
Hay gayss... pasti nungguin part malam pertamanya yeah. xixixixixi 🤭🤭🤭😍
Tenang aja udah aku susun se hot mungkin. wwkwkwkkw. Tapi sebelum up part malam pertama. aku pengen promoin karya-karya yang nggak kalah hot dan keren untuk kalian.
ANDLESS. by Marisa Canon.
Andrea berdiri di dekat sofa saat pria itu duduk. Mendekam di dalam bathup bersama Malvin membuat dia mengigil akibat seluruh tubuhnya basah. Tidak ingin menambah masalah, Andrea hendak keluar tapi di tahan oleh Malvin.
"Ganti bajumu sebelum keluar, jangan sampai ada yang mengira bahwa kau baru saja memperbaiki keran kamar mandiku."
Andrea berdecak kesal. "Apa dia pikir itu lelucon?"
Wanita itu membalikan badan tanpa bersuara, lalu menuju ruang ganti milik Malvin dan memilih salah-satu baju wanita yang terdapat di sana. Sepertinya itu adalah baju-baju milik Daisy yang Malvin simpan.
"Apa umur adiknya sama denganku? semua baju ini sepertinya 1 ukuran dengan tubuhku."
Andrea mengambil baju berwarna biru navi yang memiliki set celana dengan warna senada. Namun, setelah selesai memakai baju, tubuh Andrea menegang saat tangan Malvin menelusuri masuk kedalam baju yang baru saja menutupi badannya yang menggigil, Menekan tubuhnya hingga menempel tanpa jarak.
Perempuan itu mencoba tetap tenang, menatap pantulan keduanya pada cermin dengan perasaan was-was. "A-apa yang kau inginkan Signore?"
"Jangan pernah bermain-main di belakangku," ucapnya dengan penuh penekanan.
"Si, Signore." Andrea membungkukan badan.
__ADS_1
"Berapa usiamu?"
"22 tahun," jawab Andrea cepat
"Kau benar-benar tidak mengenal adikku?"
Andrea menggeleng "Tidak, Signore."
Perempuan itu tiba-tiba merasakan tubuh Malvin gemetara. "Kau masih Demam Signore."
Malvin menatap dengan sayup. "Kau tahu cara menghentikannya?"
"Kau bisa mengompres kepalamu dengan handuk yang di celupkan ke air hangat."
"Si, Signore."
Dengan gerakan cepat, Andrea melepaskan diri dari dekapan Malvin, dia menuju kamar mandi. Air mata Andrea menggenang membayangkan bagaimana kejamnya Malvin padanya. Dan masih 2 bulan lagi untuk dia berada sini, Jika Marco tidak di temukan maka keadaan terburuknya dia akan berada di dekat pria itu dan menjadi budaknya seumur hidup.
Segera dia mengambil air hangat, dan handuk kecil setelah menghilangkan jejak kesedihannya.
Andrea yang duduk di tepi ranjang menaruh pelan handuk kecil yang sudah di basahi dengan air hangat pada dahi majikannya. Siapapun yang melihatnya akan menyadari bahwa hubungan mereka adalah sepasang kekasih. Perempuan itu melakukannya dengan pelan dan penuh perhatian.
"Malvin Oh My baby!" teriak Arsula yang baru saja datang. Dia berlari dan menjauhkan pria yang tak lain adalah kekasihnya dari Andrea.
__ADS_1
Dengan seketika, Arsula, menjambak rambut Andrea, menamparnya kuat dan mendorongnya ke lantai. Andrea mendesah kesakitan, dia melihat jelas wanita dengan gaun biru itu menginjak tangannya menggunakan heelsnya yang tajam.
"Beraninya kau menyentuh kekasihku."
"Aaaaa." Andrea menjerit saat merasakan heels itu semakin menekan tangannya.
"Hentikan itu Arsula." ucap Malvin dengan datar.
Andrea mencoba merangkak keluar, sayangnya Arsula kembali menjambak dan memaksanya untuk berdiri.
"Malvin adalah milik ku! Kau dengar!"
"Si Signora, si."
Tubuh Andrea seakan melemas, dia menjawab dengan pelan. Namun, masih terdengar jekas oleh Arsula.
"Panggil Aku Sig.ra," teriaknya meminta di hormati.
Di saat wanita pemilik gaun biru itu hendak kembali menjambak, Malvin menahan tangannya. "Pergi." ucap Malvin pada Andrea yang sudah tidak berdaya.
Pemilik manik biru itu dengan segera merangkak menggapai pintu dengan air mata yang menetes, dia berusaha membawa dirinya meninggalkan sepasang kekasih yang selalu menyiksanya itu. Terlebih wanita yang sedang tertawa melihat ketidak berdayaannya.
__ADS_1
Klik aja nama judulnya Andless, terus nyari scrol ke bawah atau nyari namanya aja Marisa Canon, akan muncul langsung judulnya. Jangan lupa mampir yeah.