Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
50. Kehamilan Annisa Part 2


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul delapan malam saat Annisa tersadar dari pingsannya.


perlahan dia membuka mata dan melihat sekelilingnya, pandangannya masih sedikit kabur namun dia sangat mengenali tempat itu.


ya, itu adalah kamar dia dan Reyhan.


Annisa mengusap pelipisya, kepalanya masih terasa berat.


perlahan dia bangkit dan menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.


Annisa mencoba mengingat kembali apa yang terjadi, karena terakhir kali yang dia ingat dia sedang bermain dengan anak-anak panti asuhan.


tiba-tiba pintu kamar terbuka, Reyhan masuk bersama seorang ART yang membawakan nampan berisi makanan.


"Mas.. kok Icha bisa ada disini..?"


tanya Annisa yang tampak bingung.


"tadi kamu pingsan.. dokter bilang karena kamu kelelahan."


jawab Reyhan datar.


melihat ekspresi Reyhan yang tampaknya tak bisa ditebak, membuat Annisa semakin bingung.


*apa mas Rey marah karena aku keluar rumah tanpa pamit ya..? tapi yaa aku kan juga bosan dirumah.. lagian aku juga harus kuliah kan..


batin Annisa.


"sekarang kamu makan dulu. mas udah minta bi Asih menyiapkan makanan untuk kamu.."


kemudian bi Asih meletakkan nampan berisi makanan yang dari tadi dipegangnya ke atas nakas.


Reyhan meraih mangkok yang ada di nampan, dan berniat menyuapi Annisa.


namun belum lagi makanan sampai ke mulutnya, mendadak Annisa merasa perutnya mual.


Annisa langsung melompat dan berlari menuju westafel.


Reyhan yang melihat hal tersebut bergegas menyusul Annisa.


"sayang.. kamu baik-baik aja..?"


tanya Reyhan yang tampak cemas.


"gak tau nih mas, kayaknya seharian ini perut Icha rasanya gak enak.. tiap kali cium bau-bau menyengat rasanya mual.. kepala juga pusing.. kayaknya Icha masuk angin.."


jawab Annisa polos.


Reyhan tersenyum mendengar jawaban Annisa.


Setelah Annisa merasa perutnya membaik, Reyhan memapah Annisa kembali ke tempat tidur.


"Mas.. jauhin makanannya.."


pinta Annisa.


"tapi kamu harus makan sayang.."


jawab Reyhan.


Annisa menggeleng.


"Icha gak suka baunya."


wajah Annisa mulai memelas.


Reyhan mengernyitkan kening.


"gak suka baunya..? ini kan makanan favorit kamu sayang.."


ucap Reyhan.


"pokoknya jauhin... Icha gak suka baunya..."


Annisa merengek.


merasa tak tega melihat wajah memelas istrinya, akhirnya Reyhan mengalah.


"yaudah.. biar mas minta bi Asih masakin yang lain.. kamu mau makan apa..?"


"Kayaknya Icha pengen makanan yang segar-segar gitu.. salad buah, atau rujak.."


jawab Icha.


"boleh.. tapi sebelumnya kamu harus makan nasi dulu, dari siang kamu belum makan kan.."


"tapi mas...."


Annisa tampak semakin memelas.


"gak ada tapi, ini juga demi kesehatan kamu dan anak kita.."


jawab Reyhan tegas.


"hahh..? anak..?"

__ADS_1


Annisa tampak bingung.


Reyhan menggenggam tangan Annisa, kemudian mengecup keningnya.


"Iya, anak kita.. kamu hamil sayang.."


jawab Reyhan lembut sambil tersenyum tulus.


Annisa justru semakin tidak mengerti, kemudian mengernyitkan kening.


seolah mengerti reaksi yang ditunjukkan istrinya, kemudian Reyhan memberi penjelasan.


"siang tadi kamu pingsan di panti asuhan.. Dwi yang ngabarin mas dan dia juga menghubungi dokter Elly.


dokter Elly yang meminta mas untuk membawa kamu ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut, jadi setelah sampai dirumah tadi mas minta dokter Grace kesini untuk memeriksa kondisi kamu.."


"jadi maksud mas, Icha beneran hamil..?"


tanya Annisa seolah tak percaya.


"Iya sayang.. dan menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Grace, usia kandungan kamu memasuki minggu ketiga.."


jawab Reyhan meyakinkan.


Spontan Annisa langsung bersujud syukur.


"Alhamdulillah... kita akan jadi ayah dan ibu mas.."


Ujar Annisa terharu.


"Iya sayang.. alhamdulillah, kebahagiaan keluarga kecil kita akan semakin lengkap dengan hadirnya anak-anak kita nanti.."


jawab Reyhan.


"ehhmm.. mas, apa mama papa dan Ina udah tau soal ini..?"


tanya Annisa.


"Mas udah hubungi papa dan mama, dan begitu tahu kabar bahagia ini mereka langsung bertolak dari Jepang. mungkin masih diperjalanan. mas juga udah hubungi pihak asrama Ina untuk mengabarinya, dan tentu Ina juga sangat exited.. sayangnya minggu ini dia ada ujian, jadi belum bisa pulang.. tapi dia titip salam, Ina pesan kamu harus jaga baik-baik keponakannya.."


jawab Reyhan sambil tertawa kecil.


"Icha jadi kangen sama Ina.. semenjak Ina pergi, suasana rumah jadi sepi.."


"Tapi sebentar lagi insyaa Allah rumah ini akan kembali ramai dengan hadirnya anak kembar kita.."


jawab Reyhan.


"hahh..? ke-kembar mas..?"


"Iya sayang.. kembar.. ada dua janin didalam rahim kamu.."


jawab Reyhan sambil menggenggam tangan Annisa.


