Aku Candumu

Aku Candumu
Promo time


__ADS_3

hay hay hay ....


Gengs maaf aku pengen promo novel terbaru ku ni. mampir hayooo ramein dongs sambil nunggu yang ini aku up. Ceritanya nggk kalah seruh kok sama yang ini.


Lagi numpuk bab biar pas up, full bacanya karena mau aku tamatin... bakal sedih pasti karena dh di penghujung aja. But thangs buat kalian yang sudah selalu setia.


aku spill salah satu babnya di sini yah.


*******


Chapter 2.


Jalanan Kota mulai ramai, padahal ini masih pagi buta. Mobil berlalu lalang seperti sedang mengejar impian. Dan kini langkah kaki Alaisa berhenti pada sebuah kafe terdekat dari rumahnya. Dia mengedarkan pandangan melihat sekeliling kafe yang masih cukup sepi, ya tentu saja karena ini masih jam 7 pagi.


Gadis itu berjalan ke sisi paling kanan, menarik sebuah kursi lalu duduk. Sambil menunggu pria asing itu datang, dia memutuskan untuk memeriksa beberapa catatan yang akan dia berikan kepada dosen pembimbingnya siang ini.


Alaisa harus segera merampungkan projecnya sebelum mengambil tesis. Terlalu larut dalam fokusnya hingga gadis berambut pendek itu tidak menyadari ada seorang pria yang sedang berjalan mendekatinya.


"Alaisa?"


"Yes that's me."


Alaisa mendongak melihat seorang pria tampan yang berdiri di depannya.


"You know me?"


"Anak tante Carissa?"


Alaisa terdiam sesaat sebelum menyadari sesuatu. "Oh, hay .... Maaf." Dia mengangkat tangan kanannya dengan maksud memperkenalkan diri. "Alaisa."

__ADS_1


Pria dengan manik cokelat itu menatap datar, dia menolak untuk berjabat tangan. Lalu tanpa basa basi dia menyeret kursi dan duduk begitu saja.


Alaisa cemberut, dia menarik tangannya kembali. "Bukankah kau seharusnya memperkenalkan diri terlebih dahulu?"


"Apa perlu?"


"Apa kau bercanda!"


"Bukan kah kau sudah tahu namaku sebelum menemuiku?"


"What!"


"Aku meminta ibu mu untuk bertemu sepagi ini karena waktuku tidak banyak, jadi gunakan sisa waktunya dengan baik."


"Apa kau sedang menyalahkanku karena menyita waktumu Tuan Levin Mads?"


"Tentu saja tidak, aku menyalahkan diriku karena bodoh mengikuti kemauan Ibu ku."


"Apa kau memaksa Ibu ku untuk membuat janji untuk pertemuan ini?"


Alaisa tercegat. "What?"


"Gadis seperti mu memang selalu terlihat berpura-pura."


Alaisa terkekeh, dia mengadahkan kepala menatap pria asing yang yang baru saja mengatainnya. "Siapa kau berani menilaiku?"


"Aku? ...." Levin mencondongkan tubuh ke depan. "Namaku Levin Mads, bukankah kau sudah tahu itu Nona Alaisa?"


"Oh astaga, kau membuatku kesal. Dengarkan aku baik-baik Tuan Levin Mads, aku tidak pernah mengemis untuk bisa bertemu dengan pria angkuh sepertimu, jadi berhenti berkata sinis padaku."

__ADS_1


"Whay? bukankah kau sering melakukannya."


Alaisa tidak menyipitkan mata. Dan tanpa menunggu waktu, dia merapikan barangnya dan beranjak dari tempat duduk. Dia tahu, pria di depannya ini memang tidak waras, dari tadi dia terus saja memancing amarahnya dengan mengatakan hal yang tidak-tidak dengan wajah yang begitu tenang. "Aku akan pergi, terima kasi untuk pertemuan singkatnya Tuan Mads."


"Baiklah Nona Alaisa, apa kau perlu tumpangan?"


"Tidak, aku bisa naik taxi."


"Okey, kalau begitu sampai jumpa."


"No, kita tidak akan pernah bertemu lagi."


"Kenapa? apa karena kau akan berkencan dengan pria lain lagi?"


Alaisa menaikan satu alisnya dengan tatapan penuh kekesalan. "Apa kau pikir kau lebih baik dariku."


"Itu faktanya kan."


"Berhenti mengataiku!"


Setelah sejak tadi memasang wajah datar, pria dengan manik cokelat itu akhirnya terkekeh. "Ternyata kau lebih pemarah dari yang aku tahu." Dia mengusap kepala Alaisa sebelum beranjak pergi mendahuluinya.


Dan lagi-lagi, Alaisa dia buat kaget dengan kelakuan Levin. Baru saja dia mengatakan hal-hal menyakitkan padanya, tapi sekarang pria itu malah tertawa lalu mengusap kepalanya seperti seekor anak anjing.


"Whay, ada apa ini. Apa karena aku kurang tidur? kenapa hari ini begitu aneh."


****


Jangan lupa mampir ke sini ya gengs 💙🙏

__ADS_1



__ADS_2