Aku Candumu

Aku Candumu
Ch 136. Malam Pertama


__ADS_3

"Kau sudah selesai membuka bajumu Sayang?"


Randika keluar dari kaca pembatas antara bagian shower dan buthup dengan handuk yang melilit di pinggangnya, dada kekarnya membuat dia terlihat jantan dengan kulit yang basah.


Cukup lama wanita itu mengagumi suaminya hingga tidak sadar pria itu kini sudah berdiri tetap di hadapannya. "Sayang?"


"Huh?"


Randika tergelak melihat ekspresi istrinya yang malu-malu. "Berhenti merada malu, dan singkirkan tanganmu itu. Apa yang ingin kau tutupi, bukankah kita sudah sah."


Arumi tidak bisa apa-apa, dia membiarkan Randika membersihkan dirinya, dan membuka sisa pakian dari tubuhnya. Sambil mandi, dia melihat bayangan Randika pada cermin besar yang sedang serius membersihkan bagian belakang tubuhnya. Tanpa sadar dia tersenyum dan bergumam. "Suami ku ternyata sangat tampan."


Setelah selesai membersihkan tubuh, dan memakai handuk Randika menggendong kembali tubuh Arumi keluar dari kamar mandi dan mendudukannya di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Sebentar, aku akan meyiapkan pakianmu."


"Tidak perlu Sayang. Tidak ada pakaian yang di sini."


"What?" Wanita itu memekik kaget. "Lalu apa yang kita pakai, apa akan terus memakai han--- Aaaaaa." Arumi menjerit spontan saat Randika mendorongnya ke atas ranjang dan menindinya dari atas.


"Randika ...!"


"Kita tidak memerlukan pakaian, Sayang. Ini malam pertama kita, untuk apa kau memakai baju."


"Ran ...."


"Apa kita sudah boleh memulainya, Sayang?"

__ADS_1


Keterdiaman Arumi membuat pria itu yakin, ini waktunya. Randika menunduk, memberikan ciuman pada puncak kepala istrinya sebelum beralih ke bibir tipis milik Arumi. Aroma Arumi yang wangi dengan sabun Vanila yang dia pakai saat mandi tadi membuat Randika semakin menggila.


Arumi melepaskan pangutannya, menjauhkan wajahnya dari dada Randika. Ia menengadah, menatap wajah Randika yang sangat dekat dengannya, kini tatapan mata mereka beradu. Keduanya saling menatap seperti dua orang yang saling merindukan, tidak ada salah seorang pun yang mengalihkan pandangan itu.


"Ran." Arumi bergumam. Namun, terdengar seperti mengeram. Bibir perempuan itu merekah, seolah menunggu suaminya untuk segera kembali mencumbuinya.


Randika menyingkirkan sejumput rambut yang tergerai di wajah istrinya, tatapan pria itu seakan mengunci gerakan Arumi. Dia kembali melakukannya, bibir Arumi seakan menjadi candu. Randika terus bermain di sana hingga akhirnya wajah mereka kembali sejajar.


Rambut Randika berantakan karena remasan tangan Arumi. Kini mata keduanya penuh dengan gairah. Napas Arumi tercekat, dia bahkan kesulitan bernapas karena begitu lamanya dia terjebak dalam ciuman suaminya. Bibir pria itu sedikit berkedut, tersenyum di balik ciumannya karena melihat wanitanya yang kesulitan mengambil napas.


Perlahan, Randika mulai beraksi. Aroma tubuh Arumi semakin menguasai pikirannya. Tangan kekarnya mulai menyusuri bagian paha wanitanya hingga terdengar desis yang sangat memancing gairah. Dan itu semakin membuat Randika melakukan lebih.


"Ran ...."

__ADS_1


Arumi mengerang sementara dadanya semakin merapat dengan tubuh Randika. Gairah membuat rasa yang tadinya malu menjadi Candu. Tatapan mata mereka kembali terkunci, Arumi mengatur napasnya dan juga detak jantungnya yang semakin menggila. Ia menggigit bibirnya, wajahnya memerah hingga kebagian lehernya.


Randika merangkak di atas tubuh istrinya, memberikan cumbuan-cumbuan yang membuat wanita itu kembali menahan napas karena kenikmatan yang tidak bisa dia hindari. Saat itulah Arumi mulai beraksi. Dia membals segala cumbuan suaminya hingga keduanya tenggelam dalam g a i r a h.


__ADS_2