Aku Candumu

Aku Candumu
Ch 69


__ADS_3

"Oh astaga kau membuatku kesal Brian. Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi."


"Ada apa?"


"Brian, dia tiba-tiba tidak bisa di hubungi."


"Mungkin dia sedang dalam perjalanan."


"Entahlah."


Randika dan Rilan pun bergegas ke Apartemen Circa Condos untuk memeriksa apakah Arumi kembali ke san atau tidak. Beberapa kali Randika dan Rilan bergantian menekan bel tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda wanita itu berada di sana.


"Sepertinya dia tidak ke sini."


"Tidak mungkin, ini satu-satunya tempat pelariannya, jika tidak di sini lalu kemana dia?"


"Apa kita berpencar saja?"


Sesaat dalam keadaan sedang memikirkan di mana lagi tempat yang akan Arumi datangi, ponsel Rilan berdering.


"Hallo Brian, ke mana saja kau. Aku menghubungimu dari tadi."


'Rilan, katakan pada Randika tolong aktifkan telepon genggamnya.'


Rilan menoleh sebentar pada Randika. "Apa ponselmu tidak aktif? Brian menyuruhmu untuk mengaktifkannya, katanya ini penting."


"Ponselku?"

__ADS_1


'Yah ponselmu pria bodoh aktifkan dan baca pesan ku,' teriak Rilan penuh kesal.


"Brian, are you okay?"


"Rilan kemarilah, klinik milik Aurela kau tahu alamatnya bukan?"


"Maksudmu Aurela sepupu mu itu?"


'Ya itu, cepat datang. Bawah pria bodoh itu bersamamu juga, sekarang!'


"Ada apa? kenapa kita harus ke sana, bicara dengan pelan aku mendengarmu."


'Suruh pria bodoh itu untuk mengaktifkan pinselnya, kalian akan tahu setelah membaca pesan ku.'


"Tidak lucu Brian."


"Oh Shit," umpatnya sambil menarik tangan Rilan, pria itu dengan ekspresi aneh mengikuti tarikan Randika.


"Ada apa?"


"Arumi!"


"Yah Arumi, ada apa dengannya?"


"Arumi mengalami kecelekaan, dia bersama Brian di klinik milik Aurela."


"What?" Rilan memekik kaget. "Bagaimana bisa dia bersama Brian!"

__ADS_1


"Kita akan tahu jika sudah sampai."


Mengendarai mobil dengan cepat, Randika dan Rilan akhirnya sampai di klinik milik Aurelia, Brian sedang berada di sofa ruang tunggu menunggu Aurelia yang sedang memeriksa keadaan Arumi yang sampai sekarang belum juga sadar.


"Brian!"


"Ran?"


Randika mendorong dada Brian denga kuat hingga pria bermanik biru itu jatuh tersungkur ke lantai. Tanpa perduli dengan keadaan sahabatnya Randika melangkah cepat masuk ke ruangan kecil di mana Arumi sedang di rawat.


Dengan wajah paniknya pria bermanik itu limbung saat melihat keadaan Arumi yang sama sekali tidak sesuai yang dia harapan sepanjang perjalanan tadi. Dia berharap wanita ini masih baik-baik saja, berlari ke arahnya memeluk dan menangis serta meminta maaf karena meninggalkan Mansion tanpa ijin.


Dia menatap dengan dada sesak yang hampir membuat napasnya sejenak berhenti.


"A-apa yang terjadi."


Aurelia yang paham seketika menjauh dari ruangan itu dan memanggil Brian untuk menjelaskan. Saat Aurelia hendak keluar, seseorang yang sangat di kaguminya itu muncul di sana bersama Brian.


"Rilan?"


"Biasakan tatapanmu itu Aurela."


"Ini klinik ku, gadis cantik yang di sana itu, aku yang merawatnya jadi aku bebas berekspresi."


Entah kenapa dada Rilan seakan sesak saat Aurelia menunjuk gadis cantik yang tengah terbaring di sana dengan kaki yang berbalutkan begitu banyak perban, membuat Rilan mendekat dan kaget saat mendapati wajah cantik yang di Maksud Aurelia itu sangat pucat.


"Apa yang terjadi padanya Brian, kenapa dia bersamamu dan terluka seperti ini?"

__ADS_1


__ADS_2