Aku Candumu

Aku Candumu
Ch 71


__ADS_3

Brian keluar setelah menyelimuti Arumi, dia tidak berkata apa-apa setelah kepergian kedua pria itu, hingga akhirnya dia lelah memandang jendela besar itu dan kembali tertidur.


"Apa yang kalian bicarakan di dalam sana?"


Brian menggelang.


"Apa dia tidak mengatakan apapun?"


Brian masih menggelang dan itu membuat Rilan kesal.


"Brian!!"


Brian tertawa, sudah cukup lama menjalin hubungan dengan wanita, dan banyak hal yang sudah dia lalui. Namun, kali ini adalah keadaan yang sangat membingungkan. Saat Brian hendak berucap Rilan menyela. "Katakan kenapa sampai kau menabraknya."


"Dimana Randika?"


"Dia sedang menenangkan diri."


"Bersama Evanya?"


"I do not know."


Brian tersenyum. "Pria bodoh itu benar-benar tidak tahu apa-apa."


"Katakan Brian, jangan berbelit-belit."


"Okey ... okey .... tapi Randika harus mengetahuinya."


"Aurela sudah mengatakan kau pelakunya Brian."

__ADS_1


Kini Brian beralih menatap Aurela yang berdiri tidak jauh dari keduanya. "Aku pikir kau sudah pergi."


"Aku tidak akan membuang kesempatan emasku Brother."


Brian menarik napas dalam, tidak kuasa melihat wajah ceria dan penuh harap Aurela. "Apa kau masih menyukai pria dingin ini? Kau membuang-buang waktu Aurela, dia tidak menyukai wanita."


Rahang Rilan mengetat. "Berhenti dengannya dan jawab pertanyaanku Brian."


"Sebentar," ucap Brian masih sibuk dengan Aurela.


"Jawab aku, atau kau akan aku tembak." Rilan memperlihatkan senapan kecil miliknya dia menyimpan benda itu di balik bajunya, dia hanya menggunakan benda itu untuk hal mendesak jika di perlukan.


Brian menelan luda kasar saat melihat benda hitam kecil itu. "Bukan aku pelakunya, yah mobilku memang melesat tanpa kendali saat kau menghubungi Arumi menghilang, tapi aku tidak menabraknya, Arumi terjatuh dari bukit dan menabrak mobilku."


"Apa maksudmu terjatuh dari bukit?"


"Evanya?"


Brian mengangguk.


Tubuh Rilan menegang, giginya saling beradu menandakan pria pemilik manik cokelat itu benar-benar marah. "Kau sudah melewati batasanmu Evanya."


"Mau ke mana kau," cegat Brian saat Rilan melewatinya.


"Aku akan membunuh wanita itu."


"Jangan gegabah, jika kau melakukannya sekarang, kita akan kalah. Evanya berlindung di balik kelemahan Randika, dan jika dia membeberkan semua ini, bukan hanya Evanya yang akan terkena imbasnya tetapi Jenny, Arumi bahkan Randika. kita harus memberitahukan semuanya kepada Arumi sebelum terlambat. dan kecelakaan ini, Randika harus tahu siapa pelakunya."


"Tapi jika kita harus melakukan sesuatu Brian, dia bisa saja melarikan diri."

__ADS_1


"No, Randika akan menahannya. Kau tahu bukan, dia tidak akan terima jika ada mengganggu keluarganya, apalagi Arumi, bukan kah dia tahu alasan Jenny melakukan itu pada Evanya? itu artinya Randika tidak akan melakukan apapun untuk Evanya, tinggal bagaimana kita buat sampai evanya mengakui semua kesalahannya. Tapi sebelum kita melakukan itu, kau harus mengatakan semua nya kepada Arumi. Dia berhak tahu."


"Tapi dia akan membenci Randika dan keluarganya."


"Jelaskan dengan cara lain Rilan, cari cara agar Rumi mengerti, Randika tidak menabrak mereka tapi Evanya, dan Jenny dia melindungi putranya."


Pikiran Rilan melayang, yang terlintas saat ini hanya ada satu cara, yaitu menjauhkan Arumi dari semua kerumitan ini. Entah apa yang akan terjadi jika Arumi tahu.


"Aku akan melihatnya sebentar."


Rilan melangkah melewati Brian dengan wajah datarnya dan membuka pintu dengan pelan, dia ingat Brian mengatakan Arumi baru saja tertidur kembali. Rilan menutup kembali dan hendak balik melangkah. Tapi, dia terperanjat saat seorang yang menjadi penghuninya masih membuka mata. Memandang keluar kaca besar tanpa ekspresi.


Rilan mendekat dengan tersenyum. "Hai, sedang melihat apa?"


Arumi tidak menjawab, dia masih saja fokus menatap pepohonan di luar sana.


"Kau ingat saat aku kembali dari Prancis untuk menjenguk kakek ku? Aku membawa roti Croissant, dan kau sangat suka roti itu karena mirip dengan bulan sabit sesuai dengan namanya. Apa kau ingin memakannya? itu akan semakin enak saat cuaca dingin.


Arumi menoleh, membuat senyuman Rilan runtuh saat wanita dengan manik cokelat itu memperlihatkan wajah datar. "Apa kau akan membawaku ke Prancis?"


.


.


.


Roti Croissant.


__ADS_1


__ADS_2