Aku Candumu

Aku Candumu
Ch 83


__ADS_3

Randika mengangkat pandangan melihat ke ara wanita yang masih terlihat. Pria itu menatapnya khawatir seakan mengatakan jangan melakukan apapun. Sebagai jawaban Arumi menggeleng membuat Randika membuang napas kasar.


Mata Arumi mengarah pada gadis dengan perban di tangannya, tatapan Arumi begitu tajam hingga membuat wanita itu kesal dan meronta ingin mendekatinya.


"Beraninya kau menatapku seperti itu wanita pungut."


"Wanita gila."


"Sial, beraninya kau mengatakan ku seperti itu. Kau pikir kau bisa lebih baik dariku? kau hanya anak pungut yang akan di buang saat tidak di butuhkan."


"Jika bukan karena kegilaanmu aku tidak akan menjadi anak pungut, dan sekarang kau harus membayar mahal untuk itu."


Evanya tertawa hambar. "Kau pikir bisa memenjarakan ku? Ak--"


"Cukup Evanya!"


"Ran?"


"Bawa dia dari sini."


"Non, lepaskan aku!"


"Aku akan menemaninya agar dia tidak membuat ulah di kantor polisi."


"Non! Rilan, aku tidak ingin di sana, lepaskan aku!"

__ADS_1


Dengan kesulitan karena rontaan Evanya yang tidak terhenti, akhirnya Rilan dan dua pria orang suruhan Randika bisa membawa Evanya dari klinik. Aurela yang baru saja tiba bahkan terheran-heran melihat adegan di mana Evanya meronta dengan terus berteriak. Namun, raut wajahnya berubah menjadi merona saat Rilan melewatinya.


"Kau bisa menjadi seperti Evanya jika terus seperti itu Aurela."


"Shit."


Aurela mengumpat saat mendapatkan tatapan dingin dari Rilan dia menatap Evanya sebelum pergi. "Jika kau berani menggodanya, aku akan menyuntikmu dengan cairan mematikan."


Rilan terkekeh mendengar itu. Aurela memang gadis yang manis dan baik. Namun, entah kenapa hati Rilan selalu sulit untuk terbuka padanya. Padahal, gadis itu sudah cukup lama menyukainya.


*


*


*


"Aku sudah merasa lebih baik."


Ketika Arumi menunduk Randika mengangkat dagunya, menatap manik cokelat itu untuk mencari sesuatu. Dengan pelan dan penuh pengertian Randika bertanya. "Apa kau baik-baik saja?"


"Aku ...." Arumi menarik napas dalam sebelum melanjutkan. "Aku hanya sedikit takut."


Randika merasakannya, wajah Arumi pucat dengan tangan yang berkeringat dalam genggamannya. "Katakan padaku, apa yang kau takutkan?"


"Aku takut Evanya akan lebih membenciku dan melakukan hal yang lebih kejam pada keluargamu?"

__ADS_1


"Dia tidak akan melakukannya lagi."


Arumi menggeleng. "Ada banyak kebencian di matanya Ran, dia bahkan berniat membunuhku."


Randika terdiam sesaat, matanya memandang kekasih hatinya yang sedang ketakutan akan hal yang tidak akan terjadi. "Apa aku harus membunuhnya?"


Sontak saja Arumi membulatkan mata, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Apa kau gila! mana mungkin kau membunuhnya."


Tatapan Randika terangkat pada manik cokelat yang menatapnya dengan heran. "Aku tidak ingin mengambil resiko, jika kau terus saja takut maka hal itu bisa ku lakukan."


"No!" Arumi memukul keras dada Randika hingga pria itu memekik kesakitan.


"Ugh."


"Uh, maaf. Apa itu sakit?"


Randika tersenyum, dia mengusap pelan pipi kekasihnya dan menciumnya hingga membuat perempuan itu gugup seketika.


"Hei, kau menggodaku."


Randika tertawa keras begitu Arumi menunjukan wajah cemberut, dia mengecup lama pada kening kekasihnya. "Apapun akan aku lakukan untuk melindungi Arumi."


Seakan terhipnotis dengan kata itu, Arumi memejamkan mata saat Randika mencium bibirnya. Arumi membalas ciuman itu seakan ini adalah hal yang dinanti. Untuk kesekian kalinya Arumi jatuh pada pesona Randika, kharismanya menaklukan. Bagaimana manik hitam itu membuatnya hilang akal, bahkan hati dan pikirannya tidak sejalan.


Saat Randika bersamanya Arumi merasa bahagia. Namun, satu yang membuat dia selalu hancur, hati Randika masih bersama Evanya, cintanya pada perempuan itu mungkin tidak akan hilang. Dan Arumi hanya wanita yang kebetulan datang mengisi kekosongan hati Randika saat di tinggalkan.

__ADS_1


Pada akhirnya pikiran itu menghilang sesaat oleh kalimat Randika. "Kau milikku, untuk selamanya," ucapnya meremas pinggang Arumi yang di ambang kesadaran karena terlena dengan ciumannya.


__ADS_2