Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
65. Musuh Dalam Selimut Part 2


__ADS_3

"Mas.. kamu tuh kenapa sih..? Kenapa kamu ngelakuin itu ke Kak Hendrik..?"


tanya Annisa saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Sayang, nanti mas akan jelasin.. tapi tolong jangan berpikir yang macam-macam.. Mas gak berniat untuk menyinggung atau merendahkan dia.."


Jawab Reyhan sambil tetap fokus menyetir.


"Ternyata Mas gak pernah berubah ya, masih aja bersikap arogan.."


Ujar Annisa dengan nada menuduh.


"Sayang, apa maksud kamu..? Tolong jangan salah paham, nanti mas akan jelaskan semuanya.."


Reyhan mencoba menenangkan Annisa yang justru memalingkan wajahnya keluar jendela kaca.


Sesampainya dirumah Annisa buru-buru turun dari mobil dan menuju ke kamarnya tanpa berkata apapun.


"Den.. Non Icha kenapa..?"


tanya Bi Minah yang sedang membantu Mang Ujang mengurus tanaman.


"Dia salah paham bi.. dan kayaknya sekarang ngambek.."


jawab Reyhan lesu.


Bi Minah tersenyum melihat ekspresi majikannya itu.


"Namanya istri lagi hamil muda den.. emang begitu.. perasaannya lebih sensitif.. lebih gampang marah, gampang sedih.. Sabar ya Den.."


Ujar bi Minah.


"Yaudah, aku keatas dulu ya bi..


oh iya, kalo nanti pak Edo datang, tolong terima berkas-berkasnya ya.."


Kemudian Reyhan berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya.


"Sayang.. Bisa kita bicara..?"


Tanya Reyhan.


Annisa berbaring memunggungi Reyhan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Sayang.. tolong dengarkan mas.."


Reyhan berusaha membujuk Annisa, namun tak ada jawaban.


Reyhan membuka selimut yang menutupi wajah istrinya.


"Lah, ternyata dia ketiduran.. pantesan.."


Gumam Reyhan


"Mas minta maaf sayang.. Mas gak bermaksud merendahkan Hendrik.. Mas hanya ingin memastikan sesuatu.. tolong percaya sama Mas.."


Kemudian Reyhan mengecup kening istrinya dengan lembut.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Sementara itu ditempat lain...


"Sekarang kau gak bisa mengelak lagi Hen.."


Dennis menghentikan langkah Hendrik yang hendak memasuki sebuah gedung apartemen.

__ADS_1


"Dennis..?"


Hendrik tampak terkejut.


"Sekarang jelaskan, apa tujuanmu mengintai rumah Reyhan..? atau jangan-jangan selama ini kau adalah mata-mata tuan Kosasih..?"


Dennis menatap Hendrik tajam.


"Den, please jangan salah paham dulu.. oke, aku ngaku..


memang kemarin aku ada disekitar rumah Reyhan.. tapi sebenarnya aku gak tau kalo rumah mewah dan besar itu miliknya.. aku memperhatikan rumah itu karena aku merasa tertarik dengan desain bangunannya.. itu aja.."


jawab Hendrik.


"Mahasiswa jurusan Manajemen, tertarik dengan desain bangunan..? alibi konyol macam apa itu.."


sindir Dennis.


"terserah kamu mau percaya atau gak, tapi aku gak berniat buruk."


jawab Hendrik.


"Baiklah.. tapi kuharap Kau tidak berbohong.. karena cepat atau lambat aku pasti akan membongkarnya."


Ucap Dennis dengan nada mengancam.


Kemudian Dennis pergi meninggalkan Hendrik yang masih berdiri mematung.


"Dasar bodoh..!! kenapa kau seceroboh itu..?"


Seorang pria tua menyambut kedatangan Hendrik di apartemennya.


"Maaf Om, memang aku salah. tapi, tolong jangan libatkan Annisa Om.. Aku akan melakukan apapun yang Om minta, tapi tolong jangan melakukan apapun pada Annisa.."


Hendrik memelas.


Kosasih menyindir Hendrik.