"Alhamdulillah ya Allah... Icha bener-bener gak tau harus bilang apa mas.."


Annisa sangat bahagia mendengar kabar kehamilannya terlebih dia sedang mengandung anak kembar, spontan langsung memeluk dada bidang suaminya.


malam itu mereka seperti menjadi pasangan paling bahagia dimuka bumi. (yang lain di luar angkasa😂😂)


"Jadi,, mulai sekarang kamu harus nurut.. ikuti saran dokter, dan jangan ngeyel.."


titah Reyhan.


"Siapp masqyuuu.."


jawab Annisa sambil tersenyum.


"good wife.. sekarang, kamu harus makan.. kasihan anak kita juga butuh asupan makanan.."


ujar Reyhan sambil mengelus bagian perut Annisa yang masih tampak rata.


setengah jam kemudian, bi Asih kembali membawa nampan berisi nasi dengan sup ayam dan salad buah yang diminta oleh Annisa.


"Mas.. besok kamu ada waktu gak..?"


tanya Annisa disela makannya.


"ehmm,, ada kok.. kamu butuh sesuatu..?"


"besok, mas bisa gak temenin Icha ziarah ke makam ayah sama ibu..?"


"Yaudah, besok siang mas akan temani kamu kemanapun kamu mau.."


jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Mas yakin..?"


Annisa tampak tersenyum jahil.


"Asalkan gak kerumah tante Renata.."


jawab Reyhan dengan tatapan tajamnya.


Tante Renata adalah sahabat karib almarhumah ibu Annisa yang baru pindah beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


dan bukan tanpa alasan Reyhan menolak untuk menemani Annisa menemui tante Renata yang membuka usaha salon dan spa disekitar komplek perumahan mereka, karena salah seorang karyawan (karyawan yee readers,, bukan karyawati😂) tante Renata sangat terobsesi dengan Reyhan.


Annisa tertawa melihat ekspresi Reyhan yang tampak ngeri jika mengingat kejadian konyol beberapa hari yang lalu.


flashback ke beberapa hari yang lalu...


Minggu pagi, Annisa dan Reyhan sedang jogging disekitar komplek perumahan.


saat melewati salah satu rumah, mereka melihat sebuah truk terparkir dan beberapa orang menurunkan barang-barang dari dalam truk tersebut.


"Mas, kayaknya ada yang pindahan.."


ucap Annisa.


"Iya, kemaren mas sempat dengar dari pak RT, katanya tetangga baru itu mau buka usaha salon dan spa.."


jawab Reyhan.


saat sedang memperhatikan orang-orang yang sedang sibuk menurunkan barang, tiba-tiba mata Annisa tertuju pada seorang sosok wanita usia empat puluhan yang sangat dikenalnya.


"tante Renata..?"


sapa Annisa.


orang yang dimaksud menoleh, kemudian tersenyum lebar.


"Annisa ya..? yaampun... kamu apa kabar..?"


jawab tante Renata sambil menghampiri Annisa dan Reyhan diluar pagar.


"Alhamdulillah kabar baik.. tante sendiri apa kabar..?


baru pindahan kesini ya..?"


"Alhamdulillah.. kabar tante juga baik.. iya, tante baru pindah hari ini.. kamu tinggal didaerah sini juga..?"


"Iya tante.. oh iya, kenalin.. ini mas Rey, suami aku.."


Annisa mengenalkan Reyhan pda tante Renata.


"Mas.. tante Renata ini salah satu sahabat almarhumah ibu.."


Annisa menjelaskan.


"Almarhumah..?"


tante Renata tampak terkejut.


"Iya tante,Ibu meninggal beberapa bulan lalu karena sakit.."


jawab Annisa.


"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.. semoga ibu kamu husnul khotimah ya Annisa.. maaf, tante baru tahu beritanya.. "


(SEKEDAR INFO TAPI SANGAT PENTING : untuk belasungkawa gunakan kata HUSNUL BUKAN KHUSNUL. banyak yang gak tau soal ini, tapi KHUSNUL itu artinya TERHINA/DIRENDAHKAN sedangkan HUSNUL artinya KEADAAN YANG TERBAIK)


"Iya tante, Annisa ngerti kok.. lagian waktu itu juga Annisa gak punya kontak tante, jadi gak bisa ngabarin juga.."


jawab Annisa.


"mbakyu, ini perlengkapan make up nya banyak yang rusak.. gimana dong ini.."


tiba-tiba seseorang menghampiri mereka dengan gayanya yang kemayu.


"Omaigattt.. ini dewa dari kahyangan mana.. yaampyuunn.. cucokk meong dehh.."


orang tersebut mendekati Reyhan yang justru merasa risih.


"Ehmm.. sayang, kayaknya kita harus buru-buru. mas lupa, tadi ada janji sama Dennis.."


Reyhan berusaha mencari alasan.


"Yaudah, lain kali kita lanjut ngobrolnya ya tante.."


"Iyaa.. sering-sering mampir ya.."


jawab tante Renata.


kemudian Annisa dan Reyhan hendak pergi dari tempat itu, namun tiba-tiba pria berjiwa wanita yang tadi berbicara dengan tante Renata merangkul lengan Reyhan.


"mau kemana mas ganteng... akikah ikutt..."


spontan Reyhan langsung menepisnya dan berlari menjauh dengan wajah yang pucat.


Annisa dan tante Renata yang melihat hal tersebut tertawa geli.


"Annisa.. tante minta maaf ya atas kelakuan karyawan tante.. dia memang begitu orangnya.. jangan diambil hati ya.."


"iya tante.. yaudah, Annisa pergi dulu ya tante..


assalamualaikum.."


"waalaikumsalam.."


kemudian Annisa meninggalkan halaman rumah tante Renata, mengejar Reyhan yang sudah berlari lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2