
Assalamualaikum mentemen..
makasih banyak untuk kalian yang masih setia mendukung novel ini yaa..
wah, gak berasa udah lebih dari 100 episode nih..
betewe..
sebagai bonus, di episode kali ini aku akan menghadirkan dua karakter dari novel "CITA CINTA" sebagai cameo..
so,
happy reading gaesss...☺☺☺
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Tak butuh waktu lama, akhirnya Aldo berhasil melacak keberadaan Annisa.
beberapa orang anggotanya sempat melihat Annisa dan mereka mengirimkan lokasi dimana Annisa berada.
Tanpa membuang waktu lagi Aldo langsung memberitahu kabar itu pada Dennis melalui pesan singkat.
Dia sudah mencoba menghubungi Reyhan sebelumnya, namun ponselnya sedang tidak aktif.
"Aldo sudah mengirimkan lokasi keberadaan Annisa. Kira kesana sekarang.."
Ucap Dennis.
Ketiga orang tersebut bergegas menuju mobil Dennis, dan ternyata ibu juga adik-adik Kirana sudah terbangun.
"Ibu baru aja mau cari kalian.."
Ujar ibu Kirana saat mereka bertiga memasuki mobil.
"Kita mau kemana..? Kok kayaknya buru-buru..?"
tanya ibu Kirana yang masih belum mengerti situasinya.
"Bu.. nanti aja ya ceritanya, sekarang kita mau cari mbak Annisa dulu."
jawab Kirana sambil memberi isyarat pada ibunya.
Akhirnya mereka tiba disebuah tempat, yang ternyata adalah sebuah mansion yang terlihat mewah.
"Den, lu yakin Annisa ada disini..?"
tanya Reyhan yang tampak ragu.
"Beberapa sumber informan yang sempat melihat Annisa bilang melihat dia bersama seorang wanita. dan wanita itu membawanya ke mansion ini."
jawab Dennis meyakinkan.
"Kirana, kalian tunggu disini. biar aku dan Reyhan masuk kedalam untuk memastikan keberadaan Annisa."
Kirana mengangguk.
Setelah keluar dari mobil, Reyhan dan Dennis mencoba memasuki mansion tersebut. Namun sesampainya digerbang, mereka dihadang oleh beberapa orang security.
"Sumimasen, anata-tachi wa daredesu ka?"
(Maaf, kalian siapa?)
tanya salah satu security yang berjaga di pintu gerbang.
"Mōshiwakearimasenga, watashitachiha dareka o sagashiteimasu. Hon'nin no jōhō ni yoru to, kochira."
(Maaf, kami sedang mencari seseorang. Menurut informasi orang tersebut ada di sini.)
Jawab Reyhan.
Dennis merogoh ponselnya, kemudian menunjukkan foto Annisa kepada security tersebut.
"Kore wa shashindesu"
(ini fotonya)
Ujar Dennis.
Security tersebut memperhatikan foto Annisa.
__ADS_1
Sekilas keningnya mengkerut, kemudian security tersebut menganggukkan kepala.
"Kare wa watashi no koyōshu to isshodesu. Shikashi, watashi wa anata ga daredearu ka o shiru hitsuyō ga arimasu ka?"
(Dia bersama majikan saya. Tetapi saya perlu tahu siapa Anda?)
tanya security tersebut.
"Watashi wa reihandesu, watashi wa kanojo no ottodesu. Kore wa watashinotomodachi no Denisudesu."
(Saya Reyhan, saya suaminya. Ini temanku Dennis.)
jawab Reyhan.
"Chottomatte,Sugu ni modotte kimasu.."
(tunggu sebentar, aku segera kembali)
Kemudian security tersebut masuk kedalam mansion.
Tak lama kemudian, security tersebut kembali.
"Mōshiwakearimasenga, josei wa anata o shiranai to iimashita. Anata wa uso o tsuite imasu ka?"
(Maaf, wanita itu berkata dia tidak mengenal Anda.
Apakah kamu berbohong?)
Tanya security tersebut dengan tatapan menyelidik.
"Dōiu imidesu ka kanojo wa hontōni watashi no tsumadeari, watashi no kodomo o ninshin shite imasu. Naze watashi wa uso o tsuite iru nodesu ka?"
(Apa maksudmu? Dia benar-benar istri saya dan mengandung anak saya. Kenapa aku berbohong?)
Reyhan mulai tersulut emosi.
"Tahan boss.. ini rumah orang. gak baik kalo kita marah-marah disini.."
Bisik Dennis.
"Watashitachi wa sono josei ni aitai dakedesu. Dekimasu ka?"
