Aku Candumu

Aku Candumu
Ch 66


__ADS_3

Ekspresi Rilan tidak seperti yang Randika bayangkan, pria bermanik cokelat itu tetap tenang tanpa ada rasa penasaran di raut wajahnya.


"Ada apa, kau terlihat biasa saja. apa kau sudah tahu apa yang akan aku ceritakan?"


"Obati dulu tanganmu."


Rilan melakukannya dengan tenang. Kali ini dia sungguh berperan sebagai sahabatnya dekatnya.


"Apa yang kau ketahui."


"Semuanya."


"Clarisa memberi tahumu?"


"Tidak, Jenny bilang kau membutuhkan seseorang sebagai pelindungmu. Dia ingin aku mengawasimu agar kau tidak terpedaya oleh rayuan Evanya. Dan aku membayar seorang informan, dia cukup ahli dalam mencari informasih, meski sedikit tempramental."


"Mom? apa yang dia katakan padamu?"


"Dia mengatakan kalau dia yang telah menghancurkan karier Evanya, dia juga membayar beberapa orang untuk mengusik keluarganya."


Randika menyeringai, "Dia mengakui kesalahannya dengan baik, tanpa berfikir akan akibat yang akan aku tanggung."


"Dia hanya ingin agar kau tetap fokus untuk pekerjaan dan terus berada di sisi Arumi. Apakah itu salah?"


Randika tidak menjawab, dia menyapu wajahnya dengan kasar. Rilan yang memperhatikannya tahu,


ada sesuatu yang membuat dia kehilangan fokus.

__ADS_1


"Evanya yang memulai peperangan ini, dia mengancam akan membeberkan kalau kecelakaan itu penyebabnya adalah kau, dia juga meminta Jenny memberikan sejumlah uang untuk uang jaminan bahwa dia akan tetap diam."


"What?"


"Aku pikir kau tahu."


"No, dia mengatakan Mom telah menghancurkan kariernya dan mengancam akan membuat gugatan untuk kerugian yang dia terima."


"Wanita yang licik."


Randika kembali terdiam, raut wajahnya terlihat sangat tegang membuat Rilan segera melanjutkan. "Katanya kau ingin bercerita."


"Entahlah, semua ini membuat ku bingung, apa yang harus aku ceritakan sekarang pun aku bingung harus memulai dari mana."


"Mulailah dari wanita yang kau cintai."


"Kau sudah mengatakannya?"


Randika menggeleng. "Aku hanya mengatakan ingin kembali bersama Evanya."


"Lalu apa reaksi Arumi."


"Dia bilang, aku menyakitinya."


"Katakan yang sejujurnya, itu akan lebih baik."


"Kau menyuruhku mengatakan bahwa kematian kedua orang tuanya ada kesalahan ku, bertahun-tahun aku hidup dengan rasa bersalah hingga untuk mendekatinya saja aku tidak berani. Aku lebih memilih untuk membencinya agar rasa bersalahku menghilang."

__ADS_1


"Bukan kau pelakunya Ran, tapi Evanya."


"No Rilan, jika saja aku tidak mengejarnya dan membuat mobilnya tersisih, mungkin kecelakaan itu tidak akan terjadi, aku Pembunuh!"


Randika memejamkan mata kuat hingga air mata itu jatuh


Randika memejamkan mata kuat hingga air mata itu jatuh bersamaan. Rasanya sakit saat manik hitamnya masih melihat jelas kedua orang yang bersimpuh darah di balik mobil yang terbakar. Dia kehilangan kekasih sekaligus mendapatkan dosa karena menyebabkan kecelakaan mengerikan itu. Dan jika Arumi tahu, rasa sakitnya tidak akan sebanding dengan apa yang dia rasakan 3 tahun ini.


"Kau ingin minum?"


"Aku seorang pembunuh!"


Gumaman Randika dengan air mata yang menetes membuat Rilan tidak tega. Ternyata di balik semua ini ada rahasia besar yang Randika simpan dengan penuh kesakitan.


"Ran."


"Dia tidak akan pernah memaafkanku Rilan. Dia akan membenciku, dan aku ... aku akan kembali kehilangan cintaku."


"Aku yakin dia akan memaa-fkanmu jika kau jujur dari sekarang. Kembali bersama Evanya tidak akan mengembalikan keadaan."


Randika terdiam lagi, ini adalah kalimat terbijak Rilan selama mereka bersama. Maka darinya Randika memberikan sebuah pelukan untuk sahabatnya. Memberitahukan kalau dia beruntung memiliki sahabat yang mau menemaninya dalam keadaan terburuk sekalipun.


"Apa Arumi akan meninggalkanku saat aku mengatakan yang sebenarnya?"


"Kita bisa mencobanya."


Randika tampak berfikir, jika dia gagal makanya keadaan terburuk adalah Arumi akan pergi meninggalkannya dan Evanya, wanita itu akan terus menghantuinya. Kedua pria yang sedang berpelukan itu tersentak saat suara seorang perempuan mengagetkan mereka.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?"


__ADS_2