Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
110. Kelahiran Si Kembar


__ADS_3

Pagi itu seperti biasanya, Annisa melakukan jogging di taman belakang bersama Reyhan.


Kelahirannya hanya tinggal menunggu hari, karena itu Reyhan meminta Dennis dan Aldo untuk menghandle sisa pekerjaannya dikantor.


Reyhan hanya datang ke kantor jika ada hal yang sangat mendesak.


Selebihnya, dia melakukan semua pekerjaan #DirumahAja


"Aduh.. mas.. sakit mas..."


Annisa tampak memegang perutnya.


"Sayang, kamu kenapa..? perut kamu sakit..?"


Reyhan fampak panik.


Meskipun berkali-kali Annisa menjahilinya dengan berpura-pura kesakitan, namun Reyhan tetap saja merasa panik saat Annisa mengatakan sakit.


Tentu dia mulai paham kondisi ibu hamil karena dia sudah banyak belajar dari ibunya, juga dari Dokter Akiko.


"Mas sakit banget masss...."


Dengan sigap Reyhan memapah Annisa dan mendudukkannya di salah satu bangku taman.


Kemudian Reyhan menghubungi Dokter Akiko, dokter spesialis kandungan yang menangani Annisa.


Dan atas saran dari Dokter Akiko yang menduga Annisa sudah mulai merasakan kontraksi, akhirnya Annisa dilarikan kerumah sakit.


Benar saja, ternyata setibanya dirumah sakit Dokter Akiko mengatakan Annisa sudah bukaan empat. Bahkan ketubannya sudah pecah.


Annisa terus beristighfar, dan mengucapkan takbir untuk mengurangi kegugupannya.


sakit?


jangan ditanya lagi.


Karena inilah penentuan antara hidup dan mati seorang wanita.


Reyhan yang berada di samping Annisa juga berusaha menenangkannya.


Keringat membanjiri tubuh Annisa, bahkan suhu tubuhnya meningkat.


Annisa tampak sangat kesakitan.


Akhirnya bukaan sempurna, Dokter Akiko dan timnya membimbing Annisa untuk mengejan.


Dengan bertaruh nyawa, Annisa berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan bayinya.


dia mengejan sekuat mungkin, hingga wajahnya tampak tegang.


Keringat semakin deras mengucur.


Reyhan yang setia mendampingi di sampingnya menggenggam tangan Annisa dan berusaha mendukungnya.


Bahkan Reyhan tak memikirkan tangannya yang sudah kebas akibat ulah Annisa yang menggenggamnya dengan sangat keras.


Dan akhirnya setelah Annisa berjuang bertaruh nyawa,


bayi kembar terlahir dari rahimnya.


Setelah menyelesaikan semua proses, Dokter Akiko menyerahkan bayi kembar laki-laki kepada Reyhan dan Annisa.


Reyhan dan Annisa tak kuasa menahan haru saat menggendong buah hati mereka.


Bahkan Reyhan sangat bersemangat mengazani kedua putranya tersebut.

__ADS_1


Reyhan mengecup lembut kening istrinya.


"terimakasih sayang.. Kamu udah mempertaruhkan nyawa, demi anak-anak kita.."


Annisa tersenyum haru.


"Alhamdulillah mas.. sekarang kita sudah jadi orangtua.. semoga nanti, anak-anak kita menjadi anak yang soleh ya mas.."


"Iya sayang.. kita besarkan dan kita didik mereka sama-sama ya.."


Annisa mengangguk.


"Mas.."


"hmm..?"


"I Love u.."


Annisa mengecup pipi Reyhan.


"Love u too Dear..."


Keluarga besar Reyhan baru saja tiba setelah mendengar Annisa akan melahirkan.


mereka semua tampak sangat bahagia.


"Kak Rey.. mana keponakan aku..?"


Reyna menuntut untuk menggendong keponakannya.


"Eittss,, mama duluan dong.. mama kan neneknya.."


"ma, papa kakeknya loh.."


Annisa menatap mereka dengan tatapan haru.


*Alhamdulillah ya Allah.. sempurna sudah keluarga kami..


batin Annisa.


"Rey.. kalian udah siapin nama belum..?"


tanya mama.


"Udah dong ma.."


jawab Reyhan mantap.


"Reza Arbiantoro, dan Rezky Arbiantoro..


Gimana menurut kamu sayang..?"


tanya Reyhan pada Annisa.


"Namanya bagus mas.. Annisa suka.."


jawab Annisa sambil tersenyum.


begitulah kebahagiaan keluarga Annisa,


semakin lengkap dengan kehadiran si kembar.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Sementara itu ditempat lain...

__ADS_1


Dennis tampak uring-uringan.


Dia ingin segera tiba di Jepang, namun kenyataannya saat ini dia justru sedang terjebak kemacetan di Jakarta.


Setelah sekian lama berjibaku dengan kemacetan kota, akhirnya Dennis tiba di bandara.


Jet pribadi milik keluarga Reyhan sudah menunggu.


Dan tanpa membuang waktu lagi mereka segera berangkat ke Kobe.


Setibanya di Kobe, Dennis langsung menuju kerumah sakit.


Dan saat dia tiba, semua keluarga Arbiantoro sudah berkumpul disana.


"Heii.. mana keponakan uncle.."


Ujar Dennis saat baru saja memasuki ruangan.


"eittsss,, sabar dong kak Dennis.. ngantri.."


protes Reyna yang sedang menggendong salah satu bayi sedangkan bayi lainnya digendong oleh Kirana.


"Udah dong, kasihan bayinya digendong terus..


biar bayinya istirahat ya.."


Kemudian Reyhan memindahkan si kembar kedalam box bayi yang ada diruangan itu.


Reyhan memang sengaja meminta pihak rumah sakit menyediakan box bayi didalam ruangan Annisa, karena Annisa yang tidak jngin jauh dari bayinya.


"Den.. jadi, kamu kapan nih..?


jangan mau kalah sama Reyhan.."


ledek papa Reyhan


Dennis berdehem.


"Ya, itu tergantung siih.. Kalau Kirana bersedia, saya siap menikahinya.."


Jawab Dennis sambil tersenyum sumringah.


Semua orang didalam ruangan tersebut terkejut, tak terkecuali Annisa.


"Den.. lu beneran mau nikah sama Kirana..?"


tanya Reyhan.


"Kirana.. apa itu benar..?"


tanya Annisa pada Kirana.


Kirana hanya menunduk dengan wajah memerah, sedangkan Dennis masih tersenyum sumringah.


"Mau aja deh kak Kirana.. Kak Dennis kan orangnya baik banget.."


Bujuk Reyna sambil tertawa.


"Nahh.. bener tuh.. lagian kalian juga pasangan yang serasi kok.."


timpal mama.


Kirana tampak salah tingkah, begitu juga dengan Dennis.


dia tidak menduga leluconnya justru dianggap hal yang serius.

__ADS_1


__ADS_2