
"Apa kau bersedia menjadi istriku Arumi Chaska?"
Arumi yang mendengarnya tentu saja menatap Randika dengan mulut yang terbuka. Sungguh dia terkaget kembali, padahal ini yang kedua kalinya pria itu mengatakan ingin menikahinya.
Kini Randika berubah posisi menjadi di atas Arumi, dia mensejajarkan kepala mereka. Keningnya berkerut mendapati Arumi yang terlalu fokus memandangnya hingga indra pendengarannya tidak di jalankan dengan baik. Sekali lagi Randika bertanya. "Apa kau bersedia menjadi istriku Arumi?"
Tanpa di duga, Arumi memeluknya hingga membuat tubuh kekar itu jatuh menimpah tubuh munggil Arumi dan menempel hingga tidak meninggalkan jarak. Hatinya tidak pernah sehangat ini, bergetar merasakan detak jantung Randika yang begitu kencang. Ini cinta, dia tahu itu. Harapan Arumi hanya satu, dia ingin bersama orang yang dia cintai, dan bahagia untuk sisa hidupnya, itu sudah sangat cukup.
Pria itu menatap hangat pada manik tunangannya seraya berkata.
"Aku mencintaimu Arumi."
"Begitu juga denganku. Aku mencintaimu, sangat dan sangat mencintaimu Randika Garret."
Pria itu tertegun, dia menegakan badan hingga membuat Arumi yang sedang memeluknya saling menatap. "Jika sebanyak itu, kenapa kau melarikan diri?"
"Aku yakin kau tahu kenapa aku melakukan-nya bukan, nyatanya aku tidak kembali lagi padamu. Dan sekarang wanita yang diam-diam menyukaimu ini berada di dalam pelukanmu."
"Diam-diam?"
"Yah, aku menyukaimu sejak kejadian obat perangsang itu."
__ADS_1
Randika terdiam, sebenarnya dia tahu fakta itu. Hanya saja mendengarnya langsung dari mulut Arumi membuatnya bahagia.
"Apa kau ingin tahu sesuatu dari ku?"
"Katakan."
"Aku menyukaimu, mencintaimu dalam diam. Sesaat aku membencimu karena kau mengingatkanku pada kecelakaan itu dan kepergian Evanya. Aku menyiksa diriku untuk tetap membencimu agar tidak pernah lupa dengan penghianatan wanita itu juga beban yang dia tinggalkan. Sampai aku sadar itu adalah rencana Tuhan. Jika kedua orang tuamu tidak meninggal, kau tidak akan datang ke kehidupanku. Jika Evanya tidak menghianatiku, aku tidak akan pernah di jodohkan denganmu. Dan jika saja kita tidak di jodohkan, maka aku tidak akan pernah bisa menyadari perasaanku padamu."
"Apa kau sangar membenciku saat itu?"
"Tidak, aku membencimu karena tidak ingin mengakui kalau aku menyukaimu."
"Kenapa kau minta maaf."
"Karrna telah memberikan kebencian padamu."
Manik hitam itu menatap lekat mata indah Arumi, merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak hitam yang di dalamnya berisikan cicin.
"Aku menyimpannya cukup lama"
Arumi tersenyum, dia mengambil cicin itu dan segera memakainya. "Jadi kapan kita akan menikah?"
__ADS_1
"Kau ... kau menerima untuk menjadi istriku?"
"Yah aku ingin menikah dengan pria yang aku cintai dan melahirkan anak-anak yang lucu lalu bahagia bersamamu."
Randika mengukurkan tangan mengelus pipi kekasih hatinya. "Aku mencintaimu Arumi, aku janji akan menjadi suami yang baik untuk mu dan anak-anak kita nanti."
"Arumi tidak berkata, tangannya menyentuh dada Randika, detak jantung yang tidak beraturan membuat Arumi mengeluarkan senyum. Malu rasa gugupnya di ketahui Arumi, Randika lalu merebahkan diri dan berbaring terlentang dengan kepala Arumi bersandar di tangannya.
"Apa kaki mu benar-benar sudah tidak sakit?"
Arumi tetap terdiam, wajahnya mengisayaratkan kalau dia sedang malu. Membuat Randika terkekeh dan memeluknya dengan erat. Dia mengecup puncak kepala Arumi cukup lama.Tangan mereka saling bertautan, Randika yang tidur menyandar pada kepala ranjang menunduk menatap cicin yang sudah tersemat di jari manis Arumi. "Pernikahan seperti apa yang kau inginkan."
"Entahlah, aku belum memikirkannya."
"Kau membuatku kecewa."
Arumi tertawa mendapati wajah prianya yang kesal, dia memeluk tubuh kekar kekasihnya hingga akhirnya Randika kembali mencium bibir munggil Arumi, menyalurkan cinta yang sedang keduanya rasakan.
"Aku menyayangimu Arumi."
Setelah bercanda cukup lama akhirnya Keheningan menaklukan keduanya. Dua insan yang larut dalam kemesraan itu terlelap dengan tangan yang saling bertautan, seakan tidak ingin menjauh satu sama lain.
__ADS_1