Bisakah?)
Dennis mencoba membujuk security tersebut.
cukup lama security tersebut berdiam sambil berpikir. Dan akhirnya..
"Wakarimashita iremasu shikashi, kare dake ga hairu koto ga dekimasu."
(Saya mengerti. Saya akan memasukkannya ke dalam. Tapi hanya dia yang bisa masuk.)
Security tersebut menunjuk kepada Reyhan.
Setelah melewati pemeriksaan, akhirnya Reyhan masuk kedalam mansion mewah tersebut dengan dikawal oleh dua orang security.
Pintu mansion terbuka, mereka disambut oleh seodang wanita muda sebaya Annisa.
Dan wanita itu juga berhijab.
"Anata wa dare de, watashinoiede wa nani o shite imasu ka?"
(Siapa Kamu, dan apa yang kamu lakukan dirumahku?)
tanya wanita tersebut.
Reyhan memperhatikan perawakan wanita itu.
*Sepertinya dia bukan orang jepang
batin Reyhan.
"Anata wa Indoneshia hitodesu ka?"
(Apakah anda orang Indonesia?)
Wanita tersebut terkejut mendengar pertanyaan Reyhan. Namun dia segera tersenyum.
"Ya, saya orang Indonesia. Aku pindah kenegara ini bersama suamiku tak lama setelah kami menikah."
__ADS_1
Jawab wanita itu.
Reyhan menghela napas panjang.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku.. Siapa kamu, dan apa yang kamu lakukan dirumahku..?"
tanya wanita tersebut.
"Aku Reyhan.. aku suami Annisa, wanita yang bersamamu. dan aku kesini untuk menjemputnya.."
jawab Reyhan.
"Jadi kamu suaminya? bagaimana bisa kamu tega membiarkan istrimu berkeliaran sendirian ditempat asing..? terlebih dia dalam keadaan mengandung.. suami mavam apa kamu.."
Omel wanita tersebut.
"Maaf, ini adalah masalah antara aku dan istriku. Kuharap anda bisa bersikap bijak dengan tidak mencampuri yang bukan urusan anda."
jawab Reyhan sinis.
"Tapi ini adalah rumahku, dan sebagai tuan rumah aku berhak tahu ap yang terjadi dirumah ini.
Bukankah justru anda yang bersikap tidak bijak sekarang?"
Ujar wanita tersebut tak kalah sinis.
"Baiklah nona, terimakasih atas kemurahan hati anda yang sudah menolong istri saya. tapi bisakah aku membawanya pergi sekarang?
karena aku adalah suaminya, dan anak yang dikandungnya adalah anakku."
Wanita itu menatap Reyhan dengan seksama.
"Tapi kurasa dia tidak ingin bertemu denganmu."
Ujarnya.
"Aku tidak perduli. Anda hanya perlu memberikanku ijin untuk masuk kedalam dan menemuinya dengan cara yang baik. jangan memancingku untuk bersikap anarkis nona."
Reyhan mulai tersulut emosi.
"Dan kalau kau berani melakukannya, kau tahu kan apa yang akan terjadi padamu.."
Ancam wanita tersebut sambil melirik pada kedua security yang sejak tadi mengapit Reyhan.
"Mau apa mas kesini?"
Tiba-tiba Annisa muncul. Langkahnya masih tergopoh.
"Sayang.. Mas kesini untuk menjemput kamu.. ayo kita pulang.."
Reyhan mulai luluh.
"Pulang? Pulang kemana..?"
Tanya Annisa dengan sinis.
"Pulang kerumah kita sayang.. papa, mama dan o-bachan sangat mencemaskan kamu.. ayo kita pergi dari sini.."
Bujuk Reyhan.
"Aku memang akan pergi mas.. tapi, aku akan pergi dari hidup kamu. tolong jangan pernah mencariku lagi. setelah anak ini lahir, aku akan mengurus perceraian kita."
jawab Annisa sambil berusaha tegar.
"But i never let you go..!!
Annisa Ramadhani, sampai kapanpun kamu akqn tetap menjadi istriku. suka atau tidak, kamu harus tetap bersamaku."
"Kamu gak bisa paksa aku seperti itu..!!"
Annisa mulai meninggikan suara.
"Tentu aku bisa.. Dan apapun caranya, aku akan membawa kamu pulang kerumah."
Reyhan pergi begitu saja, meninggalkan Annisa yang menangis sesegukan.
"Kenapa kamu sekeras itu mas.."
Gumam Annisa sambil menatap punggung suaminya.
__ADS_1