan ibadah. Dia berdoa agar Allah menjaga Istri dan calon anak mereka, kegelisahannya kian membuncah, namun dia pasrah karena saat ini dia pun tidak bisa menghubungi siapapun di villa itu. Semua akses di tutup oleh papi hingga besok Ibra harus memberikan jawaban, dia yang akan menikah, atau Kinara yang akan dinikahkan dengan si bandot tua Ronald.

__ADS_1


***


"Aaarrgghhh panassss panasssss panasssss,,," makhluk itu terbakar dan terbang meninggalkan kamar Indah, seiring dengan itu, Ki Jamet terpental dengan mulut yang sudah bersimbah darah. Matanya melotot dengan tidak bernafas lagi. Sementara itu Ellena yang berada di kamarnya, tiba-tiba muntah darah dan dirinya langsung ketakutan


"Papiiiiiiiiiiiiiii" Teriak Ellena panik melihat dirinya memuntahkan darah dari mulutnya.


Papi yang baru saja sampai langsung berlari bersama Asissten nya juga Kinara yang keluar dari kamar begitu mendengar jeritan Ellena.


"Ellena! apa yang terjadi?" tanya papi begitu kaget saat melihat Ellena dengan bersimbah darah di mulutnya


"Aku tidak tau! aku sangat takut! ayo kita ke dokter Pi!" ucap Ellena ketakutan


Tidak menunggu lama, papi membawa Ellena ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat pertolongan. Sementara Kinara tertahan dirumah itu bersama ART dan juga pengawal yang menjaganya agar tidak bisa kabur.


***


Kembali kerumah Indah, kini terasa hening, kembali tenang dan suhu udara di kamar itu pun berangsur kembali seperti biasa. Indah membuka mata perlahan, di edarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya. Semua tampak biasa, tidak ada yang berubah hanya saja Indah menemukan ikatan kain di dekat pintu masuk di kamarnya. Indah melihat potongan kain itu seperti potongan kain kafan.


"Apa ini?! kenapa ada disini?!" Indah kebingungan, lalu keluar dari kamarnya dan bertemu dengan pak Idris yang sepertinya baru saja selsai sholat


"Yah,, tadi indah nemu ini di kamar indah" ucap Indah


"Buhul?!! siapa yang mengirimmu buhul?!" ucap pak Idris saat melihat kain itu.


"Kita musnahkan sekarang"


Lalu Pak Idris ke dapur mengambil korek, membacakan ayat-ayat Allah setelah itu membakar buhul itu hingga musnah.


"Siapa yang mengirimkan ini ya yah?! jahat banget!" ucap Indah


"Ini syirik besar. Ayah juga tidak tau siapa yang mengirimkannya. Apa Ibra belum menghubungi mu?" tanya pak Idris


"Belum yah, terakhir cuma tadi pas udah sampai disana. Semoga gak ada apa-apa sama mas Ibra" ucap Indah

__ADS_1


"Aamiin... kamu Istirahat lah,,,"


"Iya"


Lalu Indah meninggalkan pak Idris yang masih berada di dapur. Pak Idris hanya tidak menyangka ada orang yang mengirimkan buhul kerumah mereka.


"Hanya Allah sebaik-baik pelindung"


***


Kinara yang di tinggal di rumah, akhirnya memilih kembali ke kamar. Saat melewati jalanan menuju ke kamar, Kinara melihat sebuah kamar yang dulu di jadikan tempat pengasingan yang di lakukan Ellena terhadapnya . Kinara ingin membuka pintu itu


"Nona mau apa?" tanya pelayan pada Kinara


"Hanya ingin melihat didalam" jawab Kinara


"Tidak boleh nona. Ruangan ini tidak boleh dibuka selain Nyonya besar sendiri yang buka"


"Memangnya kenapa?! aku pernah tinggal di kamar ini" jawab Kinara


"Iya, tapi ruangan ini sudah lama di tutup dan tidak ada yang boleh membukanya. Lebih baik Nona kembali ke kamar"


Kinara tampak bingung, namun tidak ingin memaksa untuk masuk. Lalu dia berjalan meninggalkan kamar itu dengan penuh tanda tanya.


"Memangnya ada apa di dalam kamar itu?! aku kok jadi curiga!" batin Kinara


.


.


.


To be Continue

__ADS_1


Note:


Buhul adalah benang halus/tali penghubung/ikatan berupa kabel ghaib yang menghubungkan antara benda sihir (jimat, tumbal, boneka, dan sebagainya) sebagai pusat yang terhubung dengan target.


__ADS_2