
.
.
"Kau tahu bagaimana bahagianya aku saat bersamamu, kau adalah satu-satunya wanita yang akan mengisi semua ruang di hatiku."
"Kau tidak akan meninggalkanku bukan?"
Randika menggenggam erat tangan Arumi. "Kita akan menghabiskan segala masa bersama. Aku yakin kedua orang tuamu di surga akan bahagia melihat itu."
Arumi tersenyum bahagia. "Je vous aime.( Aku mencintaimu.)"
"Je suis le même cher. (Aku pun sama Sayang.)"
Arumi melengkungkan senyum bahagianya. jauh di lubuk hatinya berharap, tidak akan ada wanita lain atau siapa pun yang merusak kebahagiaannya.
"Semoga Tuhan selalu menjagamu hanya untuk ku" gumam Arumi di dalam hati.
"Ayo sarapan, setelah itu kita lihat gaun mana yang pas untuk kau kenakan malam ini."
"Gaun?"
"Kau tidak lupa bukan, malam ini kita akan ke acara reuni yang di adakan Brian."
"Aku hampir melupakannya." Rasa kesalnya membuat dia tidak menyadari jika malam ini adalah hari dimana yang selalu dia nantikan. Randika akan memperkenalkannya kepada teman-teman angkatannya di kampus dulu.
•
•
__ADS_1
•
•
Brian melajukan mobilnya menuju sebuah Apartemen mewah di antara kawasan Rue saint-Piere dan Rue de la Barricade, Les lofts st Pierre nama Apartemennya. Dia terlihat tergesah-gesah memasuki area pintu utama. Seakan tahu kedatangan Brian wanita berambut pirang itu menunggu di depan pintu Apartemennya dengan pakian yang sangat seksi dan indah.
Wanita itu lalu melangkah bak model memperlihatkan kakinya yang jenjang. "Bagaimana, apa aku terlihat cantik?" tanya Evanya kepada Brian yang terlihat gelisah.
"Apa kau yakin? maksudku, ini tidak perlu Evanya. Biarkan Randika bahagia bersama pasangannya."
Evanya terkekeh. Dia mengelus pipi Brian dengan sensual, sejenak membuat bulu kuduk Pria itu berdiri. "Biarkan saja ini terjadi."
"Evanya!"
Evanya memperlihatkan wajah datarnya tanpa berkata apapun. Wanita berambut pirang itu melangkah meninggalkan Brian begitu saja. Segera Brian pun bergegas mengikutinya.
"Apa Randika akan mengajak kekasihnya?" tanya Evanya saat mobil Brian sudah meninggalkan Apartemen.
"Semoga semua berjalan sesuai rencana kita."
"Evanya, jika kau tidak menuruti perkataanku, kau akan menyesal," sela Brian.
"Itu tidak akan terjadi. Penyesalan itu akan di rasakan Arumi karena telah membiarkan kekasihnya datang ke acara reuni," ucapnya menyeringai.
"Evanya, aku mohon hentikan kegilaan ini," teriak Brian.
"Berhenti menyelah dan fokuslah menyetir. Aku sudah tidak sabar melihat pujaan hatiku."
Brian mendesah penuh penyesalan. Seharusnya dia tidak membantu Evanya melakukan kegilaan ini. Entah setan apa yang membuatnya menyetujui permainan Evanya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama mobil Brian kini sudah memasuki area parkiran yang sudah tidak asing baginya. Dia memarkirkan mobil di tempat biasa dengan buru-buru agar tidak ada yang melihat kedatangannya dengan Evanya.
"Masuklah, aku akan menyusul."
"Apa kau takut Randika tahu kau membantuku?"
"Je m'occupe juste de mon amitié (Aku hanya menjaga persahabatanku.)"
Evanya berdehem, dia mengambil tasnya dari kursi dan tersenyum dengan sensual sepanjang langkah kakinya. Dalam benaknya hanya ada raut wajah Randika yang terkejut saat melihatnya nanti. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa kembali menyentuh Pria tampan itu, merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.
"Evanya."
Dia tidak menghiraukan panggilan namanya dan terus melangkah melewati lobi. Wanita itu menaiki tangga tanpa perduli dengan sepasang mata yang terus mengikuti langkahnya dari belakang.
"Evanya!"
Wanita yang memakai gaun merah dengan belahan dada terbuka itu menoleh saat teriakannya semakin keras. Sekejap dia berhenti melangkah, mengamati Pria yang baru saja menyebut namanya. Dengan senyum termanisnya Evanya pun mulai mendekat. "Apa kabar Sayang."
"Ternyata benar itu kau."
•
•
•
•
Tiga bab nya sudah saya up maaf upnya berjedah. biar sedikit greget gitu pas baca harus menunggu lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak like komentar dan vote ceritaku yah. Akan aku Up 1 bab lagi jika kalian banyak meninggalkan jejak 🤭🤭😁✌💜
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 🙏