Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
129.


__ADS_3

Assalamualaikum temen2..


Author Tara disini..😁😁


Apa kabar..?


kelen sehat kan?


Sehat lah, jangan sakit-sakit..


(Dan seketika ku merasa kayak Noe)


😂😂


Tapi yang pasti aku selalu berharap kalian semua dalam keadaan sehat, terhindar dari covid-19.


jadi tolong, #DIRUMAHAJA ya gengss..


Gak, aku bukan nge gas.


aku cuma ingin kalian tetap dalam keadaan sehat.


tolong stop kekonyolan kalian yang masih suka kesana kemari seolah ngerasa kebal dari virus,


Yang namanya virus itu gak pandang bulu gengss..


pejabat negara dan artis aja bisa kena, apalagi kita yang rakyat jelata..😂😂


Betewe, Tiba-Tiba aku teringat pesan Ustadzahku dulu.


"Hablumminallah, Habblumminannas."


"Cinta kepada Allah, dan cinta kepada sesama manusia".


Dulu mungkin aku belum begitu paham maknanya.


Tapi sejak merebaknya virus covid-19, aku banyak berpikir.


Ketika satu orang terjangkit, dia sangat bisa menjangkiti keluarganya, orang-orang terdekatnya, dan orang yang bersinggungan dengannya.


Tentu kita semua tidak ingin terjangkit, benar kan?


Dan karena itu kita berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menjaga imun tubuh kita.


Tapi sayangnya, masih ada pihak-pihak yang menganggap remeh.


"Ngapain takut sama virus, takut itu sama Allah."


Astaghfirullah.. seketika rasanya kuingin menyentil orang-orang yang merasa jumawa dengan membawa nama Allah.


Coba pikirkan ini,


jika kita merasa pongah diri, merasa kebal, kemudian kita mengabaikan himbauan dari pemerintah dan dari pihak-pihak berwenang, kita tetap beraktifitas seperti biasa.


Kita bertemu dengan seseorang yang kita tidak tahu bahwa orang tersebut telah terpapar virus.

__ADS_1


Kemudian kita pulang kerumah, kita bawa virus itu dan akhirnya menjangkiti seluruh anggota keluarga kita, lalu menjangkiti orang-orang terdekat kita.


Akhirnya..?


Mereka semua terinfeksi.


Karena siapa?


KARENA ULAH KITA!!


Kita yang merasa jumawa, kita yang berpongah diri dengan membawa nama Allah, tapi ORANG LAIN JUGA YANG JADI KORBAN..


ITU JELAS BUKAN HABLUMMINANNAS!!


Kalau memang kita mencintai sesama, kita tidak akan membiarkan mereka terpapar virus yang mematikan.


Kalau kita mencintai sesama manusia, kita pasti akan berusaha melindungi orang-orang yang kita cintai..


benar kan?


Kalau kita jauh dari Hablumminannas, lantas bagaimana kita bisa Hablumminallah..???


#PikirGengggg


Jangan pernah berpikir mencegah karena kita takut.


Tapi niatkanlah pencegahan itu karena Allah, karena HABLUMMINANNAS..Karena kita tidak ingin orang-orang yang kita cintai menderita karena virus ini..


jadi plisss,,


Bila perlu kalian baca ulang semua novel-novel favorit kalian, momen-momen yang bikin kalian baper tingkat dewa.


betewe,,,Makasih banyak untuk kalian yang udah dukung novel ini dari awal sampai akhir,


dan aku juga udah baca semua komentar kalian, dan mungkin banyak yang nanya..


"Thor, Gak ada bonus up nih?"


Atau


"Kok udah ending sih thor, dilanjut dong.."


Jadi aku akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,


aku minta maaf temen-temen, untuk novel "Ana Uhibbuka Fillah" benar-benar udah END, dan aku juga belum berpikir untuk membuat sekuel lanjutan..


Karena takutnya nanti ceritanya makin gak jelas arah dan semakin berbelit-belit,


so,, aku memang sengaja menamatkan novel itu sesegera mungkin.


Kenapa..?


Tentunya ada beberapa alasan..


Yang pertama dan harus kalian ketahui baik-baik:

__ADS_1


Ini adalah novel perdanaku.


Dan aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat cerita yang menarik.


Alasan kedua yang juga harus kalian ketahui :


Sejujurnya, aku sudah merasa gagal dengan novel ini.


Setelah kubaca ulang, banyak cerita yang agak rancu, masih banyak typo disana sini, dan memang gak sesuai dengan jalur.


Yes, aku akui memang ceritanya lari dari konteks judul. Dan untuk itu aku minta maaf yang sebesar-besarnya.


Jadi daripada makin berbelit, kuputuskan untuk segera mengakhiri Ana Uhibbuka Fillah.


Alasan ketiga :


Saat ini aku sedang fokus dengan novel selanjutnya yang berjudul "My Ustadz, I Love You"


Aku udah up sampe beberapa episode, Insya Allah akan segera terbit.


Insya Allah di novel selanjutnya aku akan membuat cerita yang lebih menarik, yang lebih sesuai dengan realitas kita sehari-hari, melepaskan embel-embel "Holang kayah kelas wahid" atau embel-embel si "otak jenius".


Sebaliknya aku akan mencoba menghadirkan sosok karakter yang memang terkesan nyata, yang memang banyak orang-orang seperti itu yang bisa kita temui dikehidupan kita sehari-hari.


Terimakasih banyak untuk kalian yang masih mendukungku, dan aku harap karya-karyaku yang selanjutnya juga bisa diterima dengan baik, aku juga menunggu saran dan kritikan positif dari kalian.


Dan, satu hal yang terpenting temen-temen..


Setiap penulis memiliki gaya sendiri.


Jikapun memang cerita si A nyaris mirip dengan cerita si B, tolonglah hargai karya mereka.


Karena setiap penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menuangkan ide-ide terbaiknya kedalam sebuah karya.


Dan itu bukanlah hal yang mudah.


Banyak Penulis yang akhirnya Down dan menyerah, karena mereka tidak merasa di hargai.


Banyak karya yang akhirnya menggantung karena si Penulis sudah tidak berniat untuk melanjutkan karyanya.


Tolong jangan menjatuhkan mental seorang penulis dengan komentar negatif kalian gengss..


Jika memang kalian tidak menyukai karyanya, cukuplah dengan kalian tidak membacanya.


Tidak perlu memberikan komentar miring soal hasil karyanya.


Karena itu sangat menyakitkan hati seorang penulis.


Cukup sekian dulu temen-temen, aku mau lanjut nulis lagi mumpung masih #DIRUMAHAJA.


Sampai ketemu di karya-karya aku selanjutnya..


Wassalam..


@tara_ramadhanie

__ADS_1


__ADS_2