Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
108. Kehamilan Annisa


__ADS_3

***Assalamualaikum temen-temen...


terimakasih banyak untuk kalian yang masih setia mengikuti "Ana Uhibbuka Fillah" sampai sejauh ini,


aku jadi terhuraaa...😂😂


terimakasih banyak untuk yang udah memberikan komentar dan saran-saran positif untuk memberiku semangat melanjutkan novel ini..


terimakasih juga yang sudah berbaik hati menyumbangkan votenya..


Aku sayang kaliaaaannnn...🤗🤗🤗


Betewe, tinggal beberapa episode lagi novel ini akan finish..


dan InsyaaAllah akan finish minggu ini,


makanya sengaja aku kebut mumpung lagi #DirumahAja


Eeh,, jangan sedih dulu..


pliss jangan lemparin botol air mineral dulu yaa..😂


Karena setelah ini, karya-karyaku yang lain akan hadir menemani kalian..


masih ada "Cita Cinta" yang ceritanya masih kugantungin..


karena aku masih setia dengan Ana Uhibbuka Fillah..


dan, setelah itu masih ada karya terbaru lagi..


Aku kasih spoiler sedikit ya : Ceritanya mengisahkan tentang seorang Wanita badung yang dijodohkan dengan seorang Ustad..😊😊


Untuk judul, masih dirahasiakan yaa..


biar surprise..😂😂


Sebelum kita lanjutin gengss, aku mau ingetin lagi ke kalian untuk #STAY AT HOME #TETAPTINGGALDIRUMAH


(Thor gak perlu nge gas juga)


Eeh aku gak nge gas, cuma ngingetin aja..


tetap jaga kesehatan kalian, kurangi aktivitas diluar rumah dan mari kita sama-sama berdoa semoga virus Corona segera enyah dari muka bumi..


Sebab karena virus itu pekerjaanku banyak terkendala sodara-sodara..😭😭😭


Dan aku yakin kalian juga merasakan hal yang sama..


Jadi tolong, dengarkan dan ikuti instruksi yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait..


Jangan sampai di Negara Kesatuan Republik Indonesia Raya Merdeka yang kita cintai sepenuh hati ini diberlakukan LOCKDOWN total seperti di negara lain..

__ADS_1


tolong HARGAI PEKERJAAN TIM MEDIS yang telah rela membaktikan hidupnya, bahkan berada di garda terdepan demi melawan makhluk bernama Corona.


Yuk, kita bantu usaha mereka dan saling bekerja sama untuk melawan si*** corona.


INGATTTT...


#DIRUMAHAJA


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah sembilan bulan usia kandungan Annisa.


Segala keperluan lahiran dan keperluan bayi juga sudah disiapkan.


Bahkan Reyhan sudah melakukannya jauh-jauh hari sebelumnya, termasuk fasilitas rumah sakit dan tim dokter terbaik untuk proses persalinan Annisa.


Saat yang ditunggu semakin dekat. Annisa juga sudah mempersiapkan dirinya, terutama kesehatannya.


Annisa rajin melakukan olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil.


Seperti latihan pernapasan, dan berjalan santai.


Dan itulah yang sedang dia lakukan pagi ini, berjalan di taman belakang yang memang cukup luas. Karena ditaman tersebut juga terdapat lapangan basket, yang menjadi tempat favorit suaminya semasa SMA dulu.


Annisa kembali teringat, saat pertama kali dia melakukan olahraga ibu hamil atas anjuran ibu mertuanya.


*flashback...


Tanya Reyhan yang sore itu baru saja kembali dari kantor. Kecemasan yang teramat sangat terlihat dari wajah tampannya.


"Mas gak lihat, aku lagi jogging.."


Jawab Annisa sambil cengengesan.


Dengan sigap Reyhan menarik tangan Annisa dan membawanya duduk di salah satu kursi taman.


"Sayang.. kamu itu lagi hamil.. kalo sampe kamu dan anak kita kenapa-napa gimana..?"


Omel Reyhan yang kecemasannya belum reda.


Melihat suaminya yang sangat khawatir, bukannya menjelaskan justru timbul niat jahil dalam hati Annisa.


"Adu..duh.. Aduh.. Mas.. sakit mass..."


Annisa memegang perutnya.


Reyhan yang sejak tadi sudah mencemaskan Annisa kini keemasannya bertambah berkali lipat, dia bahkan tampak gelagapan meraih ponselnya untuk menghubungi Dokter Akiko.


Beruntung saat itu Annisa segera menarik ponsel Reyhan sebelum pria itu melakukan niatnya.


Perlahan Annisa menarik tangan Reyhan dan meletakkannya diperutnya.

__ADS_1


"Mereka cuma butuh abinya.."


Ujar Annisa sambil tersenyum.


Reyhan yang saat itu belum mengerti jika sedang dijahili oleh Annisa justru tampak seperti orang bodoh.


"Sayang, mas telepon Dokter Akiko dulu ya.. kamu tahan dulu sakitnya sebentar, Dokter Akiko pasti akan segera tiba begitu mas menghubunginya.."


Ujar Reyhan yang tampak masih sangat mencemaskan Annisa.


Annisa menangkupkan kedua tangannya diwajah Reyhan.


"Mas.. Nisa baik-baik aja.."


jawab Annisa sambil tersenyum.


Namun memang dasar Reyhan suami yang TER-LA-LU SI-A-GA, dia masih saja menanggapi serius acting sakit perut Annisa yang baru saja dia lakukan.


"Iyaa mas tahu kamu baik-baik aja sayang, tapi mas gak bisa tenang sebelum memastikannya.."


Ujar Reyhan.


Annisa tertawa geli.


Melihat istrinya yang tertawa seolah tanpa beban, Reyhan tampak sedikit canggung.


"Maaf ya mas.. tadi Nisa cuma bercanda.. habisnya mas kalo lagi cemas begitu lucu sih.."


Annisa tersenyum sumringah.


Reyhan yang akhirnya menyadari sedang jadi korban kejahilan istrinha menarik napas lega.


"Tapi mas gak mau lihat kamu jalan-jalan kayak tadi lagi.. mas gak mah nanti kamu kelelahan.."


Ujar Dennis.


"Mas.. justru ini tuh olahraga yang memang dianjurkan untuk ibu hamil.. biar bayinya sehat, dan lahirannya gak susah.."


jawab Annisa yang berusaha menjelaskan.


Reyhan menatap Annisa dengan tatapan bingung.


"Ya tapi tetap aja, kalo nanti kamu kelelahan gimana.."


"Mas.. ibu hamil juga harus banyak gerak, biar nanti lahirannya lancar.. tapi ya gak semua olahraga boleh dilakukan, hanya beberapa jenis olahraga ringan yang memang dianjurkan oleh Dokter.."


Jawab Annisa menerangkan.


Butuh waktu yang agak lama Annisa menjelaskan tentang olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil.


Bahkan meskipun Reyhan sudah mengerti, dia masih saja tak dapat menyembunyikan kecemasannya saat melihat istrinya melanjutkan jogging sore itu.

__ADS_1


__ADS_2