"Dia wanita yang baik Om.. dia hanya berada dalam posisi dan situasi yang salah.. Tolong Om.. jangan dia.. jangan jadikan dia sebagai korban.. kalau Om ingin membalas dendam pada Reyhan, aku yang akan melakukannya.."


"Kau bahkan gugup saat berhadapan dengannya, lalu bagaimana kau akan membalaskan dendamku.. hahh..? dengan cara apa..?"


Tuan Kosasih menantang.


"Aku bisa menghabisinya kalau Om mau.. bahkan meskipun setelah itu aku akan meringkuk didalam penjara, aku siap melakukannya. tapi jangan pernah sakiti Annisa.."


Pinta Hendrik.


"Tidak Hen... jika aku hanya ingin nyawanya, aku bisa melakukannya dari dulu.. aku selalu punya kesempatan melakukannya.. tapi itu terlalu mudah Hen.. Aku ingin membalaskan dendamku, dengan cara yang tidak akan pernah dilupakan oleh keluarga Arbiantoro..."


Wajah Tuan Kosasih memerah, memendam amarah.


"Jadi, apa yang Om ingin aku lakukan..?"


Tanya Hendrik.


"Untuk sementara waktu, tetaplah bersikap seperti biasa.. lebih bagus lagi jika kau bisa membuat Annisa membenci suaminya sendiri..


bukankah itu hal yang menarik..?


Kau juga pasti akan diuntungkan dengan situasi itu.."


"Baik Om.. aku akan melakukannya."


"Dan satu lagi, sebaiknya kau berhati-hati dengan Dennis.. Dia tidak sebodoh yang kau pikirkan."

__ADS_1


"Baik Om.."


Jawab Hendrik.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Annisa terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.


"Astaghfirullah.. aku lupa, belum dzuhur.."


pekik Annisa yang langsung melompat turun dari kasur.


"Sayang, kamu kenapa..?"


tanya Reyhan yang sedari tadi duduk di sofa sambil memeriksa berkas-berkas yang pagi tadi dititipkan Pak Edo melalui Bi Minah.


Karena merasa panik Annisa bahkan tidak menyadari suaminya ada disitu. Buru-buru dia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menjalankan sholat dzuhur.


Dan tiba-tiba...


"Aduhh..!!"


teriak Annisa dari dalam kamar mandi dan terdengar suara benda jatuh.


Reyhan yang terkejut refleks langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi.


"Sayang, kamu kenapa..?"


tanya Reyhan sambil membuka pintu kamar mandi yang bahkan tidak terkunci.


Dan saat audah berasa didalam kamar mandi, Reyhan melihat istrinya yang sudah terduduk dilantai sambil memegangi perutnya.


"Astaghfirullah sayang.. kamu kenapa..?"


Dengan sigap Reyhan langsung menggendong Annisa dan membaringkannya diatas kasur.


Kemudian Reyhan menghubungi Dokter kandungan yang biasa menangani Annisa untuk datang kerumahnya.


"Mas.. perut aku sakit banget..."


Annisa tampak meringis sambil memegangi perutnya.


"Sabar ya sayang, mas udah hubungi dokter dan sekarang sudah diperjalanan menuju kesini.."


Reyhan berusaha menenangkan istrinya, meskipun dia juga dalam keadaan cemas.


Kemudian Reyhan menghubungi Bi Asih melalui panggilan internal.


Tak lama kemudian Bi Asih muncul bersamaan dengan kedatangan dokter Veronica, dokter spesialis kandungan yang menangani Annisa.


"Dok, tolong periksa keadaan istriku dan kandungannya Dok.. kurasa tadi dia terjatuh, dan setelah itu mengeluhkan sakit di perutnya.."


Ucap Reyhan yang tampak panik.


"Sebentar ya pak, biar saya cek dulu keadaannya.."


Kemudian Dokter Veronica mulai memeriksa kondisi Annisa.


Saat dalam situasi yang sedikit kalut, tiba-tiba bi Minah muncul.


"Den.. ditunggu den Denis dibawah.. katanya ada hal penting.. dia udah coba hubungi tapi ponsel aden mati.."


Ucap Bi Minah.


"Yaudah, makasih bi..

__ADS_1


Bi Asih, aku titip Icha ya.."


Kemudian Reyhan meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju ke lantai satu.


__ADS_2